Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Menjemput Dita.


__ADS_3

“Terima kasih sayangku.Aku akan membawanya ke Amerika.


Sejujurnya aku sangat menyesalinya,” ucap Sascha.


“Untung saja kamu sangat menerima mobilmu itu,” ungkap Dewa


dengan hati yang bahagia.


“Aku memang sangat memperbaikinya.Tapi kalau sayang pada


orang itu beda namanya,” ujar Sascha.


“Jangan sampai kamu membalas pria lain.Hanya akulah


pria yang pantas untuk kamu sayangi dan cintai,” pesan Dewa.


“Aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam.Kamu


sudah membuatku nyaman di dalam pelukanmu itu.Kita sudah dewasa.Tidak perlu


takut untuk menjalani kisah cinta ini.Bagi yang ingin selingkuh itu tandanya


orang yang menjalaninya kurang dewasa dan kurang menerima apa yang telah


memilikinya.Aku tahu setiap manusia memiliki sifat serakah seperti itu.


Tapi aku berusaha untuk menghindarinya.Banyak sekali pria tampan


mengejar-ngejar aku dan meminta jadi kekasih.Saya menolaknya mentah-mentah.Sebab


Kamu adalah pria yang sangat sempurna buat aku,” ungkap Sascha yang membuat


Dewa tersanjung.


Sascha melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul


08.00 pagi.Yang artinya Sascha harus keluar dari apartemen untuk menjemput


Dita.Sascha mendekati Dewa dan meminta uang kecil.Namun yang diberikan oleh


Dewa adalah batangan emas yang berada di dompetnya itu.Sascha tertawa


mendapatkan emas batangan itu.Dirinya baru sadar kalau Dewa suka menyimpan


emas batangan di dompetnya.


“Saya tidak bisa membayangkan jika membeli bubur ayam


memakai uang seperti ini,” ucap Sascha.


“Aku nggak punya uang kecil,” sahut Dewa yang masih


tangkap emas batangan itu.“lebih baik kamu tukarkan saja ke warung


setempat.”


“Kok aku lupa sesuatu.Harusnya uang ini saya berikan


kepada mereka agar bisa membeli beras.Karena yang saya dengar harga kebutuhan


pokok sekarang sedang naik.Ya sudah deh aku nggak jadi menukar uang itu.Siapa


tahu nanti aku bisa memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkannya,” kata Sascha


yang mengambil kunci mobil milik Dewa.“Aku akan memakai mobilmu.Soalnya


kunciku Marty yang memegangnya.”


"Tidak apa apa.Pakailah terlebih dahulu.Di ruang bawah tanah


masih ada dua lagi.Setelah selesai kamu mengurus semuanya.Kamu langsung ke


kantor dan jangan kemana-mana.Soalnya setelah selesai ini, saya akan memanggil Marty.

__ADS_1


Dian aku angkat sebagai manager pemasaran,” ucap Dewa yang membuat Sascha


terkejut.


“Apakah kakak nggak bercanda?”tanya Sascha.


“Aku nggak pernah bercanda sama sekali.Dia adalah


muridnya Ian.Diam-diam di belakangku Marty mempelajari dunia pemasaran dari


Ian.Bahkan Ian mengakui kalau bakatnya itu sangat epik sekali.Dia juga merekomendasikan


ke aku.Karena Marty sangat pantas mendapatkan semua ini.Kita tidak akan


mungkin menjadikan Marty sebagai pengawal secara terus menerus.Anak itu harus


menikah dan memiliki keluarga.Saya tidak ingin mengekangnya,” jelas Dewa.


“Saya setuju pendapat kakak.Udah deh Kak.Aku


berangkat terlebih dahulu.Saya berjanji akan langsung ke sana,” pamit Sascha.


Tak lama Dewa kemasan oleh Cathy.Ia langsung mendekati Sascha


sambil meraih kunci itu.Lalu sang istri bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Kemudian Sascha menatap wajah Dewa yang kebingungan, “Ada apa Kakak?”


“Kita berangkat bareng saja untuk menjemput Dita.Aku


ingat kalau Cathy dan Fatin bersatu.Feelingku merasakan kalau kamu sedang


dalam bahaya,” jawab Dewa yang mengambil dasi dan jasnya.


“Aku sekalian ngurus bayar denda buat Dita,” ucap Sascha yang


tidak ingin membuang waktu Dewa.


