Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BILLI MENYESAL.


__ADS_3

“Kamu tahu pesawat itu akan berangkat sesuka hati karena sang pemilik,” jawab Sascha.


"Mana ada keberangkatan pesawat suka-suka hati karena sang pemilik?” tanya Dewa.


“Adalah. Sang pemiliknya aja sedang tidur. Kalau sang pemilik belum bangun berarti pesawat itu tidak akan berangkat,” jawab Sascha.


“Kalau pemiliknya belum bangun berarti itu pesawat nggak akan pergi. Jika orang yang sudah bangun berarti pesawatnya akan pergi. Jangan-jangan kamu pakai pesawat pribadimu?” tanya Dewa yang membuat Sascha tertawa.


“Puas ya... Kamu ngerjain aku,” kesel Dewa.


“Iyalah. Sekali-sekali ngerjain kamu. Memangnya kalau pakai pesawat pribadi kenapa?” tanya Sascha yang menghentikan tawanya.


“Seharusnya kamu ngomong kalau pakai pesawat pribadi. Aku kan nggak jadi bangun pagi. Kalau gitu aku mau tidur lagi,” jawab Dewa yang kesal karena dikerjain oleh sang kekasih.


“Tidur aja sana,” sahut Sascha. "Bukannya kamu senang tidur sampai malam? “


“Ya kalau ada kamu. Kalau nggak ada kamu ya... nggak tidur. Biasanya aku kabur ke daerah terpencil untuk membuat senjata baru,” jawab Dewa dengan jujur sekali.


“Kenapa kamu tidak mengajakku?” tanya Sascha lagi.

__ADS_1


“aAku takut kamu pergi dariku. Kamu tahu aku adalah seorang mafia. Jika kamu mengetahui itu, kamu akan pergi meninggalkanku. Mencari seperti dirimu itu susah. Aku tidak akan menjadikan seorang wanita seperti orang berganti baju saja. Apakah kamu tahu maksudku seperti apa?”jelas Dewa.


“Kamu tahu aku tertarik sekali pada mafia. Aku sudah menyelidiki beberapa organisasi bawah tanah yang berada di Asia. Tapi aku sangat tertarik pada Black Tiger. Aku ingin masuk ke sana namun seluruh informasi para anggotanya tertutup rapat. Sangking penasarannya Aku ingin membobol situs Black Tiger. Tapi aku belum sempat melakukannya karena aku masih banyak pekerjaan,” jawab Sascha.


Jakarta Indonesia.


Dita hari ini sangat senang sekali. Ia baru saja keluar dari rumah sakit langsung menarik sang mama belanja. Sang Mama pun akhirnya menuruti kemauan Dita. Di saat belanja mereka tidak sengaja bertemu dengan Risa. Dita pun menarik sang mama agar menjauhi Risa. Tarrs yang merasa anaknya terancam melihat langsung ke arah Risa. Tarra pun mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Ada apa?”


“Mama tahu itu siapa?” tanya Dita.


“Ya... Mama tahu kalau itu Risa sahabat Sascha. Ada baiknya juga kita say hello. Kamu tahu gara-gara Risa kakakmu putus dari Billi. Klau nggak ada Risa kemungkinan besar kakak kamu tidak akan mungkin bersama dengan Dewa. Apakah kamu paham?” terang Tarra.


“Aku sih nggak ada masalah sama Risa. Apakah Mama tahu, selama ini Risa selalu membuat mental kakak jatuh. Dia sering mempermalukan kakak di depan para tamu undangan. Untung saja Kak Dewa menariknya pergi dari sana,” jelas Dita.


“Ya itu benar. Risa selalu merendahkan kakak dengan kata-kata yang menyakitkan. Kak Dewa pernah cerita kalau kakak sering dibuat malu. Yang lebih parahnya lagi kemarin pas ada meeting bersama paman Kobe. Kakak disiram jus di dalam restoran,” jawab Dita.


“Motifnya apa ya? Kok sampai segitunya melukai kakakmu itu?” tanya Tara lagi.


“Mama tahu nggak kalau kakak itu di kampus menjadi famous. Karena kecantikannya, kecerdasannya dan ramah-tamahnya kakak makanya Risa sangat membencinya Bahkan Riza ingin melukainya,” jawab Dita yang menjelaskan kenapa Risa membencinya.

__ADS_1


“Sepertinya Mama akan mencari tahu apa penyebab sebenarnya. Mama nggak mau temennya Kak Sascha itu selalu menindasnya. Kamu tahu kan kalau Sascha itu menjadi sultan sekarang? Jika ada yang menindas kakakmu. Cepat atau lambat papa angkatmu itu akan membawa kasus ini ke pengadilan. Jadi kamu jangan khawatir mama akan memberikan berkas-berkas yang isinya orang yang tidak menyukai Sascha secara terang-terangan. Ayo kita belanja lagi! Kita akan menghabiskan uang papa!”  ajak Tara.


Setelah memilih pakaian Risa tidak sengaja menangkap bayangan Dita yang sedang berdua dengan Tara. Risa terkejut ketika cara memandanginya dan melemparkan senyuman hangat. Ia tidak menyangka kalau yang lewat adalah seorang ketua mafia Black Tiger. Risa segera mengambil barang yang sudah dibelinya lalu mengejar Tara. Namun Tara dan Dita sengaja bersembunyi di tempat yang kosong.


Risa pun bingung, kenapa Tara berada di Indonesia? Lisa mencoba berpikir, seandainya Tara akan membuka cabang baru di Indonesia. Risa ingin masuk ke dalam mafia tersebut. Akan tetapi Risa tidak tahu, kalau Black Tiger cabang Indonesia dan Asia yang memegang adalah putranya yaitu Dewa. Dewa memang sengaja tidak memberitahukan kepada siapapun kalau Black Tiger tidak pernah membuka cabang. Ia memang sengaja demi melindungi perusahaannya.


