
“Terima kasih sayangku.Aku akan membawanya ke Amerika.
Sejujurnya aku sangat menyesalinya,” ucap Sascha.
“Untung saja kamu sangat menerima mobilmu itu,” ungkap Dewa
dengan hati yang bahagia.
“Aku memang sangat memperbaikinya.Tapi kalau sayang pada
orang itu beda namanya,” ujar Sascha.
“Jangan sampai kamu membalas pria lain.Hanya akulah
pria yang pantas untuk kamu sayangi dan cintai,” pesan Dewa.
“Aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam.Kamu
sudah membuatku nyaman di dalam pelukanmu itu.Kita sudah dewasa.Tidak perlu
takut untuk menjalani kisah cinta ini.Bagi yang ingin selingkuh itu tandanya
orang yang menjalaninya kurang dewasa dan kurang menerima apa yang telah
memilikinya.Aku tahu setiap manusia memiliki sifat serakah seperti itu.
Tapi aku berusaha untuk menghindarinya.Banyak sekali pria tampan
mengejar-ngejar aku dan meminta jadi kekasih.Saya menolaknya mentah-mentah.Sebab
Kamu adalah pria yang sangat sempurna buat aku,” ungkap Sascha yang membuat
Dewa tersanjung.
Sascha melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul
08.00 pagi.Yang artinya Sascha harus keluar dari apartemen untuk menjemput
Dita.Sascha mendekati Dewa dan meminta uang kecil.Namun yang diberikan oleh
Dewa adalah batangan emas yang berada di dompetnya itu.Sascha tertawa
mendapatkan emas batangan itu.Dirinya baru sadar kalau Dewa suka menyimpan
emas batangan di dompetnya.
“Saya tidak bisa membayangkan jika membeli bubur ayam
memakai uang seperti ini,” ucap Sascha.
“Aku nggak punya uang kecil,” sahut Dewa yang masih
tangkap emas batangan itu.“lebih baik kamu tukarkan saja ke warung
setempat.”
“Kok aku lupa sesuatu.Harusnya uang ini saya berikan
kepada mereka agar bisa membeli beras.Karena yang saya dengar harga kebutuhan
pokok sekarang sedang naik.Ya sudah deh aku nggak jadi menukar uang itu.Siapa
tahu nanti aku bisa memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkannya,” kata Sascha
yang mengambil kunci mobil milik Dewa.“Aku akan memakai mobilmu.Soalnya
kunciku Marty yang memegangnya.”
"Tidak apa apa.Pakailah terlebih dahulu.Di ruang bawah tanah
masih ada dua lagi.Setelah selesai kamu mengurus semuanya.Kamu langsung ke
kantor dan jangan kemana-mana.Soalnya setelah selesai ini, saya akan memanggil Marty.
__ADS_1
Dian aku angkat sebagai manager pemasaran,” ucap Dewa yang membuat Sascha
terkejut.
“Apakah kakak nggak bercanda?”tanya Sascha.
“Aku nggak pernah bercanda sama sekali.Dia adalah
muridnya Ian.Diam-diam di belakangku Marty mempelajari dunia pemasaran dari
Ian.Bahkan Ian mengakui kalau bakatnya itu sangat epik sekali.Dia juga merekomendasikan
ke aku.Karena Marty sangat pantas mendapatkan semua ini.Kita tidak akan
mungkin menjadikan Marty sebagai pengawal secara terus menerus.Anak itu harus
menikah dan memiliki keluarga.Saya tidak ingin mengekangnya,” jelas Dewa.
“Saya setuju pendapat kakak.Udah deh Kak.Aku
berangkat terlebih dahulu.Saya berjanji akan langsung ke sana,” pamit Sascha.
Tak lama Dewa kemasan oleh Cathy.Ia langsung mendekati Sascha
sambil meraih kunci itu.Lalu sang istri bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Kemudian Sascha menatap wajah Dewa yang kebingungan, “Ada apa Kakak?”
“Kita berangkat bareng saja untuk menjemput Dita.Aku
ingat kalau Cathy dan Fatin bersatu.Feelingku merasakan kalau kamu sedang
dalam bahaya,” jawab Dewa yang mengambil dasi dan jasnya.
“Aku sekalian ngurus bayar denda buat Dita,” ucap Sascha yang
tidak ingin membuang waktu Dewa.
