Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEGELISAHAN YANG NYATA.


__ADS_3

Devan hanya bisa mengangguk pelan dan memiliki sebuah ide. Devan menatap Kobe dan berkata, "Suruh panggil mereka kesini!"


Kobe akhirnya meraih ponselnya dan menghubungi Leo. Ia mengatakan kalau meeting akan dilaksanakan di kamar Dewa. Kobe langsung memutuskan sambungannya dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa juga aku seperti ini?" tanya Dewa sembari menatap Sascha.


"Aku mulai ingin marah. Ingin meledakkan amarahku sekarang juga," kesal Sascha.


"Jangan pernah kamu meledakkan amarah. Lebih baik kamu simpan amarah kamu," suruh Dew sembari mengelus puncak kepala Sascha.


"Hmmmp," Sascha hanya menyahuti apa yang dilakukan oleh Dewa.


Sekilas melihat Dewa tampak penuh kesedihan. Devan, Sascha dan Kobe menggeram dalam hati, Mereka tidak pernah terpikirkan, kenapa kejadian ini terus bergulir. Apakah ini teror? Atau pembalasan dendam?


Tak lama ada seluruh orang masuk ke dalam. Mereka melihat Dewa merasa kasihan. Mereka menatap Dewa sembari menghela nafasnya.


"Wa," panggil Bima.


"Ada apa, Bim?" tanya Dewa,


"Maafin aku ya," jawab Bima.

__ADS_1


"Kenapa kamu meminta maaf?" tanya Dewa.


"Karena aku enggak tahu saat berada di unit gawat darurat," jawab Bima.


"Aku sudah memaafkan kamu," ucap Dewa. "Aku hanya ingat tentang terakhir dibius saja."


"Jadi kamu enggak tahu, kalau diri kamu dibius?" tanya Ian.


"Ya... mana tahu aku. Aku hanya melihat beberapa suster yang sedang membius tubuhku. Aku bilang, kenapa pake dibius segala? Katanya buat meredakan rasa sakit. Aku bilang ya sudah," jawab Dewa.


"Kemungkinan kamu sedang dibohongi sama orang itu," kesal Ian.


"Yang membius kamu sudah meninggal. Tuh Sascha yang menembaknya," jawab Leo.


Malam itu juga melakukan pertemuan. Mereka duduk di atas lantai yang sudah terpasang oleh karpet. Mereka menatap Leo seakan meminta penjelasan.


"Jadi itu rumah sakit adalah milik Dewa. Yang dimana Dewa sengaja membangun memakai uang sendiri. Rumah sakit diperuntukkan bagi yang kurang mampu. Beberapa bulan lalu, ada pergantian direktur utama. Dewa menjatuhkan ke Daffa Yankees. Orang Amerika berdarah Indonesia. Kata Dewa orang itu sangat kompeten dalam kesehatan. Tapi sayangnya dia memiliki jiwa psikopat," jelas Leo sembari membaca tabnya.


"Apa?" pekik mereka semuanya.


"Ya... Daffa memang memiliki jiwa psikopat. Hampir setiap hari dia selalu mencari korban. Terutama pada tunawisma dan juga orang-orang yang dibencinya. Saking bencinya, Daffa bisa memutilasi orang itu dengan tangannya sendiri. Beberapa hari ini Daffa tidak memiliki korban. Lalu Daffa sengaja memburu kamu dan menurunkan orang yang sengaja menabrak kamu," tambah Leo sambil menatap wajah Dewa.

__ADS_1


"Lalu?" tanya Dewa.


"Dia juga bekerja sama dengan Jackie Lari sang pemilik agen mata-mata. Ada satu informasi yang membuat kalian terkejut. Agen yang dimiliki oleh Jackie merangkap sebagai organisasi hitam bawah tanah yang bergerak di bidang human trafficking. Selain itu mereka bekerja di bidang lain. Yaitu pemasok organ tubuh bagi yang membutuhkan. Kalau pasokan banyak orang itu akan menjualnya ke pasar gelap," jelas Leo.


Mereka hanya manggut-manggut mendengar penjelasan tentang Jackie Lari. Satu kata yang sekarang ini adalah sadis. Memang kata sadis itu yang membuat semua orang mengelus dada.


"Bukannya Jackie Lari itu adalah bekas aktor?" sambar Chloe.


"Iya," jawab Leo. "Karirnya meredup karena dia menghamili seorang pelayan."


"Makanya aku sekarang aku enggak pernah lihat lagi," celetuk Chloe.


"Memangnya mama kenal?" tanya Sascha.


"Ya... mama mengenalnya," jawab Chloe. "Dia adalah aktor yang sangat arogan sekali. Ditambah lagi dia sering banget berantem beberapa aktor dan aktris yang pendatang maupun senior. Banyak sekali orang-orang menghujatnya."


"Pantas saja. Aku sendiri memang tidak mengetahui siapa itu Jackie," celetuk Sascha.


"Yang dikatakan oleh mama Chloe memang benar apa adanya. Berhubung sinar keartisannya meredup, ia masuk ke dalam perusahaan property. Yang dimana usaha property itu bukan miliknya. Melainkan orang lain. Jackie sudah membunuh orang itu dengan kejamnya. Sampai saat ini mayat tersebut tidak ditemukan," sambung Leo.


"Bagaimana dengan keluarganya?" tanya Sascha. "Maksud aku keluarga si korban."

__ADS_1


__ADS_2