Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Membuat Planning.


__ADS_3

"Ya bisa. Pakai aja email. Memangnya kamu nggak punya email? Jika kita tidak mencegahnya. Perusahaan itu yang akan rugi," jawab Anton dengan serius.


"Bagaimana dengan papa? Kalau Papa marah bagaimana?" tanya Billi yang takut Firly marah.


"Papa nggak akan marah jika kita bisa menghentikan kegilaan mama. Kamu tahu selama ini Papa sudah muak dengan kelakuan mama. Mau tidak mau kita harus menghentikan mama," jawab Anton yang mengerti akan keraguan Billi. "Apakah kamu mau lihat perusahaan itu hancur karena ulah mama? Apakah kamu mau lihat jika seluruh karyawan itu tidak bekerja di perusahaan itu? Coba kamu pikirin seperti itu. Nggak usah ragu dengan keputusanmu. Kalau aku lebih baik melaporkan sifat Mama yang sering menggelapkan uang perusahaan. Jangan sampai sang pemilik perusahaan itu murka."


Billi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kenapa dirinya tidak menghentikan kebiasaan mamanya itu? Yang lebih parahnya lagi shopa holic milik sama Mama tidak akan pernah hilang sama sekali.


Satu kata buat Billi yaitu sedih. Kenapa mamanya tidak bisa berubah menjadi orang baik? Bukankah jika usia seseorang akan menjadi baik seiring bertambahnya umur? Ah sudahlah.


Berlin Jerman.

__ADS_1


Setelah lepas landas, Dewa dan Sascha duduk berdekatan di dekat jendela pesawat. Ia menatap biru langit lalu tersenyum manis.


"Sepertinya kamu malam ini tidak ada beban sama sekali," ucap Dewa.


"Aku memang tidak ada beban untuk malam ini. Mau masuk ke sistem keamanan perusahaan pun nggak bisa. Terpaksa aku melihat langit yang biru itu dan bertabur kan bintang," ujar Sascha yang tidak menoleh ke arah Dewa.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"


"Itu ide yang bagus. Kamu harus menggunakan identitas tersebut. Aku akan menyuruh papa untuk membuka identitasmu di seluruh media. Kamu jangan takut jika identitasmu terbuka. Karena aku berada di belakangmu bersama Black Tiger. Yang penting kamu maju dan hancurkan mereka semua."


"Aku lagi mengincar seseorang yang telah membajak pesawatku. Enak saja orang itu diam-diam membajak pesawatku. Untungnya papaku selamat dari pembajakan itu. Jika tidak aku akan mengajaknya bertarung habis-habisan. Aku juga tidak peduli dia pria maupun perempuan. Yang penting aku akan mengajaknya berantem."

__ADS_1


"Tenanglah jangan gegabah. Hadapi ini semua dengan penuh senyum walaupun menyakitkan."


Sascha akhirnya mengganggukan kepalanya. Ia sudah tidak peduli lagi dan memaafkan orang yang akan menyakiti keluarganya.


Ketika merenung Sascha mendapatkan ide untuk menyerang Cathy. Ia sengaja memejamkan matanya sambil merenung. Tiba-tiba saja otaknya mulai dipenuhi rencana demi rencana. Setelah rencana berkata dengan rapi, Sascha tersenyum manis sambil terlelap tidur.


Lalu bagaimana dengan Dewa? Dewa masih saja damai bersama Sascha. Ia tahu kalau sang istri sedang memiliki banyak rencana. Cepat atau lambat Sascha akan bercerita tentang rencananya itu. Semakin lama sang istri memiliki kedudukan yang tinggi. Kemudian Dewa mengakui itu.


Perjalanan Berlin ke New York sangat menyenangkan. Diam-diam Sascha mengisi amunisinya untuk bertempur. Ditambah lagi dengan rencana yang sudah tertata rapi.


Sebelum mendarat mereka sempat mengobrol. Sascha mengajak Dewa untuk mencari rumah Cathy. Ia akan bertarung habis-habisan setelah turun dari pesawat. Bagaimana dengan Dewa? Apakah Dewa menyetujuinya? Inilah yang jadi pertanyaan buat Sascha.

__ADS_1


__ADS_2