
Tara segera meninggalkan mereka di sana. Lalu Tara menarik tangan Dewa untuk ke ruangan tadi. Tara tahu kalau Dewa sudah begini ada yang harus dibicarakan.
Sesampainya di ruangan sana Tara menutup pintunya sambil menyalakan lampunya. Wanita paruh baya itu sangat membenci dengan yang namanya gelap. Jadi terpaksa Dewa merasakan cahaya terang dalam ruangan favoritnya itu.
"Ada apa?" tanya Tara.
"Kenapa mama enggak cerita kalau papa pernah disekap oleh Jayden?" tanya Dewa dingin.
"Mama enggak cerita karena kamu saat itu sibuk. Untung saja Gerre sedang berada di sini. Mama bisa meminta bantuan Gerre,'' jawab Tara.
"Mama seharusnya cerita dengan kejadian tersebut. Devan adalah papaku. Biar bagaimanapun juga dia adalah keluargaku,'' kesal Dewa. "Motif apa yang dilakukan oleh Jayden ketika menyekap papa?''
"Mama tidak tahu,'' jawab Tara yang sedang menyembunyikan sesuatu.
Dewa mendekati Tara dan menatap wajah Tara. Entah kenapa Dewa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang mama.
"Ma,'' panggil Dewa lembut.
Ketika Dewa melembutkan suaranya, Tara langsung merinding. Tara diam dan tidak bisa berkutik. Bagaimana bisa sang putra memiliki sifat seperti itu? Sifat lembut tapi mematikan.
"Ma,'' panggil Dewa sekali lagi.
"Iya wa,'' sahut Tara yang mulai menetralkan perasaannya.
"Jika mama tidak mau cerita maka Dewa akan meminta Leo untuk mencari informasi,'' ancam Dewa dengan nada datar.
Mendengar nama Leo, Tara menghembuskan nafasnya. Tara tahu kalau Leo adalah seorang hacker yang terhebat di dunia ini. Tara menatap Dewa yang berubah datar langsung menghempaskan bokongnya, "Lebih baik kamu duduk terlebih dahulu!"
Dengan malasnya Dewa akhirnya menuruti apa yang diminta oleh Tara. Tara mulai memandang wajah Dewa yang mirip sekali dengan Devan.
"Sepertinya mama enggak perlu cerita. Ini hanya kesalahpahaman saja," celetuk Tara.
"Kesalahpahaman bagaimana?" tanya Dewa yang tersenyum manis sambil meraih ponselnya dan menatap layar ponselnya.
"Oke mama cerita,'' ucap Tara. "Jayden ingin menghancurkan markas besar Black Tiger."
"Sudah aku duga,'' ucap Sascha yang tersenyum manis.
__ADS_1
"Kenapa kamu tersenyum manis?'' tanya Tara.
"Mama tahu kenapa Jayden ingin membumihanguskan markas? Karena Jayden ingin menguasai Nakata's Groups. Selama ini kan Jayden tidak bisa melakukannya karena Black Tiger dan Red Wolf telah melindungi Nakata's Groups dan seluruh perusahaan yang masih berkaitan. Makanya Jayden langsung menyerang Black Tiger,'' ujar Dewa yang menganalisis keadaan.
"Kenapa Jayden ingin menguasai Nakata's Groups?" tanya Tara.
"Karena Jayden sakit hati dengan Kakek. Mama tahu enggak selama ini, Jayden membuat ulah dengan cara berkhianat untuk bekerja sama dengan rival kakek yaitu Carlos Wu. Disinilah kakek memecatnya dan tidak memberikan kompensasi apapun,'' jelas Dewa.
"Kok aku baru tahu?'' tanya Tara.
"Lha... mama kemana saja? Sebenarnya Sascha tahu kok masalah ini. Makanya Sascha didaulat untuk menjadi pasukan khusus,'' tambah Dewa.
"Kok mama enggak tahu?" tanya Tara lagi.
"Lagian mama kudet," jawab Dewa.
"Apa itu kudet?" tanya Tara.
"Kurang update di Nakata's Groups. Lagian mama terlalu serius dengan yang namanya dunia persilatan bawah tanah," jawab Dewa yang meledek Tara.
"Dasar kurang ajar kamu!" maki Tara.
"Apakah kamu mau menjadikan Aulia seorang wanita tangguh?" tanya Tara.
"Ya... Aku memang ingin menjadikan ratu mafiaku. Tapi mama enggak boleh ikut campur dalam hal ini. Biarkan aku yang mendidik sendiri ilmu bela diri dan pengetahuannya. Selain itu juga aku akan membebaskan Sascha untuk mengekspresikan perasaannya," jawab Dewa dengan semangat.
