
"Nah itu dia. Harusnya kita akan melakukan hal yang lebih buat Risa. Jika kita tidak melakukannya, bisa jadi Risa akan membunuh orang lain. Aku nggak tahu motifnya apa? Ini yang membuat aku masih bingung," jawab Dewa.
"Itulah yang membuat kita bingung. kalau kita tidak menghentikannya sekarang. Kita yang akan menjadi rugi. setelah kakek Aoyama menjadi korban. nanti akan ada korban selanjutnya. Bagaimana menurut Paman Taro?" tanya Sascha.
"Jalan satu-satunya adalah menjebaknya. Kamu sudah memberikan ide yang bagus seperti itu. Kalau kamu tidak membuat ide seperti itu, kita sendiri yang nggak susah. Kalau begitu aku akan menghubungi toko boneka yang menjual replika manusia. Semoga dalam waktu tiga jam replika Tuan Aoyama," sahut Taro yang membuat mereka mengangguk serempak.
Taro langsung meraih ponselnya dan mencari nomor telepon temannya. Ia sendiri akan menghubungi temannya itu. Agar bisa memesan boneka yang mirip dengan sang tuannya. Dalam waktu beberapa menit, Taro sudah memperoleh boneka itu. dalam waktu tiga jam, para pengawal Taro akan membawanya ke sini.
"Semuanya sudah beres. Beberapa jam lagi akan dibawa ke sini. Kalian tenang saja jangan panik. Kalau kalian panik bisa membuat Risa curiga kepada kita. ternyata ide kamu sangat bermanfaat," jelas Taro.
"Aku nggak panik soal itu. yang aku khawatirkan adalah kakek Aoyama. Kakek sangat berjasa untuk banyak orang di dunia ini. Jika ada orang yang membunuhnya secara keji, Aku tidak akan tinggal diam. Lebih baik aku membunuh sang penjahat ketimbang kakek. Apalagi orang yang mau membunuh kakekku adalah temanku sendiri. Teman baikku yang di mana pernah bersama semenjak kuliah," ucap Sascha dengan jujur.
"Kalau gitu kita tunggu saja kakek bangun. Setelah bangun aku akan membawa kakek ke suatu tempat. Tempat itu ada di suatu daerah, yang di mana tempat itu tidak akan bisa dijamah oleh siapapun. Aku harap Setelah kalian membunuhnya, kalian harus menyusul kami ke sana. Aku akan share lokasi tempatnya. Okelah kalau begitu. Kita jalankan rencana pertama. Oh ya... Apakah kamu sudah mencari semuanya tentang Risa?" tanya Taro.
"Tunggu satu jam lagi. Leo masih mencarinya. Leo masih mencari di Dark web. Kemungkinan besar Risa beserta keluarganya terkait jaringan internasional. Aku nggak tahu kasus apa yang telah dibuatnya? kata Bima, Leo masih mencari jawabannya. Ayo juga tidak bisa gegabah karena keluarga Risa sangat pandai sekali menutup informasinya. Aku harap segera menemukannya," jelas Dewa yang sangat penasaran sekali dengan Risa dan keluarganya itu.
__ADS_1
"Jaringan internasional. Maksudnya apa ya? Aku sendiri nggak tahu jaringan apa yang telah dibuatnya itu. Makanya setiap orang ingin melaporkannya, mereka masuk dalam penjara hanya beberapa hari terus keluar lagi. Inilah yang membuat aku bingung. Atau jangan-jangan Kinanti juga ikutan dalam jaringan itu. Jaringan yang di mana membuat Ibu Nirmala sama Pak Andika telah kehilangan nyawanya. Aku hanya menebak saja tidak bisa memperkirakan secara detailnya," ungkap saja yang memiliki firasat bahwa kasus ini berkaitan dengan Kinanti.
"Aku nggak bilang sepenuhnya. Aku hanya bilang Risa dan keluarganya terkait dengan jaringan yang melanggar hukum. Aku tidak menuduh Risa berbuat jahat. Tapi ini juga firasatku yang sangat aneh sekali. Aku coba mengkaitkan kasus ingin membunuh kakek Aoyama dengan ambisinya itu. Apakah kamu paham dengan semua firasatku ini? jelas Dewa kepada Sascha.
