Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
FEELING GERRE.


__ADS_3

“Jangan pernah meremehkan aku soal menganalisis orang yang tidak dikenal. Di tanganku semuanya pasti berhasil. Aku yakin orang ini tidak asing lagi,” jawab Leo sambil tersenyum devil.


“Sepertinya kamu harus belajar soal menganalisis orang yang tidak dikenal melalui aplikasi rahasia milik Leo?” celetuk Devan.


“Aku pasti melakukannya pa. Aku juga ingin belajar menganalisis foto-foto dari orang yang berkaitan satu sama lain. Bisa saja aku menggolongkan musuh Papaku dan juga musuh pribadi itu sendiri,” jelas Eric.


“Ya kamu harus bisa melakukannya. Kamu kan memiliki Papa dari dunia bawah tanah. Kamu bisa mencegah serangan demi serangan sebelum terjadi. Gara-gara aku, musuh Black Tiger menyerah terlebih dahulu. Dewa pun semakin kesal karena tidak ada peperangan yang besar,” ucap Leo yang membuat Devan tersenyum.


“Bukankah lebih asyik jika tidak ada peperangan antar geng mafia?” tanya Gerre.


“Papa benar. Kita memang harus melakukan atau membuat perdamaian di dunia ini. Tapi yang namanya bawah tanah tidak akan pernah damai karena selalu bergesekan satu sama lain,” jawab Eric. “Bagaimana kalau Black Swan dipegang oleh Aulia ya? Sepertinya itu sangat mengasyikkan.”


“Jangan pernah melakukan hal yang bodoh. Karena itu tidak akan pernah terjadi sama sekali. Aulia tidak akan pernah atau tidak akan mau memegang Black Swan. Kalau kondisinya semakin mencekam, bisa memegangnya dan membawa bendera peperangan untuk menghabisi mereka satu persatu,” jawab Gerre yang meraih botol air mineralnya dan membukanya.


“Jangankan papanya. Dewa juga tidak akan membiarkan Aulia memegang Black Swan. Yah kita pikirkan saja nanti. Lebih baik kita berkemas dan berangkat pagi untuk menuju bandara. Semoga saja masalah ini cepat selesai,” ucap Devan sambil berdoa agar masalah ini cepat selesai.

__ADS_1


Sebelum mereka bubar, Leo sangat terkejut sekali. Ia memandang wajah pria itu dan memberikan ponselnya kepada Eric. Sembari Eric melihat wajah pria itu, Leo pun bertanya, “Sepertinya wajah itu tidak asing lagi buat kita. Dia kan bekas musuh Black Swan. Yang di mana musuh itu yang sudah pernah menghancurkan markas Black Swan sendiri. Papa Gerre pasti sangat mengenalnya.”


Mata Eric membelalak sempurna. Ia juga sangat terkejut sekali melihat wajah orang seperti tidak asing lagi di matanya itu. Ia tersenyum iblis sambil berkata, “Kamu tahu, orang ini adalah orang yang mau menggagalkan rencana pengiriman senjata. Aku memang sendiri mengepung orang itu lalu membakar markasnya. Kejadian ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Dia adalah seorang pria penjilat yang suka mengambil keuntungan dari peristiwa yang sedang terjadi. Gara-gara itu, seluruh pengiriman senjata selalu gagal. Dan para pembeli pun sangat marah.”


Semua orang yang berada di sana sangat terkejut sekali. Bagaimana bisa ada salah satu orang yang selalu membuat masalah. Orang itu juga bekerja sama dengan nenek sihir. Gerre dan Devan menyimpulkan kalau orang itu akan mengambil keuntungan yang besar. Karena nenek sihir sendiri sudah mengerti pola pikir si orang tersebut.


“Sejujurnya aku nggak tahu siapa orang itu. Soalnya aku sendiri sangat kesal dan tidak pernah mau mencari identitas orang itu. Kecuali asisten pribadiku di bawah tanah ketika sedang melakukan transaksi. Dialah sangat cekatan untuk mencari informasi tersebut,” tanya Eric.


