
Surabaya Jawa Timur.
"Ini masalah gawat. Cabang Surabaya sedang dalam resesi. Banyak sekali orang-orang yang menggelembungkan dana dari uang kas perusahaan tersebut. Seharusnya Sascha atau Eric mengetahui akan hal ini. Tapi Dewa masih menutup mulutnya. Kalau dibiarkan terus-terusan begini, cabang Surabaya bisa mati total. Apa yang bisa kita lakukan untuk saat ini?" tanya Tommy.
"Sebenarnya Dewa Sudah tahu lebih dulu ketimbang Sascha. Malahan awal-awal tiga tahun lalu, Dewa menutup mulutnya terlebih dahulu. Jujur, aku sudah mendesaknya berkali-kali untuk segera mengusut kasus itu. Tapi Dewa," jawab Timothy.
"Apakah Dewa melakukannya?" tanya Tommy.
"Bukan begitu konsepnya," sahut Eric yang baru saja datang.
"Lho, Bukankah kamu sekarang berada di New York City?" tanya Tommy.
"Semuanya sudah beres. Seluruh mafia di sana sudah membeli senjata laras sepanjang versi Dewa. Bahkan Papaku juga ingin memilikinya. Sekarang keadaannya sangat menipis sekali. Setelah selesai aku memang disuruh ke sini sama Dewa. Aku akan memanggil asistenku untuk ke sini besok pagi," jelas Eric yang menghempaskan bokongnya di hadapan mereka.
"Berarti kamu sudah tahu duluan?" tanya Timothy.
"Jangankan aku. Sascha pun juga tahu. Untuk sekarang ini, Apakah dia ingat atau lupa. Soalnya masalah ini sudah berjalan selama tiga tahun. Sascha malah disuruh memperbaiki sistem keuangan bagian pusat bersama Leo," jawab Eric yang menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Kalau kamu tahu semuanya... Kenapa kamu tidak mencegah Dewa? Ini masalah gawat. Kalau diteruskan cabang Surabaya akan tutup dalam jangka waktu enam bulan ke depan," jelas Tommy.
"Kamu pasti tahu alasannya kenapa? Dewa sengaja tutup mulut demi menjebak orang-orang yang menggelembungkan dana. Kalian di sini hanya mengumpulkan bukti yang kuat. Cepat atau lambat Dewa dan Sascha yang akan menanganinya. Semoga saja saja ingat kasus ini," ucap Eric.
"Semuanya sudah jelas. Seluruh berkas-berkas yang aku pegang adalah bukti sesungguhnya. Lalu kenapa Dewa tidak memecat mereka?" tanya Timothy.
"Kamu belum tahu aja Dewa memiliki kelicikan paripurna. Dewa memang sengaja mencari orang-orang yang suka mengambil uang perusahaan. Dia sengaja mengorbankan cabang Surabaya. Cabang Surabaya memang sengaja dihancurkan. Tapi kalau sudah hancur, Dewa akan membangunnya kembali seperti dulu. Dan seluruh orang-orang yang mengambil uang perusahaan itu. Cepat atau lambat mereka akan mendapatkan akibatnya dari Dewa," tambah Eric.
"Oh, jadi bukti ini untuk menguatkan saja kalau mereka bersalah dan tidak bisa mengalah untuk kesekian kalinya?" tanya Timothy.
"Licik juga ternyata orangnya. Semakin umurnya bertambah. Semakin licik juga otaknya. Kesimpulanku hari ini kita akan membuang beberapa benalu perusahaan. Jika semuanya beres kemungkinan besar enter pusat dipindah ke Surabaya," ucap Timothy.
"Nggak ada namanya perpindahan Jakarta ke Surabaya. Biarkanlah pusat hidup di sana. Cabang Surabaya akan dijadikan untuk memproduksi velg terbaik. Selain itu juga velg tersebut bekerja sama dengan DT Groups. Jujur selama ini Dewa ingin memiliki pabrik velg sendiri. Dewa tidak ingin mengimpor dari beberapa anak cabang di negara Eropa. Ia memang sengaja mendirikan pabrik velg itu. Gunanya untuk memperirit biaya pengiriman," tambah Eric.
