Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TERBAIK UNTUKMU.


__ADS_3

"Memangnya kamu mau kalau hidupmu diusik dengan berita-berita tentang kehidupan kita?" tanya Sascha balik.


"Tidak. Aku tidak mau itu. Aku ingin hidup normal,'' jawab Dewa.


"Kalau begitu kita enggak usah menggemborkan pernikahan ini. Kita akan menjadi partner kerja dan hidup dan menorehkan sejarah dengan prestasi-prestasi yang kita buat,'' jawab Sascha.


"Terbaik buat kamu. Kenapa juga kita membuat gimmick tentang kehidupan kita. Cepat atau lambat kita akan melakukannya,'' jawab Dewa.


"Ya memang semua orang ingin dikenal. Tapi ada baiknya kita dikenal sebagai jalur prestasi. Bukan jalur membuat skandal,'' ucap Sascha.


"Kalau begitu aku akan melakukan skandal. Bukannya itu lebih baik?" tanya Dewa.


"Lebih baik bagaimana? Tidak itu sayang. Ini sangat aneh sekali,'' ujar Sascha.


"Skandal tidur sama kamu di kantor,'' bisik Dewa yang membuat Sascha bergidik ngeri.


Dewa bisa merasakan mau Sascha bergidik ngeri. Sambil menahan tawanya Dewa mencium pipi Sascha.


"Bukannya kita sudah tidur bareng?" tanya Dewa yang mengingatkan Sascha.


"Aish.. kamu kok gitu! Malah mengingatkanku pada di Seoul?" cebik Sascha yang membuang wajahnya.


"Ya... kali aja kamu lupa. Berterima kasihlah padda kakek sebab pria tua itu memang semangat untuk menjodohkan migas,'' ucap Dewa.


"Aish... kok jadi begini?'' tanya Sascha.


"Ya kamu yang amnesia mendadak,'' goda Dewa. "Ya... kamu bisa merasakan pelukan seorang Dewa yang tampan ini.''


"Astaga... narsis sekali ini orang!" kesal Sascha yang beranjak dari duduknya da meninggalkan Dewa sendirian.


Dewa tertawa terbahak-bahak mendengar Sascha berseru. Jujur saja Sascha sangat malu kepada Dewasa ketika mengingatkan soal tidur bersama.


Sascha masuk ke dalam lalu melihat Chloe dan Tara sedang mempersiapkan makan mam. Sascha mendekati mereka sambil bertanya, "Ada yang perlu dibantu?"


"Sudah ketemu dengan Dewa?" tanya Chloe.


"Ya... Kak Dewa lama-lama resek. Kenapa aku bisa terkena ceweknya?" tanya Sascha yang mencekik.


"Kamu harus tahu satu hal Sascha. Kamu adalah dunianya. Jika Dewa resek berarti dia sangat bahagia,'' ucap Tara dengan jujur.


"Bukannya kamu dulu sudah tahu bagaimana Dewa?" tanya Chloe.

__ADS_1


"Sudah tahu ma. Tapi enggak seresek ini sih,'' jawab Sascha.


"Ya... dia sudah menemukan belahan jiwanya. Andai kamu enggak ketemu bisa dipastikan Dewa akan dingin seperti salju abadi,'' ujar Tara yang selesai menata. "Maka kamu pahamilah semua sikap yang dimiliki oleh Dewa."


"Baiklah,'' balas Sascha.


Beberapa saat kemudian datang Gerre dan Devan. Mereka melihat para istri sedang menata makanan. Lalu kata Gerre menatap Sascha sambil tersenyum manis, "Kemana Dewa?"


"Kak Dewa berada di belakang,'' jawab Sascha.


"Kalau begitu kita ke belakang. Ada yang harus kita bicarakan,'' jawab Gerre yang mengajak Sascha kembali ke belakang. "Para mama juga ikut.''


"Baik kapten. Kami segera menyusul kesana,'' sahut Chloe.


Mereka menuju ke belakang sambil diikuti Chloe sama Tara. Sesampainya di belakang mata Gerre dan Devan melihat di sekitarnya. Lalu mereka duduk bersama i bawah temaram lampu. Sascha memutuskan untuk duduk kembali di samping Dewa. Sedangkan Devan dan Gerre duduk bersama bersama pasangan masing-masing.


"Ada yang harus aku bicarakan. Ini masa depan ahli waris Khans Company,'' celetuk Gerre.


Mereka semua terdiam sambil menatap Sascha. Sascha semakin ada apa sebenarnya yang terjadi. Sascha berharap tidak akan terjadi apa-apa.


"Aku mendapatkan surat dari pengacara kalau Cathy dan Damar bebas bersyarat,'' jawab Gerre.