Risa yang dari tadi mencari keberadaan Tara menjadi bingung. Setiap sudut lorong yang sepi tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan. Itulah Tarra memiliki kelebihan bisa menghilang begitu cepat. Keahliannya itu diturunkan ke putrinya Dita. Namun Risa tidak tahu kalau Dita adalah anak Tara. Bagaimana kalau Risa tahu kalau Dita adalah anak Tara? Kemungkinan besar Risa akan membayar wartawan untuk membuat berita besar. Kalau Dita adalah anak mafia. Hal itu bisa membuat mental Dita down. Sebenarnya tidak ada masalah dengan Dita kalau dirinya adalah anak seorang mafia. Bahkan kita sendiri adalah anggota mafia


“sial... Aku telah kehilangan jejak. Apakah aku bermimpi kalau bertemu dengan Tara seorang lady mafia yang sangat kejam kepada musuhnya? Jika aku tidak bermimpi, Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin berguru kepada Tara untuk menjadi lady mafia yang disegani di penjuru dunia,” ucap Risa dalam hati.


Risa akhirnya pergi dari tempat itu untuk kembali ke tempat tadi. Semakin penasaran dengan Tara. Ia akan melakukan berbagai cara untuk bertemu dengannya. Apakah Tara mau kalau Risa menjadikan gurunya? Sedangkan Tara sudah mendapatkan informasi sedikit dari Dita. Jujur kita tidak akan mau menerima Risa sebagai muridnya.


Tarra yang sedang bersembunyi akhirnya memeriksa keadaan. Tara tidak melihat siapapun di sana akhirnya mengajak Dita keluar.Tara tahu kalau Risa menyimpan pertanyaan. Maka dari itu Tara tidak mau menemuinya.


Di tempat lain Billy yang sudah keluar dari penjara meremas rambutnya dengan kencang. Ia tidak tahu apalagi yang diperbuatnya sekarang. Ayah ibunya sekarang menjadi pembantu Risa. Hampir setiap hari mereka tidak pernah keluar rumah karena Risa melarangnya. Jika mereka keluar rumah seluruh pengawal yang dipinjam oleh Risa akan menangkapnya kembali. Mereka mulai frustasi dan tidak bisa merasakan hari dengan normal. Jujur saja mereka sangat menyesali perbuatannya itu. Mereka saling memandang untuk mencari solusi agar terbebas dari cengkraman Risa.


“Billy, apakah kamu punya cara agar bisa keluar dari cengkraman ini?” tanya Fatin.


“Aku sendiri saja bingung mau lepas dari sini. Andaikan mama tidak serakah seperti ini kita bisa hidup damai. Dan Mama tahu kalau aku masih mencintai Sascha?” tanya Billy lagi dengan nada tegas.

__ADS_1


"Oh... kamu berarti masih mencintainya. Kamu tahu kalau Sascha anaknya orang miskin. Dia tidak punya segalanya. Dia tidak punya harta dan kekayaan. Berpikirlah secara matrealistis! Kamu tidak berpikir secara realistis hidupmu tidak akan menjadi susah. Kamu bisa bersenang-senang bersama wanita lain dengan memakai uang Sascha. Kamu jadi anakku jangan bodoh. Mama nggak suka sama Sascha aslinya. Mama lebih tertarik kepada seorang wanita yang memiliki aset banyak. Mama nggak susah-susah seperti ini untuk mendapatkan uang. Mama ingin membeli barang branded tanpa harus susah payah memeras keringat. Kamu tahu kan maksud Mama apa? Dan satu lagi Sascha itu adalah simpanan bos-bos. Apakah kamu mengerti soal itu?” tanya Fatin dengan sinis.


“Mama, Aku tidak pernah berpikiran seperti itu kepada perempuan. Aku memang cowok brengsek di dunia ini. Saatnya aku berubah Ma menjadi pria baik. Aku sangat menyesal telah meninggalkan Sascha.  Mama tahu selama kami pacaran, aku nggak pernah menyentuhnya. Aku memang sengaja menjaga kesuciannya. Mama tahu kalau Sashca itu adalah wanita paling spesial di antara wanita-wanita lain yang pernah dekat dengan aku. Gara-gara dia aku berubah. Gara-gara dia aku menjadi seorang pemaaf. Gara-gara dia aku menjadi rajin untuk bekerja. Aku nggak ingin menyakiti Sascha sedikitpun. Mama selalu saja membuat aku frustasi. Ketika ada orang yang tulus mencintaiku mama tidak pernah berpikir sedikit saja kebahagiaanku. Mama tahu cinta sejati itu tidak bisa dicari. Uang masih bisa dicari. Aku sangat tergila-gila kepadanya Aku cemburu kepada Dewa karena dia bisa dekat dengan Sascha. Aku marah ketika dia mengklaim Sascha adalah miliknya. Dan itu secara terang-terangan dirinya di tempat umum. Apalagi di depan kliennya sendiri. Para klien mengatakan kalau Sascha itu memiliki kemiripan wajahnya. Mama nggak tahu rasanya kecewa aku bagaimana. Jika mama tidak tergila-gila dengan harta dan menerima apa adanya maka aku tidak akan seperti ini. Aku tidak peduli hidup tanpa harta. Yang aku inginkan adalah cinta yang tulus dari seseorang perempuan yang baik. Mau menerima aku apa adanya. Mau merawatku dengan tulus dan memiliki seorang anak darinya. Semuanya itu telah sirna. Jika aku berubah menjadi dingin jangan salahkan aku. Apakah mama mengerti soal ini?” tanya Billy yang menyesali keadaan.


__ADS_2