
“Memang kita adalah sahabat sejak SMP. Tapi untuk urusan hidup aku tidak ingin mencampurkan dengan urusan pribadi,” jawab Tommy yang merasa tidak enak hati.
“C’mon brother... jangan pernah sungkan dengan masalah hidupmu. Aku bisa menjadi pendengar baik dan memberikan solusi. Meskipun semuanya tidak ada yang beres,” pinta Dewa sangat menginginkan masalah Tommy cepat selesai.
“Masalahnya adalah ini ceritanya mamaku. Aku tidak habis pikir kenapa ini semuanya terjadi sama aku?” tanya Tommy.
“Jadi selama ini, kakak enggak pernah akrab dengan keluarga? Terutama pada mama,” tanya Sascha yang membuat Tommy menganggukkan kepalanya.
“Ya... bagaimana bisa akur? Kalau ceritanya mamanya enggak peduli sama sekali? Dulu sewaktu kesana bareng-bareng lainnya enggak pernah disambut. Malahan kami disebut anak berandalan. Padahal kami bukan anak berandalan. Yang lebih nyesek banget, mamanya itu tidak pernah senyum sama sekali. Malah kaya merendahkan kami semuanya,” jelas Dewa ingat akan masa lalunya itu.
“Segitunya. Jadi aku bisa menarik kesimpulan kalau Kak Tommy disini sebenarnya tidak bersalah sama sekali. Ada misteri yang sengaja ditutupi agar Kak Tommy tidak tahu. Jujur saja semenjak tinggal bersama Pak Andika dan Ibu Nirmala mereka tidak pernah menutupi silsilah keluarganya itu. Bahkan aku mengenal semuanya,” jelas Sascha.
“Beda... cara memandang orang juga sangat berbeda. Padahal kami kesini sering memakai baju yang tidak bermerek sama sekali. Lalu kami jarang sekali memakai baju rapi. Ditambah lagi pas waktu itu aku belum memotong rambut sama sekali. Kamu tahu sendiri kan pada waktu itu aku sengaja memanjangkan rambut? Aku malah menginginkan berdandan menjadi rocker. Mereka tersenyum aku datang kesana. Kalau pulang mereka berharap sekali aku datang meski dengan dandanan seperti itu,” jelas Dewa.
__ADS_1
“Betul juga. Memang ibu sama bapak tidak pernah sama sekali memandang orang dengan mata sinis. Mereka sangat lembut sekali dan sangat perhatian. Jika teman-teman sekolahku tidak datang malah ditanya. Mau tidak mau aku menyuruhnya datang. Sampai-sampai mereka sungkan kepada bapak dan ibu,” sambung Sascha.
“Keluargamu enak Sa. Kamu tinggal bersama ibu dan bapak penuh kasih sayang. Terus kamu menemukan kedua orang tuamu kandung mereka juga sangat menyayangimu. Aku ya sudah diceritakan sama Dewa. Keluargaku sangat aneh sekali,” jelas Tommy.
“Tapi aku tidak pernah mengeluh sama sekali. Aku membiarkan saja. Aku sengaja tumbuh liar seperti rumput di jalanan. Aku bertemu dengan Dewa hidupku menjadi berubah seperti ini,” tambah Tommy yang tersenyum bahagia akan kehidupannya sekarang.
“Seharusnya sih kamu bisa hidup bahagia tanpa mereka. Kamu memiliki hidup yang enggak bisa dikekang. Cari jodoh sesuai dengan keinginan kamu. Jangan mau kamu disuruh menikah dengan si A si B atau si C. Sebab yang akan menjalani hidupmu adalah kamu. Bukan mereka,” jelas Dewa.
“Ada enaknya... ada enggaknya kalau dijodohin. Kalau aku memilih mending enggak usah dijodohin. Rata-rata pernikahan nantinya akan diatur oleh orang tua. Enggak boleh begini dan enggak begitu. Jadi hidup kita terkekang,” sahut Sascha yang sudah survey.
“Memangnya kita dijodohin?” tanya Sascha yang mengerutkan keningnya.
“Kamu enggak tanya sama mama? Dulu memang mereka sepakat menjodohkan aku sama kamu sebelum mereka menikah. Kamu tahu sendiri kalau mama kita adalah seorang model? Jadinya kemana-mana selalu bersama. Ditambah lagi mereka memiliki rasa persahabatan dengan kental,” jelas tambah Dewa.
__ADS_1
“Jadinya pernikahan ini adalah?” tanya Sascha.
“Pernikahan ini karena perjodohan dari para mama,” jelas Dewa.
Seketika Tommy tertawa terbahak-bahak melihat Sascha bingung. Ia merasa lucu karena Sascha tidak paham apa artinya perjodohan.
“Tom, apakah kamu mendukungku tentang penjelasanku?” tanya Dewa.
“Iya dech... sebenarnya aku sendiri enggak tahu tentang masa kecilmu,” jawab Tommy yang tidak tahu dengan masa kecilnya Dewa.
“Aku memang enggak pernah cerita masa kecilku dengan orang lain. Aku sengaja membingkainya dengan sangat indah sekali. Tapi ada kesedihan yang mendalam di dalam hidupku. Aku telah kehilangan teman kecilku,” jelas Dewa.
“Jangan bersedih kembali. Teman kecilmu itu sekarang menjadi istrimu dan sebentar lagi kalian akan memiliki seorang anak yang sangat lucu sekali,” ucap Tommy.
__ADS_1
“Semaunya akan indah pada waktunya,” sambung Sascha. “Apakah kakak akan berencana akan menikah setelah ini?”