
"Mereka adalah milikku. Kamu bisa mengajaknya berjalan-jalan,'' ucap Gerre.
"Udah siang. Bukannya nanti siang kalian akan pergi ke Masters Corps?" tanya Chloe.
"Ya... aku akan kesana sekaligus mengakuisisi perusahaan,'' jawab Sascha.
"Kalau begitu pergilah mandi. Mama akan menyiapkan baju untuk kamu!" titah Chloe.
"Kalau begitu baiklah,'' balas Sascha.
Sebelum pergi Sascha mendekati Gerre sambil berbisik, "Pa... bagaimana pertarungan baru saja yang dilakukan bersama mama?''
Wajah Gerre langsung berubah merah. Matanya juga membola sempurna. Bagaimana putrin ya tahu kalau dia sedang bertarung dengan Chloe tadi?
"Bagaimana kamu tahu soal itu?'' tanya Gerre yang bingung.
"Ya... salah sendiri papa membuat skandal bareng mama di ruangan kerja,'' jawab Sascha yang meledek Gerre langsung pergi masuk ke dalam mansion.
"Saschaaaaaaaaaaa!!!" teriak Gerre yang membuat semua orang terhenyak kaget.
Chloe memandang wajah Gerre sambil bertanya, "Kenapa kamu berteriak?"
"Sascha telah melihat adegan pertarungan kita tadi di ruangan kerja,'' jawab Gerre yang menunduk malu.
"Astaga!" pekik Chloe. "Apakah kamu tidak menguncinya?"
"Aku lupa mengunci ruangan itu. Jadi Sascha bisa masuk,'' jawab Gerre. "Semoga Sascha tidak akan mempraktekkan adegan itu tadi sebelum menikah.''
Chloe tersenyum lucu memandang wajah Gerre. Ketika ingin mengalahkan Gerre tapi itu hanya sia-sia saja. Bagaimanapun juga mereka berdua salah karena tidak mengunci ruangan.
Chloe segera meninggalkan Gerre dan menuju ke kamar Sascha. Lalu Chloe masuk ke dalam walk in flower untuk mencari baju yang cocok untuk ke Master Corps. Chloe ingin mendandani Sascha sebagai putri bangsawan. Karena di dalam tubuh Sascha mengalir darah bangsawan.
Sedangkan Gerre mengajak Dewa untuk mengobrol. Gerre tidak akan memberikan langkah-langkah untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Karena Dewa sendiri paham soal itu. Namun Gerre memanggil beberapa pengacara untuk mendampingi mereka. Salah satu dari mereka adalah pengacara yang sangat terkenal di negara Amerika. sangking terkenalnya jika berhubungan dengan sang pengacara itu mundur satu-satu. Dia adalah Goerge Kennedy.
__ADS_1
"Apakah kamu siap mendampingi putriku hari ini?" tanya Gerre.
"Ya... aku siap,'' jawab Dewa. "Apakah papa sudah menyiapkan pengacara terbaik untuk kasus ini? Ah yakin Theodore akan berbuat ulah.''
"Papa sudah menyiapkannya. Dia adalah Goerge Kennedy. Dia termasuk sahabat baikku saat kami masih kecil," jawab Gerre.
"Goerge Kennedy?" pekik Dewa. "Bukankah Tuan Goerge pengacara terkenal di negara ini? Jika ada berhadapan dengan dia maka seluruh pengacara itu akan mundur satu-persatu."
"Ya... Kamu benar. Aku sangat mempercayainya untuk memegang Khans Company. Sifatnya dalam berkerja sangat mengasyikkan. Diam-diam dia memiliki sifat licik dan tidak mudah ditebak oleh lawan," jelas Gerre.
"Apakah papa memakai Tuan Goerge?" tanya Dewa.
"Ya... Kami memiliki pengacara yang sama," jawab Gerre.
"Sepertinya aku harus mengenal seluruh karyawan dan para petinggi-petinggi DT Groups," keluh Dewa.
"Ide kamu bagus. Kamu harus mengetahui siapa saja semuanya. Dan papa harap kamu dan Sascha selalu waspada akan adanya penyusup. Jika tidak mereka seenaknya akan menggerogoti tubuh perusahaan pelan-pelan seperti kanker di dalam tubuh manusia," usul Gerre.
Selesai membersihkan tubuhnya Sascha segera keluar dari toilet. Dirinya melihat beberapa pakaian formal yang bisa dipakai. Matanya membelalak sempurna ketika tahu pakaian itu sangat mahal. Sascha hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Pilihlah salah satu pakaian ini!" perintah Chloe.
