Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BERTEMU DENGAN RICKY.


__ADS_3

"Ricky berada di ruangan bawah tanah," jawab Leo.


"Bagaimana bisa caranya kalian menangkap Ricky? Sedari dulu Ricky tidak bisa ditangkap sama sekali oleh siapapun," tanya Sascha.


"Tanyakan saja pada Bryan dan Ian," jawab Leo sambil mengedikkan bahunya.


"Baiklah kalau begitu. Nanti aku tanyakan pada Kak Bryan," ucap Sascha.


"Kamu mau ikut nggak?" tanya Dewa.


"Ikut. Aku ingin melihat Ricky untuk terakhir kalinya," jawab Sascha.


"Kalau begitu ikutlah denganku," ajak Dewa.


Sasha mendekati Dewa dan berdiri sejajar. Lalu Dewa menoleh ke arah Sascha sambil tersenyum, "Memangnya kamu mau ngapain ketemu Ricky untuk terakhir kalinya?"


"Aku sudah muak dengan perlakuannya. Sekarang dia harus merasakan hal itu," jawab Sascha.


Akhirnya Dewa mengajak sang istri pergi ke ruangan bawah tanah. Di sana mereka disambut oleh para pengawal. Dewa menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam.


Saat melangkahkan kakinya, mereka disambut oleh aroma darah yang masih baru. Di tempat itulah para musuh dibantai habis-habisan oleh Kobe. Sascha tidak tahu kalau Kobe adalah pria yang sangat kejam. Meskipun kocak, Kobe memang sengaja menyembunyikan sifat kejamnya itu.


"Tempat ini aromanya tidak enak sama sekali," ucap Sascha.


"Kamu harus biasa kalau masuk ke sini. Di sinilah aku membantai seluruh musuh-musuhku dan para pegawai yang tidak jujur di perusahaan," sahut Kobe dari belakang.


"Ternyata selama ini Mas Kobe?" tanya Sascha.


"Inilah sifat asliku yang sengaja aku sembunyikan agar orang-orang tidak tahu.Aku tidak ingin orang-orang yang berada di dekatku menjadi ketakutan seperti kamu," jawab Kobe.


"Ternyata mas Kobe lebih kejam daripada Kak Dewa," celetuk Sascha.


"Kamu belum tahu aja Bagaimana Dewa menghabisi musuhnya melalui tangannya itu. Meskipun suami kamu itu tampan memiliki jiwa yang tidak bisa ditebak. Setiap musuh yang berhubungan dengannya. Akan menjadi bulan-bulanan Dewa. Setelah mendapatkannya Dewa akan menghabisinya secara kejam," jelas Kobe yang membuka kartu As Dewa.


"Berarti aku sudah terpikat oleh," ucap Sascha yang menggantung.


"Kamu nggak boleh takut sama aku. Karena aku melakukan hal kejam bukan berarti menghabisimu. Aku sengaja melakukan hal itu demi mencegah orang-orang yang tidak jujur bekerja denganku.Kamu tahu kan Bagaimana caranya mencari uang itu? Seorang karyawan akan memiliki dedikasi tinggi untuk perusahaan. Jika mereka melakukannya dengan baik. Aku tidak segan-segan memberikan upah yang banyak. Jika kebalikannya aku tidak bisa memberikan maaf buat mereka. Maka dari itu kamu harus bisa memakluminya," jelas Dewa.

__ADS_1


"Baiklah aku paham soal itu. Sekarang di mana Ricky berada?" tanya Sascha.


"Kamu kenapa terus-terusan menanyakan Ricky sedari tadi?" tanya Kobe yang penasaran.


"Nanti mas Kobe tahu sendiri," jawab Sascha.


Sesampainya di satu sel yang gelap Dewa berhenti. Dewa menatap sang penjaga lalu bertanya, "Apakah Ricky ada di sini?"


"Ya Tuan," jawab pengawal itu sambil membukakan pintunya dan mempersilahkan Dewa masuk.


Dewa mengajak saja masuk ke dalam. Lalu pengawal itu menyalakan lampu dan tetap berjaga di sana.


"Sepertinya aku mengenal orang ini," ucap Kobe sambil menatap wajah Ricky yang tertidur pulas.


"Memangnya dia siapa?" tanya Dewa. "Jangan bilang kalau orang ini memiliki identitas lebih."


"Maksud kamu apaan? Dulu pernah menjadi investor di kantor saat menjadi investor, orang itu selalu berbuat curang. Untung saja aku memantaunya secara diam-diam. Agar tidak terjadi masalah besar," jawab Kobe sambil menunjuk Ricky.


"Apakah dia memakai nama Jayden atau Ricky?" tanya Dewa yang mulai curiga.


"Dia memakai nama lain. Kalau nggak salah dia memakai nama Anderson," jawab Kobe. "Nama panggilannya adalah Joy Anderson."


