Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
RAYUAN DEWA.


__ADS_3

“Aku akan menghubungi Bryan untuk mengurus kasusmu ini. Kemungkinan besar Bryan akan stay di sini agak lama. Cepat atau lambat Fatin tidak akan bisa keluar dari penjara,” jawab Dewa.


“Ya sudah kalau begitu. Aku akan menjemput Dita sebentar,” pamit Sascha.


“Oke,” balas Dewa sambil mengacungkan jempolnya.


Sascha dan masuk ke dalam lokasi syuting Dita. Lalu Sascha disambut oleh kru yang berada di sana. Mereka sangat heboh sekali karena merindukan Sascha. Hingga Sascha membuat acara temu kangen secara mendadak. Memang Sascha memiliki sifat ramah kepada orang. Hampir di manapun ia selalu di siapa oleh orang lain. Meskipun berbeda status, Sascha tidak menjadi halangan untuk berteman dengan mereka.


Hampir sejam Dewa di dalam mobil. Ia tahu kalau Sascha sedang diperebutkan oleh para kru dan pemain film di sana. Sekalian juga Sascha membuat pesta perpisahan untuk Dita. Untung saja Dewa memiliki stok sabar yang banyak. Hingga dirinya menunggu sang istri dan adiknya di dalam lokasi syuting. Mengapa Dewa tidak ingin berkumpul di sana? Dewa memang tidak ingin berkumpul. Dewa takut kalau para perempuan memperebutkannya satu persatu. Ia lebih memilih diam di dalam mobil sambil bermain ponsel atau bekerja.


Setelah selesai Sascha mengucapkan terima kasih pada crew dan para artis yang mendukung Dita. Ia mengaku senang karena Dita diterima dengan baik. Kemudian Dita dan Sascha akhirnya berpamitan terlebih dahulu. Setelah itu mereka meninggalkan lokasi syuting dan menuju ke area parkir.


“Makasih ya Kak. Udah nolongin aku dan memantau keberadaanku,” ucap Dita sambil memandang wajah kakak iparnya itu.


“Aku nggak mantau kamu. Aku dikurung oleh kakakmu itu. Semoga kamu paham apa yang kita lakukan semalaman,” sahut Sascha yang membuat Dita tertawa terbahak-bahak.


“Lalu semalam itu siapa? Yang membawa Lita pergi dari sana?” tanya Dita.


“Dia Almond. Dia adalah pengawal pribadiku yang diberikan oleh papa Gerre. Aku menyuruhnya untuk menjaga kamu. soalnya aku memiliki feeling yang kuat kalau temanmu itu akan ke sana. Pagi tadi Almond sudah memberikan laporan tentang kejadian semalam. Kamu tenang saja hari ini. Tidak akan ada lagi seseorang yang menyakitimu. Aku tahu kamu orangnya sangat baik. Bahkan saking baiknya kamu sering dipermainkan oleh mereka,” jelas Sascha mendekati mobil Dewa.


“Kakak ke sini bersama Kak Dewa?” tanya .


“Itu benar. Dari pulang tempat syuting itu mobilku diikuti oleh Fatin. Aku nggak tahu kenapa diikuti oleh Fatin. Sampai kakakmu memancing Fatin ke kantor polisi. Di situlah Fatin akhirnya tertangkap. Banyak barang bukti yang sudah dikumpulkan oleh kakakmu,” jawab Sascha yang membuat Dita terkejut.


“Oh... Jadi itu maksudnya. Kita sama-sama sedang dalam bahaya,” ucap Dita.

__ADS_1


“Sekarang satu lagi. Musuh utama yang harus dikejar. Kalau dia tidak tertangkap. Bisa jadi kita yang akan menjadi korban selanjutnya. Dia sangat ambisi sekali untuk membunuh kita. Pertama dia ingin menguasai rumah kamu. Kedua dia ingin menguasai perusahaanku. Aku sendiri geleng-geleng kepala melihat kelakuan orang tersebut,'’ sahut Sascha.


“Bagaimana kabar rumahku?” tanya Dita yang sangat penasaran sekali dengan rumahnya.


“Rumahmu aku bakar. Aku sengaja melakukannya karena kesal kepada Cathy,” jawab Sascha yang membuat Dita bengong seketika.