"Mama," panggil Sascha dengan lirih.
"Ada apa?" tanya Chloe.
"Mama ada enggak baju yang biasa tapi harganya tidak mahal?" tanya Sascha.
Sontak saja Chloe terkejut dengan pertanyaan Sascha. Baru kali ini seumur hidupnya mendengar permintaan Sascha. Bagaimana tidak beberapa wanita akan berlomba-lomba memiliki pakaian bagus dan serba mahal ketika berpakaian. Namun ini berbanding terbalik. Sascha ingin memakai baju biasa tanpa brand terkenal.
"Tidak ada sayang. Papamu yang membelikan baju ini dengan jerih payahnya. Kamu harus menghormatinya agar papa tidak kecewa," ucap Chloe.
Mendengar kata kecewa Sascha mengangkat kepalanya dan melihat Chloe. Jujur Chloe tidak mau melihat Gerre yang kecewa. Dengan terpaksa Sascha memilih baju itu. Sementara itu Chloe tersenyum memiliki seorang anak yang rendah hati. Chloe melihat Sascha adalah sosok sederhana. Ia juga tidak protes dengan baju usangnya yang masih layak terpakai. Meskipun begitu Chloe menjadi tertampar sendiri oleh putrinya sendiri.
__ADS_1
Chloe akan belajar menjadi wanita sederhana seperti Sascha. Pertama-tama ia akan mencoba memakai baju tanpa brand. Namun apakah Chloe bisa melakukannya?
"Sa," panggil Chloe.
"Apa ma?" tanya Sascha.
"Mama ingin membuat challenge untuk diri mama," jawab Chloe.
"Challenge apa ma?" tanya Sascha.
"Mama ingin memakai baju tanpa brand terkenal. Ya... Mama akan mencari baju yang murah di toko pakaian tanpa nama," jawab Chloe.
"Apakah mama serius?" tanya Sascha.
"Ya... Mama serius," jawab Chloe.
"Hmmp... Setelah kasus ini selesai aku akan pergi ke Labuhan Bajo terus ke Nganjuk. Setelah itu pergi ke Jakarta untuk mengambil barang-barang penting Kak Dewa. Aku akan mampir ke Tanah Abang membeli baju yang bagus untuk mama," ujar Sascha yang menjelaskan rencananya. "Tapi apakah mama akan ikut?"
"Rencananya akan ikut. Tapi enggak tahu papa mengizinkan mama atau tidak," ucap Chloe.
"Kita akan kesana setelah Sascha menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu kita kembali ke Jerman," sahut Gerre yang melihat sang putri sangat cantik.
"Ternyata Tuan Gerre Atmaja ada versi ceweknya," celetuk Chloe.
"Dia sangat cantik sekali," ucap Gerre yang memuji Sascha.
"Sangat... Bahkan aku tidak kebagian apapun di sana," kesal Chloe.
"Salah sendiri kamu membenciku ketika sedang hamil," ujar Gerre yang membuat Sascha tertawa.
"Hey... Sa... Jika kamu mengandung jangan pernah kamu membenci Dewa. Karena jika kamu terlalu membencinya anak kamu sangat mirip sekali," pesan Chloe yang membuat Gerre semakin keras tertawa.
Mata Sascha membulat sempurna. Sascha sangat bingung dengan pesan sang mama. Ada yang mengatakan sebagian orang hamil tidak membenci sang suami lalu anaknya sangat mirip sekali dengan suaminya itu. Jujur saja Sascha semakin bingung apa yang dikatakan oleh Chloe.
__ADS_1
Sascha segera merias wajahnya dengan make up tipis. Lalu Dewa datang dengan membawa bunga sekuntum mawar putih yang telah dibelinya tadi. Dewa sudah memakai pakaian formal dan sangat tampan sekali. Bagi siapa saja yang melihat Dewa akan terpesona bagi kaum Hawa. Begitu juga dengan Sascha. Wajah cantiknya dipoles dengan make-up tipis bisa membius kaum Adam. Bahkan kaum Adam terbius oleh kecantikannya. Akan tetapi nyawa mereka akan terancam oleh Dewa. Setiap melihat kecantikan Sascha, Dewa akan menggeram seperti singa jantan kelaparan yang siap-siap menerkam mangsanya.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Dewa sambil tersenyum manis.