
“Mama mau usul apa?” tanya Dewa yang memutuskan duduk di sofa.
“Bisa tidak D'Stars Inc dan DT Groups digabung menjadi satu?” tanya Tarra.
“Aku memiliki rencana perusahaan yang berada di indonesia aku berikan ke Dita,” jawab Dewa.
“Maksudku Dita tidak mau bekerja sebagai seorang CEO. Dita ingin mengembangkan bakatnya ke fashion. Mama sudah mencobanya dan memaksa untuk bekerja sebagai CEO. Tapi tidak menolak mama secara mentah-mentah,” ucap Tarra.
“Lalu aku harus bagaimana? Aku sekarang memiliki masalah banyak ma. Aku tidak akan mungkin berada di sisi Dita terus,” ujar Dewa. “Apakah mama tahu jika Khans Company sedang membutuhkan ahli waris?”
Tarra hampir melupakan hal itu. Ia juga bingung dengan beberapa pihak mendesak papa mertuamu itu untuk mengumumkan ahli waris secepatnya. Iya akhirnya memutuskan untuk duduk di hadapan Tarra. Wanita paruh baya itu pun merasa kasihan kepada Sang putra. Mau tidak mau Sang putra harus turun tangan melindungi sang ahli waris.
“Mama tahu itu. Berita itu semakin lama semakin besar. Entah bagaimana nasib Sascha sebenarnya? Cepat atau lambat nyawa sosial sedang terancam,” ucap Tara.
“Aku pun juga. Aku berpikir semua akan baik-baik saja setelah Sascha ditemukan. Tapi nyatanya tidak sama sekali. Aku tahu ketika Sascha keluar dari persembunyiannya banyak pihak yang meragukan. Mereka akan berusaha untuk menendang Sascha dari ahli waris,” ucap Dewa dengan lemah.
“Kalau begitu kamu harus menggabungkan perusahaan kamu dan perusahaan papa mertuamu menjadi satu. Setelah menjadi satu maka kamu harus mengganti namanya. Itu sepertinya jalan yang terbaik,” usul Tara.
“sepertinya ini harus dibicarakan oleh Mama dan Papa. Aku tidak bisa mengambil keputusan tanpa mereka ketahui. Lalu bagaimana dengan mereka yang sedang cuap-cuap meminta ahli waris?” tanya Dewa serius.
“Kamu bisa membukanya dengan cara kerjamu yang epic bersama Sascha. Jika kamu bisa membuktikan semuanya dan membawa mereka ke atas awan, maka semua pihak tidak akan berkutik sama sekali. Kamu harus sadar bahwa di belakang mereka ada tiga orang yang ingin merebut Khans Company,” kata Tarra sambil memberitahukan siapa musuh sebenarnya di belakang berbagai pihak.
“Aku tahu itu ma. Aku sudah memberitahukan kepada Sascha. Aku berusaha untuk terbuka agar masalah ini nggak aku tutup-tutupi di hadapan Sascha,” ucap Dewa.
__ADS_1
“Ide bagus itu. Mama ingin melihat Sascha bisa menyamai kamu. Suatu Hari nanti kalian bisa dinobatkan menjadi pasangan romantis dalam dunia bisnis,” celetuk Tarra.
“Apakah masalah Dita udah selesai?” tanya Dewa.
“Sudah. Aku mau minta Tommy untuk mengurus kasus ini. Kemungkinan besar santri akan dipenjara dalam waktu yang lama. Mama juga ingin Dita kembali ke Amerika,” jawab Tara.
“Jika kita kembali, lalu bagaimana dengan syutingnya?” tanya Dewa.
“Mama menyuruhnya berhenti dan mengganti pinalti,” jawab Tara yang disetujui oleh Dewa.
“Sepertinya itu bagus. Aku juga kasihan hampir setiap hari Dita tidak bisa libur sama sekali,” ujar Dewa. “Berapa denda yang harus dibayar?”
“Sekitar lima miliar,” jawab Tara.
Dewa berpikir sejenak dan memandang Tara. Jujur Dewa tidak keberatan harus mengeluarkan uang segitu besar membayar pinalti. Namun dirinya bingung dan mencari cara agar masyarakat Indonesia tahu kenapa Dita keluar. Tara semakin bingung dengan Dewa memandang wajahnya.
“Bukan maksud aku nggak bisa bayar. Aku bingung dengan image Dita menjadi artis itu. Tiba-tiba saja Dita keluar nanti banyak masyarakat membicarakannya. Kenapa keluar? Apakah Dita sedang ada masalah dengan PH?” jawab Dewa yang membuat sang Mama terkejut.
