
"Sekarang. Masa tahun depan," kesal Bima yang membuat Bryan tertawa. "Kalau begitu kumpulkan saja semuanya di sini."
"Bagaimana dengan Dewa?" tanya Bryan.
"Hubungi mereka juga. Suruh mereka kembali ke hotel. Setelah kembali, mereka harus ikut meeting bersama kita," jawab Bima sambil memerintahkan Bryan untuk menghubungi Dewa lagi.
Bryan akhirnya menghubungi Dewa lagi untuk berkumpul di hotel. Untung saja Dewa sudah selesai makan. Bryan langsung berbicara dan meminta Dewa berkumpul di kamar hotel milik Bima.
Jakarta Indonesia.
Gerre yang selesai berolahraga mendapatkan sebuah notifikasi dari George. Jujur pria paruh baya itu pun sangat terkejut sekali. Karena perusahaannya disegel oleh pihak aparat kepolisian di sana. Tangannya mengepal matanya berubah menjadi iblis. Lalu ia ingin menghajar seseorang.
Hari itu juga Gerre menghubungi seluruh anggota Black Tiger. Gerre meminta bantuan Black Tiger segera turun tangan. Setelah meminta bantuan kepada Black Tiger, Gerre menuju ke dapur untuk menemui sang istri. Sesampainya di sana Gerre melihat Chloe sedang memasak. Dengan cepat Gerre mematikan kompornya sambil memegang tangan sang istri.
"Ada yang harus aku bicarakan," ucap Gerre.
"Ada apa ini?" tanya Chloe.
Dengan berhati-hati Gerre memapah sang istri untuk duduk di kursi. Pria paruh baya itu pun berlutut lalu jongkok di hadapan Chloe.
"Ada masalah yang sangat besar di perusahaan. Aku tidak akan menutup-nutupinya lagi. Karena masalah ini sudah merambat ke hukum. Mereka ingin melihat kita hancur berantakan," resah Gerre.
"Sebenarnya ada apa sih kamu itu? Kenapa kok kamu sangat resah seperti ini?" tanya Chloe.
"Ada seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan. Aku belum tahu siapa orang itu?" jawab Gerre.
Mendengar jawaban dari sang suami, wajah Chloe yang bahagia berubah menjadi sedih. Dirinya tidak menyangka kalau ada yang ingin merusak perusahaannya itu. Kemudian air mata Chloe menetes begitu saja. Ia seakan tidak rela jika perusahaannya itu hancur berantakan.
"Tolonglah aku! Aku nggak mau perusahaanku hancur berantakan. Banyak orang yang menggantungkan hidupku di perusahaan tersebut. Mereka ingin menyambung hidupnya melalui perusahaan itu," ucap Chloe dengan suara seraknya.
"Tenanglah… aku sudah meminta bantuan kepada Black Tiger. Semoga mereka bisa membantu kita. Aku yakin dalang di balik belakang ini adalah Damar. Orang itu memang sengaja ingin menghancurkan perusahaan kita," tutur Gerre dengan lembut sehingga Chloe bisa bernafas dengan lega.
"Kapan kita akan ke sana?" tanya Chloe.
"Apakah kamu sedang memasak?"
"Ya, aku memang sedang memasak makanan favoritmu. Mendengar berita tersebut mood Ku langsung buruk sekali."
__ADS_1
"Lalu, Bagaimana kamu bisa melanjutkan masakan tersebut?"
"Entahlah. Kalau ada Putri kita. Aku akan memintanya melanjut masakan tersebut. Tapi sayang, Putri kita sudah menjadi milik Dewa."
"Biarkan saja aku yang memasak. Kamu tahu kan Dewa sekarang terkena istilah bucin."
"Apa itu bucin?"
"Bucin itu adalah budak cinta."
"Apa benar seperti itu?"
"Ya itu benar. Secara Dewa itu memang sangat mencintai Sascha. Dilihat dari matanya saja sudah jelas. Tapi aku sangat bahagia sekali. Karena Dewa tulus memberikan cinta buat Putri kita."
"Semoga saja mereka bisa menghadapi rintangan maupun tantangan dalam pernikahan. Aku suka cara Dewa menyayangi Sascha. Jujur saja Dewa membebaskan Putri kita untuk melakukan apapun."
"Sepertinya sifat itu seperti aku ya?"
Plakkkk.
Sebuah tangan kecil mendarat ke pundak Gerre. Kemudian Chloe langsung membuang wajahnya. Ia sangat kesal sekali pada suaminya itu. Bisa-bisanya sang suami memiliki narsis tingkat dewa.