"Lalu apa masalahnya?" tanya Sascha.


"Hmmp... ngeri jadinya,'' jawab Sascha.


"Mau bagaimana lagi. Coba kamu pikirkan kalau seandainya Khanz Company jatuh ke tangan Cathy yang tidak bisa menjalani perusahaan lalu memiliki sindrom belanja gila-gilaan. Dalam waktu setahun ke depan perusahaan bisa bangkrut,'' jelas Gerre yang menganalisis keadaan.


"Bagaimana dengan para karyawan yang menggantungkan hidupnya dari kita?" tanya Sascha dengan lirih.


"Ya itulah. Kamu pikirkan ke depannya,'' jawab Dewa yang menghela nafasnya.


"Siapa itu Cathy pa?" tanya Tarra.


"Cathy adalah saudara angkatku. Bisa dikatakan dia kakak angkatku. Cathy sangat ambisi untuk mendapatkan perusahaan itu,'' jawab Chloe dengan lemah.


"Jadi maksudnya perebutan warisan,'' ujar Sascha.


"Itu benar. Aku sekarang yang bingung,'' ujar Chloe yang mengusap wajahnya dengan kasar


"Bukan perebutan hak waris. Sebelum terjadi kecelakaan kakekmu sudah memberikan hak ahli waris perusahaan itu ke mana. Lalu nanti turun ke kamu. Soalnya perusahaan itu adalah milik nenek moyangmu,'' tambah Chloe.

__ADS_1


"Kok aku merasa janggal sih,'' celetuk Dewa yang sedari tadi tidak mengeluarkan suaranya namun masih dalam mode menyimak.


"Hmmp... apa itu?" tanya Devan.


"Saat Sascha hilang, sepertinya ada keterkaitannya,'' tambah Dewa yang merasakan ada kejanggalan.


"Kok sama ya kak?" tanya Sascha ke Dewa.


"Apakah Fatin dan Firly ada keterikatan?" tanya Devan.


"Bisa jadi. Aku mulai menganalisis keadaan. Setelah dipecat kemungkinan besar Cathy menemuinya dan mengajaknya kerjasama. Lalu Cathy memberikan sejumlah uang yang banyak. Apalagi saat itu mereka adalah pengangguran,'' jawab Dewa


Mereka menganggukan kepalanya sambil membenarkan ucapan Dewa. Bagaimana caranya Firly dan Fatin bisa mengetahui dirinya pergi ke Okinawa?


"Apakah saat itu Cathy sudah di penjara?" tanya Dewa.


"Sepertinya analisis kamu tepat. Kamu tahukan dia licin bagaikan belut. Dia adalah bos mafia kartel Argentina. Dia melakukan kesalahan yaitu menghabisi klan Yakuza di Jepang. Lalu di penjara beberapa tahun yang lalu,'' sahut Gerre.


"Di penjara lalu bisa lepas. Terus kasusnya membunuh klan Yakuza,'' ujar Sascha yang tersenyum manis. "Sepertinya menarik nih.''


"Menarik bagaimana?" tanya Dewa yang menatap curiga.


"Ya... aku akan menyelidikinya,'' jawab Sascha yang ingin tahu kapan Yakuza.


"Ah... lebih baik kamu belajar bertarung terlebih dahulu,'' kesal Dewa.


"Papa setuju. Papa akan menyuruh Sascha menyelidikinya,'' ucap Gerre yang membuka peluang agar Sascha bisa masuk ke dalam organisasi miliknya.


Deg.


Sepertinya Dewa tidak terima dengan keputusan Gerre. Dewa menghembuskan nafasnya sambil berteriak, "KAMU AKAN MENJADI ANGGOTA BLACK TIGER MALAM INI!"


Sascha langsung terdiam dan memandang Gerre dan Devan untuk menjelaskan apa artinya, "Apa maksudnya?'


"Maksudnya adalah kamu sekarang resmi menjadi anggota mafia Black Tiger,'' jawab Dewa yang masih kesal karena Gerre memberikan peluang masuk ke Black Swan.


"Aku memang ingin masuk ke Black Tiger. Tapi dari sekarang enggak dapat balasan email. Aku ingin mengunjungi markasnya,'' kesal Sascha. "Tapi kenapa kakak menerimaku sebagai anggota Black Tiger.''


Kedua pria paruh baya itu tertawa terbahak-bahak melihat Sascha kesal. Mereka paham kalau Dewa tidak pernah cerita soal dunia bawah tanahnya itu.


"Kok papa malah tertawa?" tanya Sascha.

__ADS_1


"Kamu mau tahu siapa ketua mafia Black Tiger?" tanya Devan.


__ADS_2