Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
DENDAM JAYA KE DEWA.


__ADS_3

"Tenanglah. Jangan terburu-buru untuk balas dendam. Santai saja dan nikmati hasilnya," jawab Jaya.


"Apakah tuan tidak menikah dengan Risa?" tanya Wira.


"Hubungan kami hanya kesenangan saja. Kami sudah mengatur rencana ini sedemikian rupa. Agar kami bisa bersenang-senang tanpa harus menyakiti satu sama lain. Oh ya dimana Ricky?" tanya Jaya.


"Biasa ada di lab untuk mengambil jantung sang korban," jawab Wira.


"Malam ini apakah ada barang yang keluar?" tanya Jaya.


"Belum ada. Masih ada sedikit. Ricky sedang mencari korban yang mau diambil organ tubuhnya secara sukarela," jawab Wira.


"Semoga saja ada," ucap Jaya.


Beberapa saat kemudian Ricky datang dengan membawa jantung manusia. Jantung yang sudah ditaruh di toples diberikan ke Jaya sambil berkata, "Jay... Pak Rio kemarin pesan jantung buat anaknya. Kamu pergi ke sana. Cek semuanya apakah cocok atau tidak?"


"Lu mau kemana?" tanya Jaya sambil meraih toples itu.


"Mau pulang. Bini gue yang enggak berguna itu meminta pertolongan," jawab Ricky yang malas dengan Kinanti.


"Pulang sono. Jangan balik lagi kalau masalah lu sama Kinanti belum selesai," kesal Jaya.


Wira tersenyum karena tiba-tiba saja menemukan sebuah ide. Ketika Ricky ingin keluar Wira memanggilnya. Dengan terpaksa Ricky kembali lagi ke hadapan mereka.


"Kinanti kan benci Sascha. Boleh tuh dijadikan alat untuk menyerang Sascha," celetuk Wira.


"Memang. Sekarang yang jadi masalahnya adalah orangtua itu selalu membela Sascha jika Kinanti menjelek-jelekkan Sascha," ucap Ricky.


"Coba dech lu pengaruhi mereka dan bilang kepada mereka kalau Sascha itu bukan cewek baik-baik. Selain itu juga lu harus mempunyai bukti kalau Sascha itu pemuas na*su om-om. Jika lu ada bukti otomatis mereka percaya. Jika enggak ada bukti ya mana mungkin mereka percaya," saran dari Wira.


"Pintar juga lu. Kalau begitu gue akan coba saran lu," ucap Ricky.


"Semoga berhasil. Jangan pernah menyerah karena dengan bukti dan video itu mereka akan percaya dan mulai membenci Sascha," tambah Wira.

__ADS_1


"Kalau begitu gue akan ikuti saran lu. Gue pulang dulu," pamit Ricky.


Jaya sangat berterima kasih atas ide dari Wira. Jaya juga ingin melihat Sascha hancur dan banyak dibenci. Namun apakah tahu kalau Sascha adalah seorang ahli waris? Tidak. Karena belum tahu.


Sementara di dalam pesawat para petinggi D'Stars Inc sedang melakukan perjalanan menuju ke Hamburg. Mereka sedang duduk saling berhadapan dan mulai berdiskusi tanpa Dewa.


"Bagaimana menurut lu jika Sascha resmi sebagai ahli waris Khans Company?" tanya Bima.


"Gue sih setuju aja kalau Sascha menjadi ahli waris. Secara genetik Sascha adalah anaknya Gerre Atmaja," jawab Tommy. "Lu tahukan kalau Sascha itu benar-benar jenius otaknya. Diam-diam Sascha membantu D'Stars Inc dan perusahaan Dewa yang sedang berkembang."


"Tapi bagaimana dengan Keluarga Billi jika tahu Sascha adalah putri dari Gerre?" tanya Ian.


"Ini yang akan menjadi masalah. Jika mereka mengetahui Sascha adalah anaknya konglomerat bisa dipastikan mereka akan meminta Sascha balik lagi. Aku harap akan ada solusi yang tepat," jawab Erick.


"Jawabannya hanya satu. Yaitu Dewa harus menikahi Sascha dan memiliki anak. Jika mereka memiliki anak bisa dipastikan tidak ada perceraian. Aku rasa itu ide yang bagus. Sangking bagusnya mereka tidak bisa memiliki Sascha," jawab Leo yang masih mengotak-atik laptop.


"Itu pasti," jawab Leo. "Oh ya... Gue mau bilang sesuatu ke lu semua. Perusahaan sedang kena teror besar-besaran."


