
"Saranku yaitu kamu harus tenang dan tidak boleh gegabah. Kamu bisa menganggap mereka adalah hantu yang sedang mencari mangsa. Jika kamu terlalu menonjolkan ketakutanmu. Mereka dengan cepat menangkapmu dan membekapmu untuk diserahkan ke tuannya," jelas Dewa.
"Berarti Kak Dewa sering ya?" tanya Sascha.
"Suami kamu itu sering banget diikuti oleh orang-orang yang tidak dikenal. Bahkan mereka ingin membunuhnya. Tapi Dewa selalu sigap dan bisa membaca keadaan yang genting maupun tidak. Itulah kelebihan suami kamu di saat berada di lapangan," jawab Ian.
"Kenapa aku tidak belajar seperti itu? Seharusnya aku memiliki suatu bakat. Bakat yang di mana bisa membuat mengerti keadaan di lapangan," pinta Sascha.
"Kalau kamu tidak sanggup Jangan dilakukan. Karena ilmu itu harus dikuasai dalam beberapa tahun belakangan. Aku dulu sering belajar ilmu itu di markas. Kakek lah orang yang pertama menggemblengku. Sehabis pulang sekolah kakek memanggilku dan meminta Aku belajar ilmu itu. Alhasil Aku bisa membaca keadaan dengan insting ku sendiri," jelas Dewa.
"Harus berapa lama aku belajar itu?" tanya Sascha.
"Kamu harus belajar itu selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Kamu nggak bisa langsung membaca keadaan. Tapi kalau kamu memiliki insting yang kuat. Kamu bisa memakainya dan membaca keadaan," jawab Tommy.
"Ternyata susah juga ya. Makanya yang namanya Black Tiger anggotanya memang sangat unik sekali. Diam-diam memiliki ilmu yang cukup mumpuni di lapangan," puji Sascha.
"Kamu bisa melakukannya kok. Kalau kamu memiliki insting yang cukup kuat. Sepertinya Dewa yang akan mengasahmu hingga mampu," saran Bima.
"Oke, aku mau belajar memperdalam instingku. Di sisi lain aku harus bisa membaca keadaan," ujar Sascha dengan semangat.
Seluruh anggota Black Tiger sangat bangga kepada Sascha. Mereka mengakui kalau wanita itu ingin berkembang lebih dalam. Menurutnya Sascha memiliki potensi yang lebih baik daripada mereka. Apalagi Sascha sangat menyukai hal-hal yang berbau militer.
__ADS_1
"Aku mengumpulkan kalian di sini ada satu penyebabnya. Papa Gerre memintaku untuk terbang New York bersama-sama. Kami akan memiliki tugas dan peran masing-masing untuk melindungi perusahaan Khans Company," seru Bima dengan lantang.
"Memang ini sangat gila Kak. Aku juga memantau Cathy dari internet. Aku nggak tahu apa yang mereka lakukan pada perusahaanku. Cepat atau lambat akulah yang akan mengobrak-abrik hidup mereka," kesal Sascha.
"Yang penting kamu jangan gegabah soal itu. Kita bisa membicarakan lebih dalam. Papamu juga akan ikut turun ke lapangan. Selain itu juga aku akan membawa pasukan khusus dan berjaga-jaga untuk menghancurkan Cathy," sahut Bima.
"Sepertinya nggak perlu pasukan khusus. Lebih baik kita ke sana tanpa pasukan apapun," celetuk Sascha.
"Maksudku bukan itu Sa. Kita nggak bisa memakai orang dalam di perusahaan. Aku yakin mereka terkontaminasi oleh Cathy. Jika kita mendekatinya secara diam-diam. Kita akan mendapatkan sebuah fakta. Makanya aku membawa pasukan itu hanya untuk dijadikan mata-mata di dalam perusahaanmu," beber Bima.
"Bolehkah aku menjadi mata-mata di perusahaanku sendiri?" tanya Sascha.
"Sebaiknya jangan. Mending kamu di rumah saja dan menunggu laporan dari mereka. Aku tahu mereka akan mencari informasi tentang dengan cepat," sahut Dewa.
"Lihat saja nanti. aku yang akan turun tangan sendiri untuk mencari kebenarannya. Jangan harap kalian bisa menghentikanku," kesal Sascha.
