
"Tetap tenang dan jaga hati," jawab Bima sambil mengirimkan pesan kepada Dewa.
"Beberapa orang yang berada di sana, akan dipancing langsung oleh Dewa. Atau juga Aulia akan bangun dari tidurnya dan menghacker semua sistem yang dimiliki oleh mata-mata tersebut. Mumpung ada Leo di sini. Leo akan membantu Aulia dan membuat squad yang kuat bersama Almond. Mereka bertiga akan berkolaborasi satu dengan lainnya demi mencari informasi yang ada," ucap Bima.
"Lalu aku ngapain?" tanya Bryan.
"Apa saja boleh. Kamu memang bisa diandalkan untuk bermain lempar pisau. Sepertinya itu sangat menarik sekali jika mereka ketahuan. Terus aku akan menjadikan mereka target latihanmu. Soalnya kamu sudah lama tidak bermain lempar pisau dengan baik dan benar," jawab Bima sambil berteriak membuat orang-orang tersebut langsung bergidik ngeri.
Pengawal asli Black Tiger memutuskan untuk kabur dari sana. Sedangkan pengawal Black Tiger palsu masih saja berdiri di sana. Mereka tidak mengetahuinya, kalau Bryan memiliki kelebihan lempar pisau. Mereka hanya menganggapnya bercanda. Karena wajah Bryan tidak menunjukkan wajah seorang mafia.
"Sudah tahu belum? Mana yang asli dan mana yang palsu," tanya Bima yang sengaja memancing pengawal palsu.
Bryan hanya menganggukkan kepalanya. Memang Bima itu orangnya bisa dikatakan sengklek. Sekalinya berbicara, seluruh pengawalnya pada kabur duluan. Maka dari itu, Bima bisa dikatakan sebagai orang yang sangat berbakat sekali menakuti para pengawal.
Bima segera mengambil airsoft gun keduanya yang berada di belakang punggungnya. Setelah itu Bima, mengaktifkan pistol tersebut. Kemudian Bima berdiri dan mengarahkan kedua pistol itu sambil menarik pelatuknya dengan cepat. Ia berjalan dengan cepat sambil menembaki mereka satu persatu hingga tewas mengenaskan.
Bryan hanya menepuk jidatnya saja. Sebab Bryan sendiri melihat secara langsung Bima menghajar para penyusup tersebut.
"Aish... Seperti film action saja. Bisa-bisanya Bima melakukan seperti itu. Tapi sangat mengasyikkan juga," puji Bryan sambil tersenyum.
Para penyusup itu Bima menghubungi para pengawalnya untuk kembali. Lalu Bima menyuruh mereka untuk membersihkan mayat tersebut. Kemudian Bima kembali dan duduk di hadapan Bryan.
__ADS_1
"Kamu itu ada-ada saja. Bisa-bisanya kamu memperlihatkan aku film action yang sangat beringas seperti itu," ucap Bryan.
"Iya buat mau bagaimana lagi. Lalu apakah aku harus diam dan membiarkan mereka berkembang biak di sini? Setelah berkembang biak, mereka akan membuat satu squad di sini dan mengusir kita. Oh itu tidak mungkin. Aku Yang akan mengusir mereka terlebih dahulu tanpa harus melalui komando dari Dewa," ujar Bima.
"Kok aku baru sadar ya kalau kamu memiliki kelebihan untuk mendeteksi para penyusup di sini? Dari mana kamu belajar seperti itu? Bisakah kamu mengajariku tentang ilmu itu?" tanya Bryan.
"Aku banyak belajar dari Dewa. Aku juga banyak sekali menyerap ilmu dari dewa semenjak dahulu. Bisa dikatakan kalau aku adalah saudara kembarnya Dewa. Tapi kalau di dunia mafia," jawab Bima dengan penuh percaya diri.
Gerre, Devan dan Pablo segera berlari ke taman belakang. Mereka tidak sengaja mendengar suara tembakan berkali-kali. Kemudian mereka mendekati Bima.
"Ada apa?" tanya Devan.
"Tadi ada film action dadakan dari Bima pa. Bima segera menembaki para penyusup dengan cepat. Berhubung para penyusup itu tidak mau keluar dari markas ini. Terpaksa Bima menembakinya sampai mati seperti itu," jawab Bryan.