“Maafkan aku. Aku akan membangun rumahmu lebih cantik lagi daripada yang ini,” tambah Sascha.


Seketika Dita tertawa. Ia lupa kalau sang kakak ipar memiliki jiwa barbar. Namun dirinya juga tidak marah sama sekali. Coba bayangkan saja, jika Dita berada di posisi Sascha, maka Dita pun akan melakukan hal yang sama.


“Kamu ini sangat aneh sekali,” ucap Sascha yang membuka pintu mobil.


 “Aku tidak bisa membayangkan rumahku rata dengan tanah. Tapi untunglah Aku memiliki kakak ipar Sultan. pasti Kakak akan menggantinya dengan desain yang lebih menarik lagi,” ujar Dita yang masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya.


“Ada apa ini kok kalian ribut-ribut?” tanya Dewa.


“Kamu itu sangat aneh sekali. Masa rumah mewah kamu terbakar nggak malah sedih,” ledek Dewa.


“Aku tidak memperdulikan itu. Yang aku pedulikan adalah Kakak selamat dari orang gila itu,” ucap Dita.


“Kamu belum tahu. Kalau kakakmu itu sangat barbar sekali. Jika barbarnya kumat semua orang tidak berani mendekatinya. Begitu juga dengan kakak,” ucap Dewa.


“Aku nggak barbar Kak. Aku memang begini agak liar dikit sih,” jelas Sascha.


“Itu namanya barbar. Sekalinya barbar tetap barbar,” ledek Dewa.

__ADS_1


“Memangnya aku barbar ya?” tanya Sascha ke Dita.


Dengan cepat Dewa mengambil emas batangan dari dompetnya. Lalu Dewa mengangkatnya ke atas untuk memberikan kode ke Dita agar menjawab iya. Dita akhirnya mendukung Dewa untuk berkata ya.


“Maafkan aku ya Kak. Demi emas batangan yang berada di tangan Kak Dewa. Aku harus berkata ya,” jawab Dita.


Dewa langsung memberikan emas batangan itu. Sascha menjalankan kepalanya sambil tertawa. Sascha tidak marah sama sekali. Meskipun adik iparnya itu mengatakan barbar. Memang kenyataannya demikian, Sascha sering sekali barbar.


“Tidak apa-apa. Kamu belum sarapan kan?” tanya Sascha.


“Belum Kak,” jawab Dita.


“Lebih baik kita makan terlebih dahulu saja. Setelah itu kita di kantor Kak Dewa. Siangnya berangkat ke Amerika,” ajak Sascha.


“Sepertinya kita harus menunda dulu pergi ke Amerika sebelum orang itu meninggalkan Indonesia. Lagian aku juga sedang menunggu kedatangan Bryan. Dia akan mengurusi kasus kakakmu itu. Kita akan stand by di sini beberapa hari ke depan,” jelas Dewa.


Mereka mengganggukan kepalanya dan menyetujui keputusan Dewa. Lalu mereka memilih untuk berdiam diri di kantor. Mereka akhirnya meninggalkan tempat syuting itu untuk mencari sarapan pagi.


Beberapa saat kemudian penangkapan Fatin sangat viral sekali. Tiba-tiba saja masyarakat terkejut akan berita tersebut. Sebab Fatin sendiri memiliki seorang putra yang pernah bekerja di bidang entertainment. Bahkan lebih parahnya lagi banyak orang yang pernah dikelabui akhirnya melaporkan ke kantor polisi tersebut. Itulah yang dinamakan sudah jatuh ketimpa tangga pula.


Saat perjalanan menuju kantor, Dita melihat berita viral itu. Alangkah terkejutnya ia membaca berita itu dan menatap wajah Sascha. Kemudian Dita memberikan ponselnya dan menyuruh Sascha untuk membaca berita tersebut. Hingga akhirnya Sascha menepuk bahu Dewa ketika menyetir. Untung saja kondisi saat itu sangat macet. Jadinya ia tidak terpengaruh sama sekali akan bahaya datang.


“Ada apa memangnya?” tanya Dewa.


“Hanya beberapa jam saja berita penangkapan Fatin akhirnya viral. Aku tidak menyangka kalau penangkapan itu masuk ke dalam dunia berita,” jawab Sascha.

__ADS_1


“Apa iya?” tanya Dewa yang tidak percaya dengan berita tersebut.


__ADS_2