Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PENYESALAN DEWA.


__ADS_3

“Aku memutuskan fokus pada karir terlebih dahulu. Aku ingin mengembangkan bakatku menjadi seorang pebisnis hebat. Pelan-pelan aku mencari tambatan hati yang bisa membuat hidupku nyaman,” jelas Tommy.


“Maafkan aku yang telah memisahkan kamu bersama Dita,” ucap Dewa yang sebenarnya tidak rela memisahkan Tommy dengan Dita.


“Aku enggak akan marah sama sekali. Aku paham dengan situasi saat ini. Jika aku menikah sekarang, mata-mata mamaku akan melaporkan kejadian semua ini ke mamaku. Dan aku tahu kamu sengaja menutup semua identitas milik Dita. Jadinya mamaku tidak akan pernah bisa mengakses siapa Dita sebenarnya.  Maka dari itu aku sengaja mengalah dan membiarkan Dita hidup bahagia sembari meraih cita-citanya agar tidak menyesal dikemudian hari,” tutur Tommy yang tidak inign kedua sahabatnya bersedih.


“Ya sudah dech... malam semakin larut. Aku berpamitan untuk mengajak Sascha tidur,” pamit Dewa. “Kalau kamu mau tidur di kamar atas lantai dua saja. Masih ada kamar yang kosong.”


“Terima kasih,” balas Tommy.


Dewa akhirnya mengajak Sascha masuk ke dalam. Dewa tidak akan membiarkan istrinya kelelahan. Di saat masuk Tommy memandang mereka dan menatap secercah bahagia. Memang benar apa yang mereka diskusikan tadi, Tommy akan mengalah dan membiarkan cintanya pergi. Yang ia pikirkan sekarang fokus dalam membangun karir. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil tawaran emas dari Dewa. Ia ingin menjadi seorang pebisnis sukses dan membuktikan kepada keluarganya. Kalau sebenarnya ia bisa meraih kesuksesan tanpa ada yang mengatur hidupnya.


Sedangkan Sascha dan Dewa sangat kasihan sekali kepada Tommy. Tidak seharusnya Dewa memisahkan Tonny dengan Dita. Namun ia tidak ingin hidup sang adik menderita. Sudah sewajarnya jika sang kakak melindungi sang adik. Agar Dewa ingin melihat Dita tersenyum bahagia. Namun di dalam hatinya, Dewa berdoa kepada Tuhan supaya Dita diberikan jodoh yang lebih baik lagi.


Sesampainya di kamar, Sascha menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia melihat Dewa yang sedang membuka bajunya.

__ADS_1


“Aku lihat Kak Tommy orangnya sangat tertekan sekali menjalani kehidupannya,” jelas Sascha.


“Sedari dulu memang kehidupan Tommy sangat tidak menyenangkan sekali. Hidupnya terkekang sekali hingga membuat mentalnya tetekan. Sebenarnya aku juga tidak berhak memisahkan Dita bersama Tommy. Aku memang salah sepenuhnya dan terlalu keras. Aku juga tidak boleh mengatur kehidupan Dita seenaknya saja,” ungkap Dewa yang agak menyesal.


“Tapi ada benarnya juga. Kamu sengaja menutup identitas milik Dita. Kemungkinan semua orang tidak akan bisa mengakses kehidupan Dita,” ucap Sascha.


“Semuanya sudah clear. Masalah Tommy enggak usah dilanjut. Soal kelanjutan nenek sihir itu kita harus menuntaskan semuanya. Tommy sudah mengikhlaskan neneknya untuk diserahkan kepada kita. Aku yakin masalah ini akan cepat selesai,” ujar Dewa yang menatap langit-langit dan berharap masalah ini cepat selesai.


New York City, USA.


“Ma,” panggil gadis itu.


“Ada apa?” tanya wanita paruh baya itu dengan wajah sinisnya.


“Bolehkah aku bekerja disini demi menghabiskan waktu masa liburanku di musim panas?” tanya gadis itu.

__ADS_1


“Ikutlah dengan aku!” ajak wanita itu yang masih mengangkat wajahnya.


Wanita paruh baya itu masuk ke dalam ruangan khususnya. Wanita itu mempersilahkan gadis itu duduk di sofa empuknya.


“Ketimbang kamu menghabiskan waktu kamu disini, lebih baik kamu mencari keberadaan Tonny. Kabar terakhir yang aku dengar Tommy berada di Jakarta. Kamu bisa menyuruhnya pulang. Dan kamu harus mencari cara agar Tommy mau kembali kesini. Setelah itu kalian bisa menikah dan hidup bersama,” ucap wanita paruh baya itu yang sengaja memberikan sebuah perintah untuk gadis itu.


“Baiklah. Kenapa aku tidak berpikiran seperti ini?” tanya gadis itu. “Ibu menyuruhku untuk keberadaan Kak Tommy.”


Wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan calon besannya itu. Ia juga merasa kesal terhadap putranya itu yang telah kabur. Ia sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Tommy. Akan tetapi ia sendiri tidak memberitahukan ke calon menantunya itu.


“Baik ma... dengan senang hati aku akan kesana,” ucap gadis itu.


Pagi yang cerah di Nganjuk. Para pengawal semuanya sudah membersihkan rumah dan juga menanam padi. Sascha yang mengetahuinya sangat terkejut sekali. Bagaimana bisa mereka menanam padi di sawah? Hal ini membuatnya terheran-heran.


“Mau kemana kalian?” tanya Sascha yang bingung dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2