“Semua orang tidak akan paham dengan jadwal kerjanya Dita. Aku sebagai mamanya sangat kasihan. Dari pagi ketemu pagi selalu di tempat syuting. Saat pulang ke sini aku tidak bisa bertemu dengannya. Kita bisa membuat konferensi pers dengan alasan Dita ingin melanjutkan sekolahnya yang tertunda,” jelas Tara.
“Itu ide bagus. Kemungkinan besar masyarakat akan percaya akan hal itu. Aku ingin Dita bisa berkembang dalam bidang lain,” imbuh Dewa.
“Apa yang kamu lakukan setelah menikah nanti?” tanya Tara.
__ADS_1
“Aku akan pulang ke sini untuk menggembleng Sascha. Aku masih tetap memimpin perusahaan D'Stars Inc selama beberapa bulan ke depan. Tapi aku akan turun jabatan untuk menjadi asisten Sascha,” jawab Dewa dengan serius. “Apakah mama setuju dengan rencanaku?”
“Mama setuju saja dengan rencanamu itu. Mama berharap kamu bisa menjadikan Sascha sebagai wanita sukses di segala bidang,” jawab Tara yang menyetujui rencana Dewa. “Tapi, apakah kamu tidak keberatan jika turun jabatan sementara?”
“Tidak ma... Jika Sascha berhasil dan menjadikan seorang wanita sukses maka aku tidak malu. Aku akan membuat cerita hidupku dalam bingkai yang indah. Setelah itu aku ingin menceritakan kisah ini kepada anak cucuku kelak. Bahwa wanita bersamaku adalah wanita hebat,” jelas Dewa yang membuat Tara terharu karena sang putra sangat menghormati wanita.
“Kalau begitu lakukanlah. Mama akan mendukungmu hingga tujuanmu tercapai. Tapi kamu harus berhati-hati karena musuh sedang mengincarmu. Terutama Jayden. Suatu saat nanti Kakek Aoyama akan menyerahkan tahta kepadamu,” ujar Tara.
“Apakah Mas Kobe tidak mau menerima tahta tersebut?” tanya Dewa.
“ Sedari dulu kakek sudah menawarkan ke Kobe untuk dijadikan ahli waris. Tapi Kobe tidak mau malah menolak mentah-mentah dan akan fokus pada dunia musik,” jawab Tara.
“Kalau begitu ini sangat berat. Aku berharap Mas Kobe mau terima tongkat estafet Nakata’s Groups,” kata Dewa.
“Meskipun Kobe membesarkan band-nya, Kobe akan membantumu Jika ada masalah berat. Dia akan tetap menjadi kepala pasukan khusus untuk memecahkan masalah-masalah berat di pusat dan cabang-cabang lainnya. Aku harap kamu mengerti soal itu. Dan mama sudah pernah membicarakan ini dengan kakekmu. Jika Khans bergabung maka mau tidak mau kamu harus meleburnya menjadi satu. Kamu bisa menjadikan Katana's Groups sebagai pusat,” terang Tarra.
“Nanti aku pikirkan terlebih dahulu untuk rencana selanjutnya. Jujur Papa mertuaku kemungkinan setuju. Aku sudah memikirkan banyak pihak yang ingin merebut perusahaan Sascha,” kata Dewa.
“Kamu bisa meminta bantuan teman-temanmu itu untuk melebur menjadi satu. Jika kamu berhasil meleburnya mereka akan kembali ke perusahaannya masing-masing. Kemungkinan besar kamu harus mandiri,” saran Tara.
“Aku minta mereka meleburkan semua perusahaannya menjadi satu di Nakata's Groups,” kesal Dewa yang mendapat berita yang tidak mengenakkan.
“Kamu ternyata licik juga ya... Pandai membuat teman-temanmu kelimpungan. Mereka adalah ahli waris sesungguhnya di perusahaan besar yang berpengaruh di dunia,” kesal Tara.
__ADS_1
Dewa tertawa terbahak-bahak melihat sang Mama kesal. Dulu sebelum masuk ke dalam perusahaannya, seluruh teman-temannya sudah membuat perjanjian satu sama lain. Mereka akan menjadikan perusahaan tersebut menjadi satu bersama Dewa. Namun Tara tidak tahu kalau mereka akan membentuk sebuah perusahaan adidaya di dunia.
“Dewa?” geram Tara terhadap sang putra.