Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ITULAH RISA.


__ADS_3

"Lu memang pinter banget memaki orang seenaknya. Sampai-sampai orang itu patah hati dan depresi. Banyak orang yang lu maki dan nangis sendirian di dalam kamar. Dengan bangganya lu melenggang tanpa dosa dan mereka melakukan bunuh diri karena kena mental," jawab Sascha.


Risa tertawa terbahak-bahak karena puas dengan ulahnya sendiri. Ia tidak pernah menyangka mereka mati hanya dengan omongan saja. Risa memang didaulat sebagai ratu iblis yang berbentuk manusia. Entah kenapa dirinya sangat bahagia ketika melakukan itu. Sedangkan Sascha, Sascha sangat muak sekali dengan temannya itu. Untung saja dirinya tidak terkena mental karena ulah Risa. Setelah tertawa Lisa menatap tajam Sascha sambil berkata, "Hanya lu yang nggak bisa mati karena gue. Gue doain lu cepet mati. Karena yang ada di dunia ini hanyalah untukku."


"Ambil sana semuanya! Lha wong gue ngomong sama orang gila! Oh iya…Bukannya lu pengen masuk dalam organisasi mafia yang nama Black Tiger? Iya kan! Jawab sekarang juga!" bentak Sascha  yang sudah tidak takut lagi dengan Risa.


"Iyalah… gue tahu ketuanya kok. Gue yakin pasti diterima di sana. Karena gue adalah orang keren seantero jagat raya," ucap Risa dengan jujur. 


"Lu mau masuk ke dalam Black Tiger?" seru Dewa yang masuk bersama Kobe.


Riset terkejut dengan suara Dewa. Ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah Dewa. Lalu Risa tertawa mengejek Dewa, "Kenapa lu ngelarang gue masuk ke sana? Apa gue nggak pantes masuk sana?"

__ADS_1


"Lu tidak termasuk kriteria dalam Black Tiger. Setiap masuk ke sana gue pastiin akan melakukan banyak tes. Setelah selesai tes itu juga belum tentu masuk atau tidak. Apa lu paham soal itu? Nggak semudah Black Tiger rekrut orang kayak lu! Dan Lu harus tahu, temen lu yang bernama Sascha baru saja diangkat menjadi lady mafianya Black Tiger. Kalau lu nggak percaya gue akan panggil sang ketuanya," kata Dewa.


Tanpa dipanggil Tara masuk ke dalam dan menatap wajah Risa. Ia mendekati Risa sambil mengejek dan tertawa. Sungguh Tara sangat kesal menatap wajah Risa. Sedari dulu memang Tara tidak menyukai Risa saat ikut ke audisi menjadi anggota Black Tiger. Jujur Tara sangat kesal sekali terhadap Risa.


Awalnya Tara memberikan nilai lolos untuk menjadi pengawal, malah Risa meminta jabatan paling tinggi yaitu sebagai ketua cabang Asia. Tara langsung saat itu tidak menerima Risa. Bahkan Tara sendiri juga sudah memiliki riwayat kejahatan Risa. Maka dari itu dirinya tidak mau menerima Risa maupun keluarganya.


"Oh jadi ini yang namanya Risa. Dia memang pernah mendaftar dalam organisasi kita. Tapi Aku menolaknya. Karena ada satu hal yang Aku sangat membenci di dalam diri orang itu. Diam-diam Riza meminta jabatan tertinggi di dalam Black Tiger. Permintaannya yaitu menjadi ketua Black Tiger di Asia. Sementara itu Black Tiger sudah ditempati oleh Putraku sendiri. Yang menjadi ketua maupun jabatan tinggi harus melalui tahap seleksi yang tidak kamu bisa semuanya. Soal kecerdasan buat kamu itu nol. Kamu hanya mementingkan dirimu sendiri dan memuaskan hasratmu untuk membunuh. Ditambah lagi kamu memiliki jiwa sakit yang parah. Diam-diam kamu membunuh banyak orang di negeri ini. Orang-orang yang kamu benci itu yang akan menjadi korbannya. Memang kamu sungguh pandai sekali berkamuflase menjadi seseorang yang tidak penuh dengan dosa," jelas Tara sambil tertawa terbahak-bahak.