"Maksudnya?" tanya Timothy yang sedari tadi diam saja.


"Tiap hari," pekik Ian.


"Seperti serangan cyber," tambah Leo.


"Lu tahu siapa yang mengirim?" tanya Timothy.


"Jaya sang ketua mafia Dark Impulsif," jawab Leo.


Sontak saja mereka terkejut dengan apa yang didengarnya. Mereka tidak menyangka kalau Jaya sering menyerang perusahaan.


"Bukankah Jaya bekas pegawai D'Stars Inc?" tanya Ian.


Leo menganggukan kepalanya, "Sepertinya Jaya sangat dendam sama Dewa?"

__ADS_1


"Dendamnya apa?" tanya Eric.


"Bukannya dulu dia pernah digadang-gadang calon CEO D'Stars Inc sebelum Dewa kembali?" tanya Ian.


"Nah itu dia. Masalahnya sekarang Jaya dendam banget sama Dewa karena enggak bisa menjadi CEO D'Stars Inc. Yang jadi pertanyaan apakah Jaya dan Dewa memiliki hubungan darah?" jawab Leo sambil melontarkan pertanyaan lagi.


"Setahu gue Dewa enggak ada kerabat di Indonesia. Memang sih Dewa memiliki darah Indonesia. Tapi neneknya enggak tinggal di Indonesia semenjak nikah sama kakeknya dulu. Jadi kemungkinan besar adalah Jaya Gunadi bukan orang lain," jelas Timothy yang tahu seluk beluk Dewa.


"Kalaupun ada tidak mungkin mereka tinggal di Indonesia," tambah Leo.


"Lalu kenapa Jaya ingin menghancurkan Dewa?" tanya Ian.


"Lu enggak tahu ya kasus huru-hara pas pergantian CEO? Saat itu mas Kobe memutuskan untuk pulang ke Jepang?" tanya Timothy.


"Gue enggak tahu. Saat itu gue kan masih mengejar S2 di Finlandia," kesal Ian.


"Oh iya ya. Jadi gini Kakek sudah menentukan siapa yang jadi CEO D'Stars Inc. Saat itu Dewa masih menyelesaikan S2 nya. Mas Kobe menunjuk Jaya untuk menjadi CEO untuk sementara waktu kurang lebih setahun. Nah disinilah Jaya sangat marah kepada Kobe kenapa hanya setahun? Mas Kobe menjelaskan semuanya kenapa dirinya menjadi CEO hanya setahun? Akhirnya Jaya manggut-manggut saja. Tapi hatinya dongkol. Sangkin dongkolnya jika suatu saat Dewa naik menjadi CEO, Jaya pasti akan merebut semuanya. Beberapa tahun ini Jaya tidak menyerang biar Dewa menikmati menjadi CEO. Nah dua bulan belakangan ini Jaya menyerang dengan cara apapun. Gue sudah melihat pergerakan Jaya," jelas Timothy.


"Kalau serangan cyber?" tanya Leo.


"Gue belum paham soal itu," jawab Timothy. Dua bulan belakangan ini gue harus memegang kendali perusahaan cabang timur Indonesia."


Timothy mengakui kalau dua bulan belakangan sedang fokus pada cabang bagian Indonesia timur. Timothy malah tidak mengetahuinya kalau ada serangan cyber. Akhirnya Timothy menyuruh Leo untuk memback-up semua serangan demi serangan dari Jaya.


Sesampainya di rumah kakek dan nenek Sascha segera keluar dari mobil. Sascha tidak menyangka kalau dirinya akan kembali lagi ke mansion. Mansion yang sangat hangat dan penuh dengan keceriaan. Bahkan disinilah Sascha bertemu dengan Dewa pertama kalinya.


"Sepertinya kita pernah bertemu disini ya ketika pertama kali bertemu," celetuk Sascha.


"Sepertinya sih. Aku lupa akan hal itu," ucap Dewa yang mulai mengingat kapan bertemu dengan Sascha. "Sebentar apakah kita pernah bertemu disini?"


"Tidak. Aku bertemu kamu di sini," jawab Sascha. "Bukannya kita dulu ketemu disini?"


"Jujur aku lupa akan hal itu," jawab Dewa.

__ADS_1


"Apakah aku perlu mengingatkan kembali kapan kita bertemu?" tanya Sascha lagi.


"Apakah kamu masih mengingat kejadian itu?" tanya Dewa yang sengaja memancing ingatan Sascha.


__ADS_2