Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BERTEMU FATIN UNTUK TERAKHIR KALINYA.


__ADS_3

 


“Dia adalah Fatin. Mungkin saja dia disuruh oleh Cathy untuk membuntuti kamu dan membunuh. Itulah kenapa aku meminta untuk ikut denganmu. Sebenarnya soal waktuku terbuang itu hal yang lumrah. Kamu tahu kan maksudku apa?” tanya Dewa.


“Aku tahu itu,” jawab Sascha sambil tersenyum menatap Dewa.


“Temui sana!” perintah Dewa. “Jika dia melakukan macam-macam. Aku akan melaporkan dia ke polisi. Dan seluruh bukti yang dimilikinya. Akan aku berikan kepada polisi. Nggak sampai beberapa detik. Fatin masuk dalam penjara. Nggak ada orang yang mau menebusnya. Karena Billi dan Firly berada di Papua sana. Mereka sengaja diusir oleh Fatin. Katanya mereka adalah beban hidupnya.”


“Aku rasa ini sangat lucu sekali. Baiklah aku akan menemuinya,” balas Sascha yang membuka pintu dan menyambut kedatangan Fatin dengan senyuman licik.


Setelah Sascha keluar, Dewa juga keluar dari dalam mobil. Ia segera mengambil map kemudian masuk ke dalam kantor polisi. Di sana Dewa sengaja membuat laporan atas kejahatan Fatin. Mulai dari penculikan, pemerasan dan penganiayaan. Jujur Dewa sangat geram sekali atas tindakan Fatin.


Kenapa ada laporan penganiayaan? Dulu sang istri pernah dipukuli oleh Fatin. Padahal saat itu Sascha hanya melakukan kesalahan kecil. Namun Sascha ditampar berkali-kali dan dihajar. Ketika pulang ke rumah Dewa melihat luka lebam yang berada di tangannya. Dewa terkejut dan menyuruhnya visum terlebih dahulu. Untungnya hasil visum itu Dewa masih menyimpannya. Dengan kata lain Fatin akan masuk ke dalam jeruji yang lebih lama lagi.

__ADS_1


Kembali lagi ke Sascha.


Wanita berparas cantik itu harus menghadapi Fatin. Ia hanya diam dan menatap tajam ke arah Fatin. Namun Fatin tidak mau menerimanya. Sebab katanya Sascha kurang sopan menghadapi orang yang lebih tua.


“Jaga matamu!” bentak Fatin dengan nada kasar.


“Kenapa aku harus menjaga mataku? Apakah mataku salah jika melihatmu seperti itu? Kamu sering menatapku seperti itu. Tapi aku nggak pernah protes sama sekali. Dan sekarang kamu protes,” protes Sascha yang tidak ingin dibantah oleh Fatin.


“Kamu tahu nggak! Kalau kamu masih memiliki tanggungan besar! Kamu telah membohongi aku!” geram Fatin.


“Gara-gara kamu aku jadi jatuh miskin. Kamu sudah memerasku hingga asetku habis,” jawab Fatin yang mulai bermain drama.


“Ibu jangan bikin drama deh. Ibu itu selalu saja membuat drama biar semua orang luluh dan membelamu! Iya kan?” tanya Sascha yang mulai menebak permainan Fatin.

__ADS_1


“Bikin drama apa? Kamu jangan ngaco seperti itu. Kamu sudah memeras anakku dan meminta barang-barang mewah kepada putraku itu!” bentak Fatin.