Plakkkkkk!


Saat berkata seperti itu tangan mungil Sascha mendarat tepat di pipi Risa. Ia sangat jengkel terhadap bekas temannya itu. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu kepada Dewa. Memang Risa tidak tahu yang dimaksud itu adalah dewa. Diam-diam Risa mengejek Dewa karena menjadi orang miskin.

__ADS_1


"Yang lu pikirin itu hanyalah uang saja. Seenaknya lu ngomong gitu sama laki gua. Gua nggak akan ikhlas lu ngatain Kak Dewa miskin," ucap Sascha dengan nada datar.


"Cih…memang Dewa itu orang miskin. Lu mau-maunya sama orang kayak gitu. Gue nggak habis pikir kenapa lu maunya nikah sama orang miskin seperti itu. Ke mana-mana selalu make motor butut yang sangat berisik sekali. Gue yakin lu akan menderita selamanya dengan Dewa. Karena lu jadi orang bodoh," ejek Risa di depan Dewa secara langsung.


"Motor dengan suara cempreng dan desain seperti itu adalah kebanggaan milik orang. Lu tahu harga motor itu berapa kalau dijual? Bisa membeli satu unit apartemen mewah. Lu sekali menghina bukannya tambah keren tambah ogeb. Lu nggak tahu tentang bisnis atau gimana. Gitu lu mau jadi anggota Black Tiger dan meminta jabatan lebih tinggi lagi. Kalau lu megang Black Tiger, bakalan hancur tuh organisasi. Karena lo hanya pengacau doang. Diam-diam lu suka memprovokasi dari satu sama yang lain. Selama ini Black Tiger tidak pernah membuat ulah. Black Tiger adalah organisasi yang tenang tanpa ada peperangan. Memang namanya sangat besar sekali. Setiap orang yang tahu pasti akan tunduk. Gue memang mengacungkan jempol buat Black Tiger. Entah itu siapa ketuanya gue tidak akan pernah mengusiknya. Sebab diam-diam Gue menuju Black Tiger secara tulus," jelas Sascha yang memberitahukan siapa itu Black Tiger.


"Oh ya satu lagi ini yang terakhir buat gue. Lu adalah penipu ulung. Bisa-bisanya lu ngomong sama media, kalau lu adalah orang terkaya di dunia ini. Yang memiliki keluarga pengusaha kaya. Lu mengakui punya aset berjubel. Lu cerita sama orang. Kalau bapak Ibu lo itu pengusaha dengan nama pabrik yang dimiliki oleh Dewa. Lu memang sengaja mengklaim itu. Gua hanya diam saja. Karena yang gue hadapi orang yang sudah memiliki halusinasi tingkat dewa. Jadi sampai sini gue paham siapa Lu sebenarnya," ucap saja yang mengutarakan isi hatinya karena kesal terhadap Risa.


Risa terperanjat kaget karena ulah Sascha. Bisa-bisanya kartu as miliknya terbuka dengan lebar. Selain itu juga Sascha berceloteh lagi yang membuat Risa malu setengah mati. Ditambah lagi Dewa dan Tara mengakui kalau mereka adalah pemegang Black Tiger sesungguhnya. Jujur Risa sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yang seharusnya miliknya menjadi milik orang lain. Ya itulah sifat tamak Risa. Seluruh orang pun tahu kalau Risa itu memiliki sifat jahat seperti itu. Jangankan orang, Sascha sudah paham betul apa yang dilakukan oleh Risa?


"Sekarang lo paham kan gue siapa? Gue adalah kaki tangan Dewa. Yang dimana Dewa adalah pria yang lu maki-maki dengan kencang dan mempermalukannya di depan umum karena motor berisik. Gue sebagai istrinya sangat bangga memiliki Dewa. Oh ya satu lagi… hidup lo sekarang berada di tangan Kakek Aoyama. Apa lu paham sekarang? Kalau lu nggak paham, lu nggak usah belajar deh. Percuma," tanya Sascha sambil menatap Risa dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2