
"Aku belum menyelidikinya lebih dalam. Setelah sampai di kediaman milik Gustave. Aku akan melepaskan radarku untuk mencari mereka. Jika mereka masih ada di kota Shanghai ini. Mereka tidak akan selamat dari cengkramanku ini," jawab Choi.
"Bagaimana caranya? Sementara kita tidak memiliki kekuasaan di kota Shanghai?" tanya Tommy.
"Kamu belum tahu ya? Kalau Kak Dewa bersama paman Kobe telah membangun kekuasaan ini sepuluh tahun yang lalu?" tanya Choi balik.
"Apa?" pekik Tommy yang terkejut atas kejujuran Choi.
"Iya itu benar. Bahkan kekuasaannya sudah meliputi beberapa kota di negara Cina ini," jawab Choi.
Jujur Tommy sangat terkejut sekali atas pernyataan Choi. Ia sengaja tidak diberitahukan oleh Dewa ketika membangun kekuasaan di kota Shanghai ini. Karena Dewa adalah seorang pemimpin yang sangat misterius sekali. Ketika membangun sebuah kekuasaan, Dewa tidak pernah menceritakan kepada para petinggi Black Tiger lainnya. Kecuali pada kedua orang tuanya maupun kakek Aoyama. Itulah sifat Dewa sebenarnya.
Sesampainya di sebuah gedung mewah, Choi mengajak Tommy masuk ke dalam. Tommy tertegun sejenak karena bangunan gedung itu. Banyak sekali ornamen-ornamen yang bergambarkan singa hitam di dinding gedung itu. Memang Dewa sengaja membuat ornamen-ornamen seperti itu. Agar Black Tiger semakin dikenal oleh banyak orang.
Selain itu juga Dewa sangat menyukai arsitektur bergambarkan singa hitam. Tentu Tommy tidak akan takut sama sekali. Ia sendiri sudah mengetahui sifat Dewa sebenarnya.
__ADS_1
Di tempat lain, lebih tepatnya berada di hotel mewah. Seorang pria paruh baya mendapatkan telepon dari seseorang. Orang itu mengatakan kalau mobil putih mengejar Tommy telah terjun ke jurang. Dengan cepat pria paruh baya itu mematikan ponselnya dan membantingnya ke dinding.
"Sialan! Bisa-bisanya Tommy berlindung kepada mafia! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Meilin harus tahu semuanya. Anaknya terlibat dalam dunia mafia," kesel pria paruh baya itu.
Mau tidak mau pria paruh baya itu menghubungi Meilin sang ibunda Tommy. Ia menceritakan kalau Tommy bergabung di dunia mafia. Tentu saja, Meilin sangat marah sekali dan menggebrak meja. Bisa-bisanya Sang putra telah bekerja sama dan meminta perlindungan kepada para mafia.
Setelah mendapatkan telepon, Meilin langsung menatap tajam ke arah suaminya. Ia menceritakan kejadian sebenarnya. Sang suami sangat terkejut sekali. Ia akan mencari cara agar Tommy keluar dari dunia mafia tersebut.
Tanpa disadari oleh mereka, dari dulu Tommy memang sudah bergabung dalam Black Tiger. Maka dari itu kedua orang tuanya membiarkan saja dan tidak mencari informasi tentang Black Tiger.
"Apa yang harus kita lakukan jika Tommy berada di belakang mafia?" tanya Meilin kepada Marvin nama ayah dari Tommy.
"Maka lakukanlah setelah ini. Aku tidak mau kamu menunda-nundanya lagi. Kasihan Nindya yang telah menunggunya sejak lama. Mereka harus menikah dan mengikat janji suci. Jika tidak kamu yang akan aku jadikan sebagai korban selanjutnya!" ancam Melin dengan wajah ampuhnya itu.
Marvin tidak memperdulikan ancaman tentang Meilin. Ia juga tidak takut terhadap ancaman tersebut. Bahkan Marvin menganggapnya hanya sebuah gertakan saja.
__ADS_1
Nganjuk Indonesia.
Dewa yang selesai sarapan pagi langsung menatap para mama. Dewa menghembuskan nafasnya secara kasar lalu menatapnya dengan sedih. Sebenarnya Dewa ingin mengajak mereka untuk bergabung. Berhubungan mereka sudah memiliki acara lain. Jadinya Dewa tidak mengajak mereka.
"Ma," panggil Dewa.
"Ada apa memangnya?" tanya Tara.
"Besok pagi ada heli datang ke sini. Heli itu sengaja menjemput Untuk mengantarkan kami ke bandara. Kami sengaja pergi tidak sesuai dengan jadwal. Karena masalah ini sudah sangat berat sekali dan tidak bisa ditunda-tunda," jawab Dewa.
"Mama sudah tahu itu semuanya. Kami memutuskan untuk ikut ke sana. Jika kamu tidak mengajak mama. Jangan harap kamu tidur bersama Sascha!" ucap Tara dengan enteng yang membuat sang putra ketakutan.
"Lalu bagaimana dengan Dita?" tanya Dewa. "Kalau kalian ikut Dita tidak memiliki teman di sini."
"Mama sudah mengurusnya. Dita akan pulang ke Jepang nanti malam bersama para pengawal. Sudah saatnya Dita kembali ke perusahaan besar. Dita harus memutuskan di mana dirinya harus mengambil kuliah. Karena sebentar lagi akan ada pembukaan fakultas-fakultas baru di Tokyo maupun Nagoya," jawab Tara yang sudah berdiskusi bersama Dita.
__ADS_1
"Lalu di sini siapa ma yang mengurus pembangunan tempat untuk anak-anak terlantar?" tanya Dewa sekali lagi.
"Kan ada para pengawal yang sudah ditugaskan di sini. Mereka juga ahli untuk membangun gedung di sini," jawab Tara. "Lalu kamu keberatan soal ini?"