"Beres pa. Aku akan mengajak Bryan untuk berburu saat ini juga. Targetnya malam ini semuanya akan beres," sahut Bima yang berdiri lalu menarik baju Bryan dan mencari keberadaan penyusup.
Ketiga pria paruh baya itu tersenyum lucu melihat Bima dan Bryan. Mereka sudah agak tenang karena para penyusup itu berkurang. Mereka tidak habis pikir, kalau agen mata-mata itu mengirimkan banyak personel demi menghancurkan Black Tiger.
"Sepertinya sangat aneh sekali ya. Banyak banget ya... Jackie Lari mengirimkan beberapa anggotanya ke sini untuk mati konyol. Jangan sampai orang-orang tersebut kehilangan nyawanya demi ambisi sang pemilik," celetuk Gerre.
"Kamu tahu kan di belakangnya itu siapa? Di belakangnya itu adalah Anette. Aku nggak pengen menyebutnya sebagai beliau. Dia tidak pantas untuk mendapatkan gelar seperti itu. Dia itu orangnya tidak bisa mengatur strategi peperangan. Ya anggap aja si nenek sihir itu asal untuk mengatur semuanya," ucap Pablo.
__ADS_1
"Ya kalau begini habislah mereka," ucap Devan.
"Bagaimana kalau kita menyerangnya terlebih dahulu? Kalau kita nggak menyerangnya terlebih dahulu. Kita nggak akan bisa melemahkan kekuatan si nenek sihir tersebut," tanya Gerre.
"Ide kamu sangat bagus sekali. Sepertinya kita akan memanggil anggota Black Tiger untuk berkumpul. Ditambah lagi dengan Black Swan," jawab Devan yang menentukan jadwal nanti malam.
Mereka pun menganggukkan kepalanya dan bubar ke tempat masing-masing. Pablo akan membantu semaksimal mungkin atas kemenangan Black Tiger. Kali ini Black Tiger dan Black Swan mendapatkan bala bantuan dari D-Trex. Karena D-Trex adalah kawan lama mereka.
Di dalam kamar, Dewa sedari tadi melihat aksi Bima. Jujur Dewa memang menyuruhnya melalui pesan singkat untuk menghabisi mereka. Ia tidak bisa turun karena menjaga Sascha.
"Baguslah. Sebentar lagi bonus akan aku kirimkan kepadamu. Jika sudah selesai misi kamu itu," ucap Dewa dalam hati.
Dewa akhirnya kembali ke ranjang dan melihat sang istri masih tertidur. Ia lalu berbaring di samping Sascha. Ia memutuskan untuk beristirahat sambil menggenggam tangan Sascha.
Kemudian Dewa memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Sedangkan Bima meminta Bryan untuk berhenti. Bima mengajak krayon pergi ke gudang senjata. Lalu di sana mereka memilih beberapa senjata yang digunakan mencari keberadaan para penyusup.
"Aku mendapatkan misi dari Dewa. Misi yang diberikan adalah memburu para penyusup," ucap Bima yang sedang memilih senjata air softgun.
"Kamu nggak mengajak lainnya?" Tanya Bryan yang juga memilih senjata andalannya yaitu Glock.
"Yang namanya misi ya harus kita kerjakan sendiri. Mereka sedang mencari informasi tentang keberadaan si nenek sihir itu. Si nenek sihir itu bisa berpindah-pindah dari satu ke tempat lainnya. Jadi istilahnya si nenek sihir itu tidak bisa dilacak oleh siapapun. Itulah kenapa aku memang diberikan tugas ini. Sebenarnya aku juga ingin melacak keberadaan si nenek sihir itu. Berhubung aku memiliki firasat yang cukup kuat. Aku memutuskan mencari para penyusup dan membunuhnya satu persatu," jawab Bima.
__ADS_1
"Ini memang tidak bisa dibiarkan. Si nenek sihir itu ternyata memiliki ide yang sangat banyak sekali," puji Bryan.
"Memang. Aku mengakuinya. Tapi percuma. Ide yang dimiliki oleh nenek sihir itu merugikan banyak orang. Tapi Kenapa si nenek sihir itu mengincar keberadaan Black Tiger?" tanya Bima.