
"Ya itu benar. Dia adalah nenekku," jawab Sascha yang terpaksa berbohong.
"Apakah kamu cucunya?" tanya pria itu.
"Sebelum kita mengobrol terlalu jauh. Perkenalkan nama kamu siapa?" tanya Sascha yang sok akrab dengan pria itu.
Dewa merasa kesel terhadap sang istri. Karena sang istri sangat akrab sekali dengan Sascha. Bayangkan saja Sascha tiba-tiba saja akrab sekali dengan pria tersebut. Lalu pria itu menanggapinya dengan penuh kehangatan.
"Oh ya namaku adalah Daniel. Aku adalah seorang pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap," jawab Daniel nama pria itu.
Sascha tidak sengaja melihat dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Bahkan Sascha sendiri sangat terkejut atas luka bakarnya yang dialami oleh pria tersebut.
"Kenapa dengan wajahmu itu?" tanya Sascha.
"Ada orang yang tidak sengaja membakar lukaku. Aku sering memergoki orang tersebut bertransaksi barang haram," jawab Daniel.
"Maksud kamu apa?" tanya Sascha yang tidak paham.
"Ada orang yang sengaja membakar lukaku. Ketika aku sedang memergoki orang tersebut sedang menjual senjata ilegal ke mafia lainnya," jawab Daniel.
Dewa dan Bima sangat terkejut sekali. Mereka tahu siapa yang membakar si Daniel tersebut. Akan tetapi mereka memilih untuk diam terlebih dahulu.
"Lagian juga kamu suka usil sih pengen tahu urusan orang lain," ucap Sascha.
__ADS_1
"Bukannya aku usil. Aku memang ditugaskan untuk mencari orang-orang yang berbuat curang terhadap negara," kesal Daniel.
"Jadi, kamu ini adalah seorang kepolisian ya?" tanya Sascha.
"Memang Aku ini seorang kepolisian dari negara Washington DC. Jadi aku ditugaskan untuk mencari informasi tersebut," jawab Daniel.
"Lalu kenapa kamu membantu si nenek sihir itu? Kamu bisa-bisanya jujur sama kami," ucap Sascha yang menjauhi Daniel.
"Masa kamu nggak kenal aku sih? Aku dulu teman masa kecilmu bersama Dewa," jawab Daniel lagi.
Dewa dan Bima sangat terkejut mendengar pernyataan dari Daniel. Mereka berdua saling memandang dan menatap wajah Daniel. Mereka mengerutkan keningnya lalu berdiri untuk memutari tubuh kekar Daniel itu.
"Aku nggak kenal kamu. Kamu siapa juga aku tidak paham," kesal Dewa yang tidak ingin disangkut pautkan oleh pihak kepolisian.
"Kamu bodoh atau apa sih? Bukankah kita pernah mengambil fakultas yang sama di Harvard," ucap Daniel dengan jujur sambil menatap wajah Dewa.
"Aku nggak kenal dia," jawab Dewa dengan cepat.
"Ternyata suamimu sudah amnesia ya?" tanya Daniel.
"Di mana kamu tahu kalau aku sudah menikah? Badanku adalah pernikahan tertutup. Aku tidak pernah memberitahukan kepada siapapun," jawab Sascha.
"Namanya Daniel Sturridge. Dia asli orang New Jersey. Dia memiliki keluarga di sana. Hanya dia yang menetap di New York," ucap Bima yang baru sadar atas Daniel.
__ADS_1
"Dia juga teman sekolahku dulu," sahut Daniel.
"Apa-apaan kamu ini? Apakah kamu ingin mencoreng seragam kamu yang sering dipakai?" tanya Dewa yang sebenarnya sudah tahu kalau Daniel itu adalah polisi.
"Aku nggak mencoreng seragamku. Pihak kepolisian sedang mencari nenek sihir itu. Aku tahu siapa-siapa yang terlibat dengannya dan juga korban sesungguhnya. Ternyata kalianlah yang korban sesungguhnya. Jadi aku diam-diam masuk ke dalam Black Tiger dengan mudah. Terus aku sengaja keluar mencari informasi tentang dirimu. Aku tahu siapa yang membakar wajahku ini. Dia adalah Eric anaknya Paman Pablo. Aku kira Eric sengaja menjual senjata itu untuk nenek sihir. Ternyata aku baru tahu kalau Eric menjual ke mafia lainnya," jelas Daniel.
"Terus kamu yang ditugaskan untuk mendekati si nenek sihir itu?" tanya Dewa yang mulai curiga.
"Memang aku sengaja ditugaskan untuk mendekati nenek sihir itu. Aku juga sengaja membantu kalian semuanya. Soal wajahku terbakar ini itu sudah resiko. Aku sudah memaafkan Eric," jawab Daniel.
'Tapi ya kamu jangan berbuat konyol seperti itu. Aku akan menanggung semua operasimu itu. Dan aku tanya kenapa kamu tinggal di sini? Bukankah departemenmu sudah memberikan rumah yang bagus?" tanya Dewa bertubu-tubi.
"Rumahku sudah sangat bagus sekali. Aku di sini memang sedang menyamar untuk menjebak si nenek sihir itu. Seluruh pihak kepolisian dan interpol sudah gerah melihat kelakuan si nenek sihir itu. Mau ditangkap malah kabur duluan," jawab Daniel.
"Kenapa kamu membantu si nenek sihir itu?" tanya Sascha.
"Aku memang sengaja menjebaknya. Jika tidak nenek sihir itu akan kabur dari negara ini," jawab Daniel.
"Kenapa bisa kabur? Bukannya nama nenek sihir itu sudah tercatat dalam daftar pencarian orang?" tanya Bima.
"Kamu harus mengetahui satu hal tentang si nenek sihir itu. Jika si nenek sihir itu sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia akan kabur dibantu oleh Jackie Lari," jawab Daniel. "Si nenek sihir itu akan menetap di Ontario Kanada dan tidak akan kembali lagi ke New York dengan mudah. Mumpung saat ini si nenek sihir itu ingin mengambil perusahaan milik Aulia. Jadi aku bersama teman-temanku harus bergerak cepat. Aku memang sengaja memancing kalian agar keluar dari kandang."
"Ternyata nggak kita aja yang mengejar dia. Jujur aku memang ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri," kesal Sascha.
__ADS_1
"Nggak semudah itu yang kamu lakukan. Kenapa kamu tidak menanyakan akan hal itu?" tanya Daniel.
"Tanya apa?" tanya Dewa balik.