“Aku tahu itu.Tapi kamu harus menuruti apa kata-kataku.
pertama memiliki kesalahan yang cukup fatal dalam hidup.Tolong pahami aku
sekarang,” pinta Dewa.
“Baik,” balas Sascha yang menuruti keinginan Dewa.
Setelah mereka berdiskusi dengan panjang dan lebar.
Mereka memutuskan untuk keluar dari apartemen.Jujur Dewa baru sadar kalau sang
istri belum terlepas dari bahaya.Sebab kedua wanita iblis itu sedang mengincar
Sascha.Meskipun Dewa tidak menyuruh pengawalnya untuk menjadi mata-mata
mereka.Namun perasaan Dewa sangat kuat sekali.Ia tidak mau kejadian yang lalu
terulang lagi.Ia sangat mencintai Sascha dengan sepenuh hatinya.Baginya Sascha
adalah matahari dalam hidupnya.Itulah kenapa Dewa sangat mempertahankan
hubungan ini.
Cinta bisa membuat orang menjadi buta.Cinta juga bisa
membuat orang menjadi gila.Namun buat Dewa cinta itu adalah satu suku kata
yang sangat sakral sekali.Ia tidak ingin mengumbar kata-kata seperti itu
kepada orang lain.Ia sengaja menyimpan dan memberikan kepada wanitanya itu.
Meskipun dirinya tidak pernah mengatakan i love you kepada Sascha.Akan tetapi Sascha
tidak mempedulikan hal itu.Ia ingin selalu bersama dengan Dewa.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju ke tempat syuting Dita, Dewa
melihat ada sebuah mobil putih sedang membuntutinya.Hal itu sangat jelas
sekali karena mobil putih itu terlihat jelas di spion.Dewa masih
konsentrasi mengemudikan mobil.Tak sengaja dirinya bertanya kepada Sascha, “Warna
mobil Almond apa ya?”
“Mobil Almond warnanya hitam metalik.Kok aku merasakan
ada sesuatu di belakang mobil kita?”tanya Sascha kepada Dewa.
“Apa itu?”tanya Dewa.
“Di belakang mobil kita ada yang mengikuti yaitu mobil
putih.Aku rasa ini bukan mobilnya para pengawal,” jawab Sascha.
“Baiklah... Kita akan berhenti di kantor polisi.
Pagi-pagi begini aku belum punya tenaga penuh untuk memukul seseorang,” celetuk
Dewa.
“Memangnya kenapa Kak?”tanya Sascha.
“Saya belum memiliki tenaga apapun untuk menghajar mereka,”
ujar Dewa yang membaca Sascha tertawa.
“Ah sepertinya
ide yang bagus.Saya juga tidak akan mengeluarkan pukulanku pagi ini.Bukannya
Saya takut berantem.Jika orang itu mati di mata bagaimana?”tanya Sascha.
“Jangan seperti itu.Kamu adalah lubang kecil yang sangat
licik.Kamu tidak boleh menjadi petarung.Jadilah wanita barbar di sisiku,” ucap
Dewa yang mengalihkan mobilnya bukan ke arah kantor.“Kita lihat saja nanti.
Siapa orang yang membuntutiku.”
“Sebenarnya aku sudah curiga dengan mobil itu semalam.Karena
mobil itu membuntuti kita hingga ke apartemen.Ingin rasanya menegur tapi aku
urungkan niatku.Sebab kakak ingin bermain kuda-kudaan bersamaku,” tambah Sascha.
Dewa menahan tawanannya mendengar pengakuan sang istri.
Jujur lama-lama Sascha suka sekali menghibur dirinya.Hampir setiap hari Dewa
selalu tertawa atas tingkah konyol yang dimiliki sang istri.Setelah lampu
hijau Dewa langsung menancapkan gasnya menuju kantor polisi terdekat.Aku masih
melihat mobil itu dan mengikutinya.Dewa sangat geram sekali dan ingin
hentikan mobil itu.Namun keputusan di awal, Dewa akan berhenti dengan cepat
berada di kantor polisi.
Hanya beberapa detik saja, pria bertubuh kekar itu
akhirnya sampai di depan kepolisian.Dewa akhirnya memikirkan mobilnya di
sela-sela mobil polisi.Namun uniknya mobil itu malah berhenti.Ketika berhenti
sang sopir keluar dari mobil itu.Dewa tidak terkejut sama sekali.Siapa orang
__ADS_1
yang keluar dari mobil itu.
“Sepertinya aku mengenal orang itu?”tanya Sascha.