"Memangnya nama aslinya siapa?" tanya Kobe.


"Aku sudah melacak identitas sebenarnya. Nama aslinya adalah Ricky Wijaya. Putra pertama dari Melly dan Anggoro. Ricky memiliki satu saudara saja. Saudaranya itu bernama Risa yang kemarin malam kita habisi bersama-sama," jawab Sascha.


"Oh jadi itu. Ternyata diam-diam Ricky sangat licik sekali. Bisa-bisanya dia memakai identitas lebih dari satu," sergah Dewa.


"Kamu tahu kan yang namanya penjahat tetap saja penjahat. Dia memang sengaja dicuci otaknya oleh orang tuanya itu. Sebenarnya Ricky itu adalah anak yang baik. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan untuk keluarganya itu. Kalau menurutku sih, orang tuanya itu tidak memperdulikan tentang prestasinya itu. Bahkan nilai buruk pun tidak dimengerti," jelas Sascha yang mengerti dengan keadaan keluarga Risa.


"Baguslah. Kita nggak bisa membendungnya lagi. Makanya mereka menjadi anak yang tidak baik," ucap Kobe.


"Begitulah. Demi hawa nafsu kedua orang tuanya. Mereka rela melakukan apa saja. Aku baru tahu kalau Ricky itu adalah seorang penipu ulung," ujar Sascha yang baru mendapatkan informasi tersebut dari dunia bawah tanah.


"Apa yang harus kita lakukan? Sementara orang itu masih tertidur lelap," tanya Kobe.


"Pengawal," panggil Dewa dengan suara lantang.

__ADS_1


Pengawal yang menjaga tadi langsung masuk ke dalam. Pengawal itu membungkukkan badannya sambil bertanya, "Ada apa Tuan Dewa?"


"Ambilkan air satu ember. Setelah itu kamu siramkan kepada orang itu!" perintah Dewa.


Kemudian pengawal itu segera melaksanakan perintah dari dewa. Pengawal itu mengambilkan air di ember dan kembali lagi. Kemudian sang pengawal tersebut menyiramkannya ke arah Ricky. Otomatis Ricky terbangun dan menatap wajah Dewa dengan jelas.


"Ternyata elu," ucap Ricky tanpa basa-basi sedikitpun kepada Dewa.


"Apa kabar Ricky? Lu masih ingat nggak gue?" tanya Sascha yang langsung to the point


Seketika Ricky terkejut dengan suara Sascha. Ia mengalihkan perhatiannya ke arah Sascha. Kemudian Ricky tersenyum sambil mengejek Sascha.


"Oh... Ternyata elu. Dari mana aja lu? Kok baru saja kelihatan?" tanya Ricky.


"Tumben nanyain gue. Biasanya lu cuek," jawab Sascha. "Ngapain lu nanyain gue kayak gitu?"


"Dasar munafik!" ucap Ricky sambil menatap nyalang ke arah Sascha.


Sascha sangat malas sekali Jika dipandangi seperti itu. Dirinya ingin menghabisi Ricky saat ini juga.


"Gue memang munafik jadi orang. Lu baru sadar ya? Kenapa lu ngatain gue munafik seperti itu?" tanya Sascha dengan suara menekan. "Selama ini gue nggak pernah urusan sama lu. Tapi kenapa lu selalu mengusik kehidupan gue?"


"Karena gue suka sama lu! Gue tahu lu sering nolak!" geram Ricky.


"Perasaan lu nggak pernah ngomong soal itu. Kenapa lu bisa ngomong seperti itu? Harusnya lu ngomong nggak usah diem-diemin kayak gini? Gara-gara lu Kinanti jadi hancur," ujar Sascha.


"Gue nggak pernah menghancurkan Kinanti. Dianya saja yang sudah menghancurkan hidupnya. Lu belum tahu sebenarnya siapa Kinanti? Jangan pernah menuduh gue berkata seperti itu," sahut Ricky yang tidak mau disalahkan atas hancurnya Kinanti.


"Maksud lo apa?" tanya Sascha yang tidak paham. "Lu jangan menuduh Kinanti ya?"


"Kalau gue boleh jujur Lu percaya nggak?" tanya Ricky balik.


"Lu jangan ngaco deh jadi orang. Selama ini gue lihat ini nanti hancur gara-gara lu. Lu jadi orang jangan memanipulasi data. Seluruh data lu sekarang kepegang sama gue," jawab Sascha dengan kesal.


"Dewa," panggil Ricky.


"Ada apa lu manggil gue seperti itu?" tanya Dewa.

__ADS_1


"Bilangin sama Sascha Jangan keras kepala. Gue memiliki sebuah fakta yang membuat Sascha akan percaya," jawab Ricky yang ingin jujur pada kenyataannya.


"Maksud lo?" tanya Dewa.


__ADS_2