"Jangan bertengkar seperti itu. Yang namanya firasat boleh diungkapkan. Kita nggak salah kok tentang firasat itu. kalau kita tidak mengungkapkan tentang firasat itu, kita tidak bisa mencegah apa yang akan terjadi nanti. Jika ada yang mengungkapkan firasat itu, bisa jadi kita bisa mencegah peristiwa tersebut. Sekarang kita harus bersiap-siap untuk menunggu kakek bangun. Kalau nggak bangun juga, terpaksa kita bawa kakek," ujar Kobe yang mengambil keputusan dengan berat.
"Kata siapa aku tidur? Aku hanya mendengarkan kalian berbicara. Aku sengaja menunggu kalian. tapi kalian tidak datang. Makanya aku hanya memejamkan mata bukan tidur. Telingaku masih dengar apa yang kalian omongkan," seru kakek Aoyama yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Begini Kek, ada temanku yang ingin membunuh kakek,'' sahut Sascha.
"Aish... ada-ada saja nih kakek. Kalau kakek punya usul lebih baik katakan saja. Kami nggak menolak kok jika kakek mengutarakannya. Bahkan aku sangat senang sekali bisa bicara dengan kakek seluwes ini tanpa harus ada yang ditutup-tutupi," imbuh Sascha sambil berdiri dan mendekati kakak royama lalu memapahnya duduk di sofa kosong.
"Kakek benar. Kami para anak muda harus mendengarkan apa kata orang tua. Jika kakek memberikan satu usulan, kita akan mendengarkannya baik-baik. Semoga saja usulan itu bisa membantu kita. Karena kakeklah Yang berpengalaman daripada kita. Makanya kami ingin berkumpul sama kakek seperti ini," ungkap Dewa dengan perasaan bahagia.
"Usulan kamu sangat bagus sekali. makanya kakek memilih mundur. Oh... iya... ada yang mau kakek sampaikan kepada kalian. Kamu kasih tahu yang namanya Melly dan Anggoro?" tanya Kakek Aoyama.
__ADS_1
"Setahuku, mereka adalah orang tua Risa," jawab Sascha dengan jujur. "Memangnya kenapa kek?"
"Akhir-akhir ini kakek sering mendapatkan teror dari mereka. Jujur Kakek sangat terkejut sekali mendengar ancaman mereka. Mereka mengaku kalau kakek telah membuangnya ke jalanan," jawab kakek Aoyama.
"Maksudnya? Aku nggak mengerti kek. Kok bisa-bisanya mereka mengatakan seperti itu. Inilah yang membuat aku terkejut," seru Kobe.
Beberapa saat kemudian Dewa mendapatkan notifikasi dari Leo. Kemudian Dewa meraih ponselnya dan melihat isi pesan dari Leo. Sebelum berbicara dirinya membaca pesan itu dengan terkejut. Ternyata oh ternyata Risa adalah seorang sindikat penjual gadis di bawah umur. Begitu juga dengan orang tuanya, orang tuanya juga sangat licik sekali. Mereka adalah penipu. banyak sekali korban yang telah ditipunya dengan alasan dibuang ke jalanan. Karena sang korban telah menyia-nyiakan.
Dewa mulai paham dengan modus yang dipakai oleh mereka. Sekarang korbannya adalah kakek Aoyama. dengan senyuman iblisnya, Dewa menatap saja dan menyerahkan ponselnya ke istrinya itu, "Bacalah... nanti kamu tahu siapa mereka sebenarnya dan apa motif sesungguhnya. Aku harap kamu tidak memiliki spot jantung yang parah."
wanita berparas bule itu langsung meraih ponsel tersebut. Kemudian Sasha membaca isi pesan dari Leo. matanya membulat sempurna seakan tidak percaya siapa mereka. Jujur saja Sascha mengenal mereka adalah keluarga baik-baik. Namun nyatanya mereka adalah keluarga penipu. mau tidak mau saya harus menghentikan semuanya. Karena akan ada korban lagi selanjutnya.
Ketika membaca di akhir pesan itu, dirinya sangat terkejut sekali. Ternyata korban selanjutnya adalah Papa mamanya sendiri. Sascha menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya secara kasar. Gadis itu tidak rela jika mereka mengusik ketenangan keluarganya. Iya juga tidak bisa membiarkan mereka hidup. Dengan semangatnya yang membara, wanita cantik itu pun langsung meminta izin kepada dewa. agar Dewa mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
"Bolehkah aku meminta izin kepada kakak?" tanya Sascha yang menatap Dewa sambil meminta izin.
__ADS_1