“Aku tahu itu.Tapi kamu harus menuruti apa kata-kataku.


pertama memiliki kesalahan yang cukup fatal dalam hidup.Tolong pahami aku


sekarang,” pinta Dewa.


“Baik,” balas Sascha yang menuruti keinginan Dewa.


Setelah mereka berdiskusi dengan panjang dan lebar.


Mereka memutuskan untuk keluar dari apartemen.Jujur Dewa baru sadar kalau sang


istri belum terlepas dari bahaya.Sebab kedua wanita iblis itu sedang mengincar


Sascha.Meskipun Dewa tidak menyuruh pengawalnya untuk menjadi mata-mata


mereka.Namun perasaan Dewa sangat kuat sekali.Ia tidak mau kejadian yang lalu


terulang lagi.Ia sangat mencintai Sascha dengan sepenuh hatinya.Baginya Sascha


adalah matahari dalam hidupnya.Itulah kenapa Dewa sangat mempertahankan


hubungan ini.


Cinta bisa membuat orang menjadi buta.Cinta juga bisa


membuat orang menjadi gila.Namun buat Dewa cinta itu adalah satu suku kata


yang sangat sakral sekali.Ia tidak ingin mengumbar kata-kata seperti itu


kepada orang lain.Ia sengaja menyimpan dan memberikan kepada wanitanya itu.


Meskipun dirinya tidak pernah mengatakan i love you kepada Sascha.Akan tetapi Sascha


tidak mempedulikan hal itu.Ia ingin selalu bersama dengan Dewa.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju ke tempat syuting Dita, Dewa


melihat ada sebuah mobil putih sedang membuntutinya.Hal itu sangat jelas


sekali karena mobil putih itu terlihat jelas di spion.Dewa masih


konsentrasi mengemudikan mobil.Tak sengaja dirinya bertanya kepada Sascha, “Warna


mobil Almond apa ya?”


“Mobil Almond warnanya hitam metalik.Kok aku merasakan


ada sesuatu di belakang mobil kita?”tanya Sascha kepada Dewa.


“Apa itu?”tanya Dewa.


“Di belakang mobil kita ada yang mengikuti yaitu mobil


putih.Aku rasa ini bukan mobilnya para pengawal,” jawab Sascha.


“Baiklah... Kita akan berhenti di kantor polisi.


Pagi-pagi begini aku belum punya tenaga penuh untuk memukul seseorang,” celetuk


Dewa.


“Memangnya kenapa Kak?”tanya Sascha.


“Saya belum memiliki tenaga apapun untuk menghajar mereka,”


ujar Dewa yang membaca Sascha tertawa.


 “Ah sepertinya


ide yang bagus.Saya juga tidak akan mengeluarkan pukulanku pagi ini.Bukannya


Saya takut berantem.Jika orang itu mati di mata bagaimana?”tanya Sascha.


“Jangan seperti itu.Kamu adalah lubang kecil yang sangat


licik.Kamu tidak boleh menjadi petarung.Jadilah wanita barbar di sisiku,” ucap


Dewa yang mengalihkan mobilnya bukan ke arah kantor.“Kita lihat saja nanti.


Siapa orang yang membuntutiku.”


“Sebenarnya aku sudah curiga dengan mobil itu semalam.Karena


mobil itu membuntuti kita hingga ke apartemen.Ingin rasanya menegur tapi aku


urungkan niatku.Sebab kakak ingin bermain kuda-kudaan bersamaku,” tambah Sascha.


Dewa menahan tawanannya mendengar pengakuan sang istri.


Jujur lama-lama Sascha suka sekali menghibur dirinya.Hampir setiap hari Dewa


selalu tertawa atas tingkah konyol yang dimiliki sang istri.Setelah lampu


hijau Dewa langsung menancapkan gasnya menuju kantor polisi terdekat.Aku masih


melihat mobil itu dan mengikutinya.Dewa sangat geram sekali dan ingin


hentikan mobil itu.Namun keputusan di awal, Dewa akan berhenti dengan cepat


berada di kantor polisi.


Hanya beberapa detik saja, pria bertubuh kekar itu


akhirnya sampai di depan kepolisian.Dewa akhirnya memikirkan mobilnya di


sela-sela mobil polisi.Namun uniknya mobil itu malah berhenti.Ketika berhenti


sang sopir keluar dari mobil itu.Dewa tidak terkejut sama sekali.Siapa orang

__ADS_1


yang keluar dari mobil itu.


“Sepertinya aku mengenal orang itu?”tanya Sascha.


__ADS_2