"Berarti kesempatan dalam kesempitan dong?" Tanya Tommy.
"Ya itu benar. Sangking liciknya itulah bos kita. Kalau nggak licik, namanya bukan Dewa. Nanti kedua orang tuanya akan mengganti namanya menjadi aneh," jawab Eric.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Aku menyetujui apa pendapat Dewa. Semuanya sudah clear. Tinggal mengeksekusi satu persatu para penjahatnya. Ujung-ujungnya mereka hanya dihukum di kepolisian. Dewa tidak akan mau menghabisi orang setelah menikah," jelas Timothy.
"Dewa tidak pernah membunuh orang dan tidak pernah mau membunuhnya. Di dunia kegelapan yang membunuh itu bukanlah Dewa. Yang mengeksekusinya juga bukanlah Dewa. Semuanya pekerjaan untuk mengeksekusi korbannya adalah Marty. Nah Marty inilah yang ditugaskan untuk membantai seluruh korbannya. Untuk sekarang ini Dewa memang memfokuskan untuk menangkap orang-orang seperti itu. Dewa harus membuang mereka dari lingkungan perusahaan. Jika tidak mereka bisa berdampak pada masa depan. Itulah kenapa siasat licik dari Dewa. Dan kamu tahu... Kakek Aoyama sudah mengetahuinya dan mengizinkan untuk menghancurkan cabang Surabaya," tambah Eric.
"Bagus juga idenya. Kenapa kita tidak memakai ide tersebut dalam perusahaan kita?" tanya Tommy.
"setiap ide-ide dari dewa kalian bisa memakainya jika sudah tidak bekerja sama dengannya. Dewa memang seorang pelopor memiliki ide licik. Dewa akan mendukung kalian semua ketika ada masalah berat dan membantunya secara cuma-cuma. Sebentar lagi perusahaan milik Sascha akan digabung dengan perusahaan pusat pakai Aoyama. Aku nggak tahu apa jadinya nanti? Katanya sih pusatnya berada di Tokyo semuanya," sambung Eric.
"Memang gila itu dua orang. Aku nggak bisa membayangkan apa yang terjadi nanti. Mereka memiliki otak di atas rata-rata. Mereka juga memiliki insting yang sangat kuat. Sebelum menikah Dewa dan Sascha sudah dijadikan satu kepala. Yang di mana mereka selalu saja berdiskusi dan mencurahkan pemikirannya. Meskipun Sascha sendiri memiliki jabatan sebagai asistenku. Tapi dia bisa mempengaruhi seluruh perusahaan pusat maupun cabang. Memang darahnya papa Gerre tumpah menjadi satu di dalam tubuh Sascha," puji Eric.
"Setelah ini kamu mau ke mana? Apakah kamu ingin kembali ke Meksiko?" tanya Timothy.
"Aku tidak akan kembali lagi ke sana. Aku sudah mengundurkan diri dari usaha ayahku. Aku ingin hidup normal seperti pria lainnya. Yang di mana mereka bisa merasakan hidup bahagia tanpa harus peperangan. tidur dengan nyenyak tanpa harus ketakutan rumah diserang. Bepergian jauh juga tidak membahayakan untuk anak dan istriku kelak. Kemungkinan besar kakak tertuaku yang mengambil ahli seluruh pekerjaanku di sana. jujur selama ini aku ingin tidur nyenyak tanpa harus gangguan siapapun," imbuh Eric.
"Kalau aku pikir-pikir sih kamu ada benarnya. Benarnya adalah kamu tidak ingin mengambil resiko yang besar dalam hidupmu. Aku sangat menyukai itu. Tapi kita harus memiliki beberapa pengawal agar bisa dilindungi dari orang-orang yang ingin menghancurkan kehidupan keluarga," kata Tommy.
"Iya itu benar. Apalagi kita sudah tergabung dalam dunia bawah tanah. Yang di mana dunia bawah tanah adalah dunia yang paling kejam melebihi dunia atas. Tapi ingatlah satu hal. Kalau kamu ingin aman, kamu bisa menyembunyikan identitasmu," pesan Eric.
__ADS_1