“Daniel memang begitu orangnya. Dia memang sering diandalkan oleh Dewa untuk mencari informasi ketika sedang kepepet. Untuk sekarang ini Daniel tidak pernah muncul ke permukaan terlebih dahulu. Karena Daniel memutuskan untuk diam di perusahaan pusat,” jelas Leo. “Sebentar aku akan mencari nama orang itu. Itu sangat gampang sekali dan mendeteksi musuh besar melalui Black Tiger maupun Black Swan.”


“Untung Dewa masih sangat baik sama dia. Kalau Dewa sudah mengeluarkan taring. Dia tidak akan selamat sama sekali. Aku yakin orang-orang seperti itu adalah penjilat. Apalagi ditambah dengan kasus perebutan kekuasaan di perusahaan milik Aulia. Orang itu akan mendapatkan keuntungan yang besar dari Anette. Aku yakin Aulia akan tampil dengan sempurna dan menghancurkan mereka satu persatu tanpa bantuan dari Dewa,” jelas Leo yang sengaja memberikan ponselnya kepada Devan.


Sudah jelas-jelas Apa yang dilakukan oleh orang itu? Jika Dewa sampai mengetahuinya. Dewa akan membunuhnya dan menghancurkan orang itu. Ya Dewa memang harus tahu soal orang tersebut. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena orang itu sudah membuat kekacauan di perusahaan milik Aulia.


“Dewa harus tahu orang ini. Papa tidak bisa memberikan pengampunan terhadap orang itu. Papa yakin dia juga sudah mendapatkan informasi tentang Aulia. Bisa saja dia memutarbalikkan fakta. Karena uang yang diberikan nenek sihir itu lebih besar dari sebelumnya. Lebih baik kita bubar dan berkemas. Kita harus berangkat subuh,” ajak Devan yang beranjak berdiri lalu meninggalkan mereka.

__ADS_1


Dengan terpaksa mereka bubar dan mulai masuk ke kamar masing-masing. Mereka hari itu juga langsung berkemas. Mereka tidak mau masalah ini akan menjadi besar. Eric akhirnya mendapatkan firasat kalau orang itu akan menyerang dengan sangat cepat sekali.


Di Malam terakhir, Dewa mengajak Sascha untuk pergi ke pasar malam. Di sana mereka menghabiskan waktu dan melihat barang-barang yang sangat murah sekali. Memang sebelum berangkat menuju New York City, Sascha meminta Dewa untuk mengajaknya ke pasar malam. Dengan senang hati Dewa  menurutinya dan membelikan apapun yang diminta oleh sang istri.


“Bagaimana kabarnya Kak Tommy ya? Sepertinya Kak Tommy sedang dalam bahaya. Meskipun berada di Shanghai bersama Kak Choi?” tanya Sascha yang sedang memegang pernak-pernik perempuan.


“Oh ya aku belum bilang sama kamu. Sebelum kita berangkat ke New York. Kita akan mampir ke Shanghai terlebih dahulu. Kita akan bertemu dengan Tommy dan Choi di sana. Aku akan memberikan informasi buat Tommy. Kamu tahu kan, gadis yang akan dijodohkan oleh Tommy?” tanya Dewa.


“Iya aku mengetahuinya. Aku bilang kalau gadis itu sangat licik sekali. Dia akan memaksa Tommy untuk mengakui sang bayi. Tidak akan aku biarkan sama sekali. Jangan sampai Kak Tommy menuruti kepada orang tuanya itu. Sebab Kak Tommy sendiri akan hancur,” kesal Sascha.


“Kita harus menyelamatkannya terlebih dahulu. Menurut informasi terakhir, gadis itu sedang mencari keberadaan Tommy dan menyewa mata-mata yang cukup terkenal di dunia ini. Mata-mata itu berasal dari perusahaan swasta agen rahasia yang bermarkas di Kanada,” jelas Dewa. “Kedua orang tuanya Tommy mendukung sepenuhnya dan membiarkan gadis itu melakukan semaunya.”


“Apakah itu benar?” tanya Sascha yang sangat terkejut sekali atas pernyataan dari Dewa.


 

__ADS_1


__ADS_2