
"Aku setuju soal itu. Aku tidak akan pernah melepaskannya begitu saja. Karena aku sangat mencintainya," sahut Dewa yang membuat Kobe tersenyum.
"Oh ya Wa, beberapa bulan lagi aku akan mengundurkan diri dari dunia hitam. Sudah cukup Aku makan asam garam tentang dunia bawah tanah. Aku ingin kamu memegangnya dan meleburkan menjadi satu. Buatlah Black Tiger menjadi besar. Jadikanlah White Tiger menjadi Black Tiger. Aku tidak bisa berlama-lama mengurusnya. Aku ingin merasakan hidup damai tanpa harus peperangan. Ditambah Aku sekarang sudah memiliki Seorang istri. Yang di mana istriku melarangku untuk melakukannya. Istriku adalah penyembah Tuhan sejati. Mau kemanapun dia selalu berdoa. Yang membuat aku jatuh cinta adalah dia selalu mendoakanku dengan tulus. Dia pengen aku berubah tanpa harus marah-marah yang tidak jelas. Ayako adalah seorang wanita baik hati. Aku sudah mengincarnya ketika usianya di bawah tujuh belas tahun. Aku selalu mengamatinya satu persatu. Agar ia tidak akan pernah lepas dari pandanganku. Soal ekonomi keluarganya, aku tidak memperdulikannya. Ketika aku datang ke sana mereka menyambutku dengan penuh kasih sayang. Mereka sudah menganggapku seorang anak kandung. Tapi mereka tidak tahu bagaimana kelamnya hidupku seperti ini," jelas Kobe.
"Kamu benar. Sudah saatnya salah satu dari kita harus bangkit dari waktu kelam ini. Aku tidak akan bisa keluar dari dunia hitam. Mengingat ada yang harus aku lindungi satu persatu. Dunia bisnis itu sangat kejam. Saling menjatuhkan satu sama lain. Diam-diam juga mereka membangun kerajaan bawah tanah. Mereka memang sengaja melakukannya agar bisa menikmati sesuatu. Aku sudah mendapatkan daftar-daftarnya. Mereka adalah musuh bebuyutan kita. Tapi mereka tidak akan mampu untuk menyerang. Karena kekuatan kita masih di atasnya," jelas Dewa membuat Kobe setuju.
"Ajak juga rubah kecil itu. Di dalam tubuhnya ada darah mafia yang mengalir dari kedua orang tuanya. Kamu tidak boleh melarangnya. Kamu dan dia itu bagaikan kunci gembok. Yang di mana kamu gemboknya dia adalah kuncinya. Kalau nggak cocok kamu nggak akan bisa menutup pintu itu. Kamu bisa mengandalkannya sebagai penasehatmu. Yang lainnya berikanlah tugas yang penting. Kamu nggak bisa menghandle semuanya. Kamu juga tidak bisa mengerjakan satu persatu. Black Tiger bisa melindungi beberapa perusahaan besar sekaligus. Para petinggi D'Stars Inc akan kembali ke perusahaannya masing-masing. Kamu nggak boleh egois melarang mereka untuk kembali. Kamu harus mendukung mereka satu persatu. Aku tahu mereka akan sangat bahagia jika mendapatkan dukungan penuh darimu dan juga si rubah kecil," ujar Kobe sambil memberikan nasehat kepada Dewa.
"Kamu benar. Aku tidak menjadi egois. Mereka juga harus berkembang dan menjalankan bisnis keluarga. Selama Black Tiger ada, maka perusahaan itu akan tetap berdiri demi menyambut persaingan bisnis satu persatu. Aku yakin mereka mampu melakukannya," jelas Dewa.
"Apakah kamu sudah mengikhlaskan Dita untuk menikah dengan Tommy?" tanya Kobe sekali lagi.
"Apakah Paman sudah tahu kisah Dita?" tanya Dewa.
"Aku sudah mengetahuinya. Bahkan Dita sendiri yang cerita semuanya kepadaku. Dia selalu terbuka sama aku. Sama kamu jarang banget ngomongin soal dengan siapa berpacaran? Kamu itu terlalu egois. Kamu sering banget melarangnya agar tidak terhubung dengan orang-orang," jawab Kobe yang menyandarkan tubuhnya.
__ADS_1
"Aku tahu itu. Seharusnya aku tidak ingin egois. Tapi mau bagaimana lagi? Dita itu tidak seperti Sascha. Dita tidak bisa membedakan mana teman baik dan mana teman buruk. Dia sering terkena jebakan sama temen-temennya. Meskipun egois tapi aku sangat sayang kepada adikku sendiri. Aku nggak ingin Dita kenapa-napa. Paman tahu kan kalau akhir-akhir ini kita sering terkena jebakan? Makanya itu aku selalu protektif kepadanya. Kalau ada papa, Dita juga akan seperti itu," jelas Dewa.
"Yang nggak gitu kali. Papamu itu masih ada tolerannya. Dia tidak terlalu mengekang Dita terlalu dalam. Malahan masih membebaskan Dita untuk bermain dengan siapa saja. Selain itu juga Dita jarang sekali mengeluh tentang kebiasaan papamu itu. Dia sering tersenyum ketika mendapatkan izin dari papamu," jelas Kobe.
"Kalau ada papa tidak menjadi masalah. Aku masih bisa tenang dan melepaskan Dita begitu saja. Kalau berada di Indonesia, aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. Aku harus memegangnya dan tidak boleh lengah sedikitpun. Apalagi Dita sering terkena penindasan. Jadinya aku sangat protektif sekali," ucap Dewa.