"Kamu memang hebat melakukannya," puji Tara.
"Belum apa-apa sudah dipuji," kesal Dewa hang tidak ingin dipuji.
"Jadi jika Sascha tahu?" tanya Tara.
"Enggak apa-apa. Sascha sudah menjadi bagian Black Tiger," jawab Dewa. "Kalau begitu aku mau keluar ma. Aku ingin mengajak Sascha pulang. Besok siang Sascha harus mengadakan pertemuan para pemegang saham untuk menentukan CEO perusahaan DT Groups," pamit Dewa.
"Jangan dulu. Kita akan membahas ini dengan serius. Bukannya kamu akan pindah ke Amerika setelah ini?" tanya Dewa.
Dewa hampir melupakan rencananya itu. Cepat atau lambat Dewa dan Sascha akan menetap di Amerika untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya. Dewa akhirnya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Ya... Beberapa bulan lagi aku sama papa bertukar posisi," ujar Dewa.
"Kalau begitu Sascha akan mengakuisisi perusahaan milik Theodore," ucap Tara.
"Apakah mama tahu kalau Sascha membeli semua saham milik DT Groups dan Masters Corps?" tanya Dewa.
"Apa sih yang mama enggak tahu? Kamu tahukan kalau Sascha memang sengaja membelinya karena ingin mempertahankan dari Theodore Yi. Sedari dulu kita sudah bermusuhan dengan Theodore sebelum kamu lahir," jawab Tara.
"Benarkah itu?" tanya Dewa. "Jadi selama ini?"
"Maaf... Mama membuka tabir rahasia yang telah kami sembunyikan," jawab Tara.
"Oh... Kebetulan sekali. Dewa akan menyeret Theodore Yi ke penjara. Tidak lupa juga dengan Rosita Yi. Sascha sudah memiliki barang bukti cukup," ucap Dewa yang tersenyum.
"Sascha ternyata sebelas dua belasnya Gerre. Cepat atau lambat Sascha akan memiliki sifat seperti Gerre yang bijaksana," puji Tara.
"Apakah mama mengijinkan aku menikahi Sascha?" tanya Dewa.
"Sedari dulu mama sudah mengijinkan kamu menikah dengan Sascha. Tapi kapan akan terlaksana. Jangan salahkan mama jika Sascha diambil oleh pria lain!" kesal Tara.
"Tenang ma. Dua Minggu lagi. Setelah kasus ini selesai aku akan mengajak Sascha ke Indonesia. Aku ingin mengajak Sascha meeting dengan pegawaiku,'' ujar Dewa.
"Baiklah. Tapi jangan sampai Sascha bertemu dengan Billi dan keluarganya,'' pesan Tara.
"Tommy sudah memenjarakan mereka. Karena mereka membuat ulah di perusahaan. Mereka mencari Sascha untuk kembali ke Billi. Tapi Sascha sudah tidak mau,'' sahut Dewa.
"Baguslah Sascha menolak. Sascha berhak hidup bahagia,'' kata Tara.
"Aku tidak bisa membayangkan kalau Billi sekeluarga tahu Sascha menikah denganku. Aku enggak tahu reaksi apa. Selama ini mereka menipu dan mengambil uang Sascha begitu saja,'' imbuh Dewa. "Aku memang sengaja meminta Sascha tidak menikahi Billi. Keluarga besarnya manis ketika Sascha memiliki uang. Jika tidak memiliki uang Sascha akan dimaki.''
Tara menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Keluarga yang amazing ternyata. Kerjaannya hanya memeras dan enggak mau usaha.''
"Dan mama tahu, siapa yang menculik Sascha ketika masih kecil di Okinawa?" tanya Dewa.
"Sampai saat ini pelakunya belum ketemu,'' jawab Tara.
"Mama akan tercengang siapa pelakunya. Pelakunya adalah kedua orangtuanya Billi. Mereka bersengkongkol untuk menculik Sascha. Sampai saat ini aku masih mencari motifnya. Apakah di belakang mereka masih ada lagi? Atau mereka sengaja melakukannya agar Papa Gerre drop,'' imbuh Dewa.
__ADS_1
"Lebih baik kamu cari hingga mendetail. Saran mama jauhkan Sascha dari keluarga Billi. Jika Sascha berdekatan dengan mereka maka akibatnya akan berdampak buruk bagi Sascha, Mama enggak mau itu terjadi,'' pesan Tara.
Sebelum berdiri ponsel Dewa berdering. Dewa melihat nama yang tertera di layarnya. Kemudian Dewa menggeser lambang warna hijau itu sambil menyapa, "Halo.''