"Lagian juga kamu orangnya sangat narsis sekali," jawab Chloe secara blak-blakan.
"Katanya aku adalah pria sempurna di matamu. Katanya aku adalah pria tampan yang berada di dunia ini. Saking tampannya, kamu tidak rela jika aku berada dikelilingi banyak wanita cantik-cantik," ucap Gerre yang membuat wajah sang istri memerah sempurna.
"Kamu lagi belajar gombal ya?" tanya Chloe yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tidak. Aku tidak belajar menggombal. Aku sedang serius membuat kamu melayang jauh ke atas langit."
"Tidak. Itu tidak benar. Kamu memang sedang belajar menggombal. Semenjak kamu berkenalan dengan anggota Black Tiger. Kamu sering sekali membuat kalimat-kalimat yang aneh keluar dari mulutmu itu."
"Dari mana kamu tahu? Jika aku belajar menggambar seperti itu."
"Ya tahulah. Kamu nggak cerita pun aku sudah tahu."
"Sepertinya Aku curiga. Mungkinkah ada yang ngomong seperti itu kepadamu?"
__ADS_1
"Nggak ada. Tapi aku sering membuka ponselmu dan melihat banyak pesan dari Bima. Bima sengaja mengirimkan rayuan gombal ke kamu. Agar kau merayuku seperti anak-anak jaman sekarang."
"Ada kalanya seorang pria meskipun sudah tua harus belajar menggombali istrinya. Kamu tahu nggak kenapa aku melakukan seperti itu? Karena aku ingin sekali membuatmu nyaman di dalam pelukanku hingga maut memisahkan kita."
"Tapi harus kamu tahu. Kamu jangan kebanyakan belajar dari Bima."
"Kenapa dengan Bima?"
"Karena Bima adalah seorang Playboy cap kadal. Sudah banyak wanita yang ditidurinya."
"Oh maksud kamu itu. Kamu kok lupa sih sama aku?"
"Lupa bagaimana?"
"Lupa kalau aku adalah seorang Playboy kelas kakap."
"Ups, mati aku. Kenapa juga ya melarang Playboy bergaul dengan Playboy?"
"Dengerin aku terlebih dahulu. Kamu Jangan berpikiran macam-macam. Aku disuruh Devan untuk mendekati Bima. Agar aku bisa menyadarkannya dan menjadikan sebagai pria baik-baik. Aku selalu berusaha memberikan nasehat. Kamu tahu nggak cerita prima sebenarnya seperti apa?"
"Yang tahu Bima itu adalah seorang executive Manager produksi. Setiap barang yang dikeluarkan oleh D'Stars Inc sangat berkualitas sekali."
"Kamu taunya itu. Coba kamu lihat kehidupan Bima seperti apa?"
"Jujur aku tidak tahu. Kehidupan pribadi Bima. Aku orangnya tidak terlalu kepo terhadap orang lain."
"Baiklah kamu harus tahu satu hal. Bima adalah bekas broken heart. Di masa sekolahnya dulu Bima pernah berpacaran dengan seorang gadis dari kalangan biasa. Tapi gadis itu menghianatinya dan menghancurkan hidupnya. Setelah gadis itu menghancurkan hidup Bima. gadis itu pergi menjauh dan menikahi rivalnya sendiri."
Chloe tidak menyangka setelah mendengar pernyataan dari Gerre. Betapa sedihnya hidup Bima. Selama ini lukanya itu selalu disembunyikannya. Maka tidak banyak orang yang tahu tentang rasa sakitnya itu. Hanya sebagian orang terdekatnya tahu termasuk Dewa dan lainnya.
"Oh… kamu memiliki misi seperti itu?" tanya Chloe yang membuat sang suami menganggukkan kepalanya.
"Ya. Aku memang sengaja melakukannya. Rasa sakit Bima sama rasa sakitku. Hampir sama persis. Aku nggak mau Bima seperti diriku. Yang di mana gara-gara rasa sakit itu menghancurkan seorang gadis yang suci," jawab Gerre.
"Mulia sekali kamu sayangku. Aku tidak pernah menyangka kalau kamu memiliki misi yang penting untuk mendekati Bima. Aku harap misimu kali ini berhasil," ucap Chloe dengan tulus.
"Terima kasih sayangku," balas Gerre.
__ADS_1
"Kapan kita kembali ke New York?" tanya Chloe.