Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BELUM SADAR JUGA.


__ADS_3

“Ya


itu benar. Apa yang aku katakan itu benar. Master Wa sudah memberitahukan aku


sebelum berangkat ke Ontario,” jawab Kobe.


”Jadi


dimana ini?” tanya Daniel.


“Ya


kita berangkat sekarang,” jawab Kobe. “Apakah kamu bisa membaca peta?” tanya Kobe


yang melihat Sascha dengan serius.


“Jangankan


membaca peta. Aku dia sangat pandai sekali membaca keadaan dengan cepat,” jawab


Dewa yang mengetahui kelebihan Sascha.


“Jangan


begitu. Aku menjadi malu ah,” sahut Sascha.


“Lebih


baik kita berangkat bersama. Lalu kita akan kembali ke Tokyo untuk menyerahkan


Anette kepada Kakek Aoyama,” ucap Kobe.


“Operasi


segera dimulai,” titah Dewa yang menatap mereka.


“Aku


sudah memilih beberapa pasukan untuk membantu kita,” celetuk Daniel.


“Panggil


semuanya. Kita harus melakukan operasi malam ini,” ucap Dewa.


Mereka


menyetujui Dewa dan membiarkan Daniel memanggil para pengawalnya. Dalam


hitungan detik, para pengawal yang dipanggil sama Daniel segera berkumpul.


Sascha mengerutkan keningnya. Kenapa pasukan khusus itu memakai pakaian formal?


Seketika mata Sascha menatap mereka sambil bertanya, “Kenapa mereka memakai


pakaian formal seperti itu?”


“Pasukan


aku yang bawa ini sangat berbeda. Mereka adalah pasukan lapis bawah. Namun


tingkatan sudah menggilai para selir Dewa,” jelas Kobe. “Jika diajak bertarung


bisa menghancurkan benteng musuh dalam waktu sekejap.”


“Bolehkah

__ADS_1


aku meminjamnya?” tanya Sascha.


“Ya...


kamu boleh meminjamnya. Tapi kamu harus membeli sebuah tiket untuk masuk ke


dalam tim kobra secara resmi. Kamu bisa membelinya ke Dewa dengan imbalan


apapun yang dimintanya,” jawab Kobe yang mengerutkan keningnya sambil melihat wajah


Dewa datar.”


“Nanti


kita akan membicarakan ini semuanya dengan serius. Atau mungkin kamu bisa


menjadi ketua tim kobra,” ucap Dewa dengan serius.


“Hmmmp...


sepertinya aku tidak ingin menjadi anggota tim kobra,” celetuk Sascha.


“Pikirkan


saja. Cepat atau lambat kamu akan menjadi tim kobra maupun tim gagak hitam.


Jadi kamu harus bersiap-siap melakukannya,” jelas Dewa.


“Ayo


kita berangkat!” seru Sascha yang tidak ingin melepaskan buruannya.


Saat


itu juga mereka akhirnya berangkat. Dewa sengaja tidak memberikan mobil kepada


“Lebih


baik kalian pake HT. Supaya kita bisa mudah berkomunikasi dengan muda,”


perintah Dewa.


“Baik


Tuan,” seru mereka serempak.


“Satu


lagi, kita harus kembali dengan anggota yang utuh. Saat kembali kita tidak


boleh berkurang satupun. Ingatlah, anak istri kalian menunggu di rumah


masing-masing,” ucap Dewa yang memperingatkan mereka semuanya.


“Siap


komandan!” seru mereka dengan serempak.


“Buat


anggota baru kita yang bernama Aulia. Saya tidak akan memberikan kamu mobil.


Tugas kamu hanya satu. Kamu harus berhubungan dengan Master Wa dan juga


memfokuskan diri untuk mencari keberadaan Anette. Jika kamu sudah menemukan. Kamu

__ADS_1


bisa melaporkan kepada kami!” titah Dewa dengan mata berubah menjadi iblis.


“Sascha


akan bersama siapa?” tanya Timothy.


“Bersama


aku. Karena aku harus melindungi Sascha. Aku enggak mau Sascha terluka,” jelas Dewa.


“Ambil senjata kalian! Lalu kita berangkat sejam lagi!”


Mereka


tidak menjawab dan langsung meninggalkan posisi mereka masing-masing. Mereka


sengaja membawa alat tempur dengan lengkap. Tim Kobra sangat pandai membaca


situasi yang sedang terjadi untuk saat ini.


New


York City USA.


Ketika


mereka sudah meninggalkan markas Black Tiger, Devan dan Gerre tidak mengetahui


sama sekali kemana mereka pergi. Mereka baru sadar kalau kamar Dewa pintunya


tertutup.


“Setiap


aku melewati kamar Dewa, pintu kamar milik Dewa selalu tertutup?” tanya Gerre


yang menatap wajah Devan.


“Aku


enggak tahu kalau mereka sedang tertutup. Kemungkinan besar mereka saling


memadu kasih,” jawab Devan yang baru saja sadar.


“Hmmmp...


sepertinya kita harus mencari keberadaan mereka. Jam segini mereka tidak tidur.


Kita tahukan, kalau Sascha memiliki bakat merajut benang sulam. Rasanya aku


rindu sekali sama putri kecilku itu,” ucap Gerre dengan serius.


“Apa


kamu sudah gila kalau Aulia bukan anak kecil?” tanya Devan yang tidak terima


jika Sascha dipanggil anak kecil.


“Suka-suka


saya. Bagiku dia adalah seorang malaikat bagi aku dan juga Chloe,” jawab Gere.


“Tapi


Sascha bukan anak kecil!” seru Devan yang ingin mengatakan Sascha bukan anak

__ADS_1


kecil.


__ADS_2