“Kebalik Bu. Yang merasa jadi korban itu adalah saya, bukan ibu. Ibu telah mencuci otak Billi menjadi bodoh. Bisa-bisanya Ibu memutar balikan fakta. Semuanya sudah ada bukti yang jelas. Bukti itu sudah sampai ke meja polisi. Sebentar lagi Ibu akan masuk ke dalam sana. Aku tahu tidak ada orang lagi yang mau menolong Ibu. Banyak lho orang-orang yang telah sakit hati karena ulah ibu sendiri. Mereka sudah tidak respect lagi sama ibu. Ya sudah deh bu. Aku malas berdebat dengan ibu. Pekerjaanku banyak. Aku bukan seorang pengangguran yang sering dihina oleh ibu. Oh ya... Ternyata Aku terpisah dengan kedua orang tuaku itu juga gara-gara Ibu. Perkenalkan nama saya Aulia Atmaja. Mulai sekarang saya sudah tidak akan memakai nama Sascha lagi. Saya akan kembali menjadi bagian dari keluarga Atmaja. Terima kasih buat Bu Fatin. Selama saya berada di luar mansion. Saya dikenalkan banyak hal-hal yang tidak tahu. Saya mengenal banyak orang-orang yang unik termasuk ibu. Saya sudah paham dengan kelakuan Ibu. Diam-diam telah membuat rencana ingin merebut saya dari Kak Dewa. Terus ibu ingin menceraikan kami. Karena pernikahan Ini tidak sah. Maksud ibu apa? Terus tidak sahnya dari mana? Dokumen pernikahanku semua sudah tercatat di dua negara sekaligus. Jadi jika ingin protes, protes aja. Mereka tidak akan memisahkan kami. Kecuali kami yang memintanya sendiri dan mendatangi kantor catatan sipil untuk berpisah. Namun saya tidak akan melakukannya sama sekali. Saya sangat mencintai kak Dewa sedari kecil. Aku harap Ibu paham dengan apa maksudku. Kalau begitu silakan menikmati damainya hidup di penjara. Pelajari tentang kehidupan yang baru begitu juga dengan maknanya. Setelah keluar dari penjara, ibu akan tahu apa artinya hidup. Setelah ibu keluar jangan harap mengenal saya lagi. Saya sudah terluka karena ulah Ibu sering sekali membanding-bandingkan aku dengan perempuan kaya. Sedangkan saya sendiri orangnya suka berjuang dari nol hingga sukses. Selamat jalan Bu. Semoga anda mengerti Bagaimana rasanya menjadi orang sederhana,” ucap Sascha yang mencurahkan isi hatinya karena kesal terhadap Fatin.


Fatin menghilangkan kepalanya sambil membentak Sascha. Jujur ia tidak terima dengan perlakuan Sascha. Ingin melawan namun pihak kepolisian sudah menahannya. Saat itu juga Fatin dijebloskan dalam penjara. Bagaimana perasaan Sascha sekarang? Sascha sangat lega bisa mencurahkan isi hatinya. Sebab selama ini ia menyimpannya dengan rapat. Lalu wanita berparas cantik itu akan melupakan kejadian di masa lalunya. Sascha telah berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari yang ini.


Bagaimana nasib Fatin sekarang? Dewa Sudah menjebloskan Fatin ke dalam penjara. Ia memang sengaja melakukannya karena tidak mau sang istri mengingat masa lalunya itu. Jujur Dewa tidak ingin Sascha bersedih terus-terusan. Ia ingin melihat Sascha tersenyum manis menghiasi harinya. Jika saja Fatin tidak berbuat kasar, kemungkinan besar dirinya tidak akan dijebloskan dalam penjara. Dewa akan melepaskan Fatin dan membiarkan hidup dengan bebas. Itulah kenapa Dewa sangat melindungi sang istri dari orang-orang yang ingin mengganggunya.


Selesai membuat laporan, sepasang suami istri itu pun akhirnya meninggalkan kantor polisi. Mereka sudah tidak mau lagi memperparah keadaan. Lalu Bagaimana nasib suami dan anak-anaknya? Mereka sudah mengetahuinya sebelum kejadian ini terjadi. Feeling Anton dan Billi sangat tajam. Pria itu sudah mendapatkan firasat kalau sang ibu masuk dalam penjara. Apakah Billi akan menolongnya? Jujur ia sendiri tidak mampu melawan kehebatan Dewa. Jika Dewa Sudah berhubungan dengan hukum. Maka siapapun tidak akan berani melawannya. Kecuali Dewa sedang baik hati dan mengeluarkannya sendiri. Itulah Arie Dewantara. Yang di mana orang mengenalnya sebagai pria yang humble. Namun di dalam dirinya memiliki sifat yang kejam. Sascha tahu kalau sifat kejam Dewa tidak dapat dihadang. Bahkan Sascha sendiri angkat tangan dan tidak berani mencampuri urusannya.


Selesai membuat laporan Dewa mengajak Sascha menjemput Dita. Mereka sangat kompak sekali dan tersenyum manis selamat dalam perjalanan. Sesampainya di sana Dewa memarkirkan mobilnya dan menyuruh sang istri keluar terlebih dahulu.


‘’Keluarlah dulu. Nanti aku akan menyusulmu jika belum selesai,” usir Dewa.

__ADS_1


“Maksud kakak apa?” tanya Sascha.


 


__ADS_2