Lantas Kobe mulai berpikir. Yang dilakukan Devan dengan Dewa sangat berbeda sekali. Memang mereka adalah ayah dan anak. Ketika mengasuh Dita, mereka sangat berbeda. Devan tidak terlalu mengekang Dita. Sedangkan Dewa, Dewa sengaja terlalu protektif kepada Dita. Soalnya Dewa sudah mengetahui sifat Dita sebenarnya.
Tidak sepenuhnya masalah bisa dibicarakan dengan baik-baik. Dewa memiliki cara sendiri. Keinginannya hanya satu, yaitu Dita harus menghindari masalah ketimbang membuat masalah. Maka dari itu Dewa selalu meminta para pengawalnya mengikuti Dita ke mana saja.
"Kenapa kamu nggak menggemblengnya menjadi mafia? Kenapa harus Sascha yang kamu jadikan lady mafia?" tanya Kobe. "Bukankah mereka memiliki darah mafia?"
"Sangat berbeda jauh dari kenyataan. Mereka tidak bisa disamakan. Aku telah mencoba Dita memegang Black Tiger selama seminggu. Apa yang terjadi? Semuanya menjadi kacau. Dita tidak terlalu peka pada keadaan. Dia tidak bisa membaca musuh akan menyerang. Padahal aku sudah mengajarinya selama bertahun-tahun. Tapi semuanya nihil. Itulah kenapa aku tidak akan menjadikan adikku sebagai seorang lady mafia. Beda lagi dengan Sascha. Dia sudah memiliki intuisi sejak kecil. Dia paham bagaimana cara musuh bergerak dengan cepat. Dia juga bisa menyelesaikan masalah tanpa harus berpikir panjang. Resiko yang akan didapatkannya untuk keesokan harinya. Saat itu aku memang tidak memasukkan dia ke dalam dunia mafia. Aku mencobanya di dunia pekerjaan. Aku menyuruh memegang perusahaan selama dua bulan. Ternyata seluruh klien yang bandel langsung didatanginya satu-satu. Dia mengobrak-abrik seluruh klien. Agar bisa membayar hutang. Bahkan ada yang terlambat untuk membayarnya. Ketika musuh menyerang dalam keadaan malware. Dia selalu menghajar mereka satu persatu. Sampai-sampai tiga hari tidak pulang ke rumah. Hanya demi menyelesaikan pekerjaannya. Musuh nyata pun juga ada. Dia pernah dikejar-kejar oleh pengawal salah satu klienku. Bukannya kabur malah melawan. Saat itu dia bersama Bima. Kalau nggak salah mereka selesai makan siang. Bima sudah tahu kalau ada mobil yang mengejarnya. Dia meminta Bima pergi ke tempat yang sepi. Setelah di tempat sepi dia menyuruh Bima turun dan menghadang mobil tersebut. Ditanya baik-baik malah nyolot itu si klienku. Sascha langsung bertindak. Sebenarnya Sascha ingin meluruskan masalah sebenarnya. Bukannya masalah selesai, klienku malah meminta baku hantam," jelas Dewa yang memberitahukan kelemahan serta kelebihannya istri dan adiknya itu.
Kobe mulai berpikir lagi. Bagaimana bisa kedua wanita itu berbeda jauh. Saking jauhnya Kobe hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Ia tidak menyangka perkataan Dewa itu benar. Jadinya Kobe menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Selesai mengobrol dengan Kobe, Dewa memutuskan kembali masuk ke dalam kamar. Pagi ini Dewa masih mengantuk sekali. Dewa akhirnya memilih untuk tidur. Setelah itu Kobe memutuskan beristirahat.
Malam tadi Kobe sangat capek sekali. Tugas yang dijalankan memang sangat rumit sekali. Untung saja Kobe memiliki banyak cara. Ia langsung terjun ke tempat pesta para petinggi D'Stars Inc cabang Surabaya.
Sebenarnya Kobe sudah tahu tentang masalah ini. Tapi dewa mencegahnya agar bisa menumpuk kesalahan mereka. Harusnya Dewa langsung menumpaskan satu persatu. Nasehat itu langsung ditolaknya. Dewa akan menjamin kalau mereka akan mendapatkan tiket hotel prodeo secara serempak. Itulah Dewa yang benar-benar sangat licik bagaikan belut.
Nganjuk Indonesia.
Para orang tua sedang berkumpul di depan rumah. Mereka sedang membicarakan Dewa dan Sascha. Mereka juga mendapatkan foto hasil USG jalan bayi Sascha. Betapa bahagianya mereka ketika mendapatkan cucu kembar. Mereka berharap tidak akan terjadi pertengkaran. Mungkin saja Tuhan telah memberikannya kembar. Agar mereka bisa merasakan hidup bersama cucu.
"Tuhan maha adil ya? Kita langsung mendapatkan cucu dua sekaligus. Kemungkinan besar kita bisa merawatnya bersama-sama," celetuk Devan yang bahagia mendengar kabar tersebut.
"Kamu benar. Lebih baik kita banyak-banyak berdoa agar mereka selamat. Begitu juga dengan Sascha. Kita harus mendoakannya biar calon mama muda selalu diberi kesehatan," ucap Gerre.
"Setelah ini rencana kalian apa? Adakah kalian pensiun dari dunia perbisnisan?" tanya Chloe.
__ADS_1