Mereka membicarakan masalah ini lebih lanjut. Jujur mereka tidak habis pikir mendapatkan sebuah misi dari Gerre. misi itu cukup berat bagi mereka. Mau tidak mau mereka harus bergabung dengan Sascha.
"Sepertinya istriku sudah tidak sabar lagi untuk terjun ke perusahaan. Jika dirinya sudah menjadi mata-mata. Dengan terpaksa Aku melepaskannya. Kalau aku terlalu mengekangnya otomatis Sascha tidak akan memberikanku data pada malam hari," ucap Dewa dalam hati.
Sejam berlalu mereka memutuskan untuk bubar dan keluar dari kamar Bima. mereka bersiap-siap untuk membereskan barang bawaannya. Dewa sudah meminta pilotnya untuk menyiapkan pesawatnya. Sore itu juga Mereka pergi ke Amerika.
__ADS_1
New York city USA.
"Aku puas rencanaku hari ini berjalan lancar. Perusahaan terbesar di dunia akhirnya bangkrut. Cepat atau lambat mereka tidak bisa berkutik lagi. Seluruh aset sudah berganti menjadi namaku," ucap Cathy.
"Sudah berapa jam kamu melakukannya?" tanya Damar.
"Aku hanya menyuruh seseorang untuk mengganti nama aset milik Chloe. Aku tahu wanita itu akan menangis sesenggukan karena telah kehilangan aset miliknya. Jujur saja Chloe memang sangat bodoh sekali. Terlalu percaya kepada bawahannya. Saking bodohnya Chloe tidak tahu kalau mereka adalah orang-orang terpercaya," jawab Cathy.
"Memang bodoh mereka. Jujur Aku ingin melihat Gerre jatuh hingga ke bawah. gara-gara dia, kedua orang tuaku meninggal. Dia harus merasakan kesakitanku," ucap Damar yang kesal dengan Gerre.
"Kita harus membunuhnya. jika kita sudah membunuhnya. Kemungkinan besar Gerre tidak akan hidup di dunia ini. Aku akan menghubungi seseorang untuk menghabisinya. Tapi aku tidak mau berurusan dengan pihak kepolisian di distrik negara ini. Apakah aku harus mencari seseorang yang mau menghabisi Gerre?" tanya Cathy.
"Kamu tenanglah. jangan terlalu gegabah. Jika kamu terlalu gegabah, kemungkinan besar mereka akan bertindak terlebih dahulu. Anggaplah hidup ini tuh seperti air mengalir," jawab Damar.
"Kamu kalau ngomong enak banget ya. Aku ingin sekali merebut semuanya dari Chloe. Sementara kamu hanya mengeluarkan petuah demi petuah untuk menenangkanku. Dan kamu nggak pernah berbuat sesuatu," kesal Cathy.
"Kamu lupa bagaimana caranya aku membuat perusahaan itu tunduk kepadamu? Kamu lupa jika akulah orang yang memiliki ide untuk menculik Aulia? Apakah kamu lupa sesuatu? Jika akulah yang memerintahkan seseorang membunuh pemilik perusahaan itu? Kamu hanya bisa menyalahkan diriku saja. Kamu tidak pernah berbuat sesuatu. Kamu hanya mendapatkan bersihnya saja. Jika aku berbicara kepada media. Kamulah yang akan hancur saat itu juga. Apakah kamu paham tentang kata-kataku ini! Ha!" bentuk Damar yang sudah tidak sanggup lagi mendapatkan hinaan dari Cathy.
"Kamu memang hebat bisa memanipulasi keadaan. Memang semua rencanamu sangat berguna bagiku. Adakalanya aku sebagai manusia harus menjadi wanita yang tamak. kamu tahu apa artinya tamak? Jika aku tidak tamak. Aku tidak akan menjadi orang kaya seperti ini. Dan kamu adalah seorang suami yang tidak berguna bagiku. Kerjaanmu hanyalah mabuk-mabukan!" ejek Cathy.
"Kamu sudah mulai membuat masalah denganku. Cepat atau lambat kamu akan hancur di tanganku. Jangan pernah menyesali perbuatanmu itu. Kamu memang orang yang tidak tahu terima kasih!" geram Damar.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan?" tanya Cathy.