Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
DISKUSI.


__ADS_3

"Papa kamu sama saja. Jangan ditanya bagaimana jadinya," jawab Chloe.


"Di media katanya Papa orangnya dingin? Tapi kenapa kok ujung-ujungnya mama menjadi kesal?" tanya Sascha.


"Jangan kamu mau memujanya seperti itu. Karena di media massa papamu tidak pernah menunjukkan sifat aslinya. Di saat bersama papamu menunjukkan sifat gokilnya. Mama harap kamu jangan terlalu kaget," jawab Chloe.


"Aku tidak kaget Ma. Aku biasa saja. Soalnya aku sudah dikelilingi oleh mereka. Di depan media mereka sangat dingin seperti es balok. Aslinya mah konyol. Suka membuat orang tertawa terus. Apalagi kak Ian. Bawaannya kalem dan tidak banyak bicara. Kalau disuruh say hello ke media, ujung-ujungnya bilang no comment. Itulah mereka," ucap Sascha yang membuat mereka mengangguk pahami.


"Kalau begitu habiskanlah makanan kamu. Setelah itu kita akan pergi ke salon dan pijat refleksi. Ditambah dengan kita meni pedi," pinta Tara.


Selesai mengerjakan tugas-tugasnya, Dewa segera membereskan mejanya. Lalu dirinya memakai jas hitamnya. Sebelum keluar Bima dan Bryan datang. Mereka menghempaskan bokongnya di sofa panjang.

__ADS_1


"Ada apa Kamu memanggilku?" tanya Bryan ke Dewa.


"Tolong, Carikan aku beberapa pengacara untuk menangani kasus antara Sascha dan keluarga Billi. Aku ingin kasus ini cepat selesai. Biar Sascha bisa menikmati harinya dengan tenang," jawab Dewa yang meminta doain untuk mencarikan beberapa pengacara.


"Memangnya ada apa?" tanya Bryan lagi.


"Ada masalah gawat. Mereka ingin meminta calon istriku kembali ke pelukan Billi. Mereka bersikeras akan melakukan sesuatu yang membuat calonku tidak tenang," jawab Dewa yang membuat Bryan melotot sempurna.


"Makanya itu Bray... Gue nggak bisa ngambil keputusan secara brutal. Bisa saja gue ngambil mereka semua dan bantai habis-habisan," sahut Dewa.


"Bukannya kamu bisa melakukannya? Mereka harus mendapatkan ganjaran besar darimu. Kamu tahu kan rasa sakit yang diciptakan oleh mereka untuk calon istrimu itu? Sudah ditipu habis-habisan lalu direndahkan di depan umum tidak segan-segan mereka melakukan pelecehan fisik dengan cara dipukul atau ditampar. Jujur bagiku itu sangat sakit sekali," jelas Bryan.

__ADS_1


"Yang dikatakan Bryan benar. Mereka harus mendapatkan ganjarannya. Mereka tidak boleh berkeliaran begitu saja," tambah Bima.


"Nggak semudah itu Ferguso. Kalau dipikir-pikir, aku sengaja memberikan kesempatan untuk hidup menjadi lebih baik. Aku juga tidak akan menghabisinya dengan cepat. Karena kesuksesan yang menghilang dulu belum dibuka. Kemungkinan besar aku akan membukanya kembali dan menuntut ganti rugi tentang kasus yang telah lalu. Tapi aku tidak bisa membukanya di sini. Aku harus membukanya di kota Okinawa. Soalnya kasus ini berada di Jepang," jelas Dewa.


"Kamu benar. Jika mereka bersalah, kemungkinan besar mereka akan dipenjara seumur hidup di Jepang," tambah Bima.


"Lalu, langkah apa selanjutnya?" tanya Dewa balik.


"Jalan satu-satunya adalah menuntutnya hingga kasus ini selesai. Aku harap tidak ada orang yang campur tangan tentang kasus ini," saran Bryan.


"Kamu tenang saja bro. Jika kamu butuh sesuatu tentang yang namanya hukum internasional. Aku akan memberikan referensi beberapa orang yang handal di bidangnya. Aku pastikan kamu bisa menyerangnya secara bertubi-tubi. Ditambah lagi kamu memiliki otak dengan penuh kelicikan," ujar Bima yang paham akan maksud tujuannya apa.

__ADS_1


__ADS_2