Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Keputusan Yang Bulat.


__ADS_3

"Masa kamu nggak tahu maksud bapak apa? Kamu harusnya tahu apa yang dimaksud soal itu? Pak Herman mendapatkan keuntungan dari pihak lawan dan pihak kita. Dia akan membela pihak lawan habis-habisan hingga mendapatkan uang dan di sisi lain kita kalah di persidangan. Apalagi pihak lawannya itu sangat licik sekali," jelas Devan.


"I know that. Aku merasa Pak Herman lama-lama lucu sekali. Bagaimana bisa seorang pengacara tidak bisa membela kliennya? Padahal ada undang-undangnya loh soal pemerasan dan ancaman pembunuhan. Jujur aku bukan orang sini saja tahu semuanya. Apakah aku harus memperjelasnya? Kemungkinan besar aku akan menyuruh Bryan untuk memecatnya," tambah Dewa.


Dewa dan Devan adalah seorang pria 11 12. Yang di mana sifatnya itu sangat mirip sekali. Devan sendiri sering memakai firasat untuk merasakan orang-orang yang berbuat curang. Ditambah lagi Devan sering sekali membentuk tim khusus untuk mencari orang tersebut.


Ketika sampai di ruangan bawah tanah, Sascha menatap Bima sambil berkata, "Di sampingmu ada yang mengikuti. Dia adalah seorang perempuan yang cantik dan rambutnya terurai panjang. Aku harap kamu tidak melihatnya. Jika kamu melihatnya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa."


"Maksud kamu apa? Apakah ada orang lain selain kita?" tanya Bima yang penasaran sekali dengan omongannya Sascha.


"Nggak ada maksud apa-apa. Cuma mau ngingetin saja. Kalau dia mengucapkan salam atau tidak berkata apa-apa saat berada di hadapanmu. Aku harap kamu tidak akan pingsan seperti yang lalu," ledek Sascha.


"Kamu itu ada-ada saja. Di sini mah nggak ada. Tuh banyak penjaga yang sedang asyik ngopi dan ngobrol. Tempat inilah yang sangat ramai sekali Jika pada malam tiba," jelas Bima yang menunjuk ke arah para pengawal yang sedang bersantai.


"Ayolah kita masuk. Aku sudah penasaran sekali dengan damar dan David. Bagaimana reaksinya jika bertemu dengan aku?" tanya Sascha yang membuat Bima tertawa terpingkal-pingkal.


"Kamu itu sudah memiliki ilmu tinggi. Saking tingginya ilmumu bisa digunakan untuk membanting orang sedemikian rupa. Aku nggak habis pikir kamu perempuan apa laki-laki," tanya Bima yang membuat Sascha matanya membulat sempurna.


"Tanyakan saja pada Kak Dewa. Kemungkinan dia akan tahu siapa diriku sebenarnya," jawab Sascha.

__ADS_1


Bima hanya menggelengkan kepalanya karena ulah Sascha. Bagaimana tidak Bima bertanya seperti itu? Jujur ia sangat kagum terhadap Sascha yang tidak takut akan bahaya di hadapannya.


Ketika turun ke bawah, Sascha hanya bisa menghembuskan nafasnya dan berkata, "Apakah ini yang dinamakan ruangan bawah tanah milik Kak Bima? Suasananya sangat menyeramkan sekali."


Setelah Sascha turun, Bima juga ikutan turun. Mereka akhirnya meninggalkan lantai atas dan menuju ke ruangan bawah tanah.


"Ini mah tempat nggak menyeramkan. Tempat yang paling menyeramkan adalah markasnya Black Tiger yang berada di New York city. Di sana kamu akan merinding dibuatnya. banyak sekali pembantaian-pembantaian yang dilakukan oleh mama Tara dan bapak Devan. Ketika mereka sudah mendapatkan musuh dan tidak mengakuinya kesalahannya. Ditambah lagi Papa Devan diam-diam memiliki jiwa psycho. Maka dari itu markasnya sangat menyeramkan sekali," jelas Bima.


"Mengerikan sekali. Memang benar apa yang dikatakan oleh papa Devan. Mereka memang sengaja menjadi penyusup. Agar mereka mendapatkan informasi yang lebih dan kelemahan beberapa grup cabang dari Nakata's. Mereka sengaja melakukannya ingin menjatuhkan perusahaan tersebut. Mau tidak mau mereka harus mempertaruhkan nyawanya," jelas Sascha.


"Nggak juga kali konsepnya. Mereka hanya bodoh dan tidak mengenal waktu ketika papa Devan dan mama Tara sedang bersemedi," ucap Bima yang membuat Sasha tersenyum mendapat jawaban konyolnya.


"It's up to you," sahut Sascha yang menyerah atas jawaban konyolnya Bima.


Para pengawal itu langsung membuka pintu tersebut. Sascha akhirnya masuk dan menatap Damar dan David. Kedua pria itu sedang terlelap tidur. Sascha tidak menyangka kedua orang itu merasakan hawa tidur yang sangat enak sekali.


"Ambilkan aku air!" titah Sascha.


Para pengawal itu pun sudah menyiapkan air. Salah satu dari mereka memasukkan air itu ke dalam sel tahanan. Kemudian pengawal itu berpamitan untuk pergi.

__ADS_1


"CK. Enak banget ya tidurnya. Aku kira mereka tidak akan tidur nyenyak seperti ini," ejek Sascha sambil meraih gayung di ember dan mengambil air.


"Iyalah... Tempat ini itu sangat dingin sekali. Hawanya bisa membuat orang ngantuk dan tidak bersemangat untuk ngapa-ngapain," ucap Bima sambil tersenyum sinis melihat mereka.


Dengan cepat Sascha menyiram air itu ke arah mereka.


Byurrr!


Kedua pria paruh baya itu membuka matanya dan melihat Sascha. David yang melihat jelas Sascha langsung beringsut ketakutan. Jujur ketika temannya dibanting seperti itu, David tidak memiliki nyali sekalipun. Mending ia memilih untuk mundur pelan-pelan. Agar tidak terjadi masalah.


"Damar Haryanto. Seorang pria yang berusia kurang lebih lima puluh lima tahun. Diam-diam Damar dijadikan sebagai seorang mata-mata di perusahaanku atas nama Cathy. Jujur kami sudah tidak kaget lagi. Karena kamu itu memang sangat bodoh sekali," jelas Sascha.


"Aku nggak bodoh. Tapi lagi apes ketemu sama singa galak sepertimu," kesal David yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa.


"Kamu bilang apa? Seenaknya saja kamu berbicara kalau aku menjadi singa galak!" Geram Sascha yang tidak terima dikatakan singa galak oleh David.


"Kamu belum merasakan jika aku sudah mengamuk udah kayak apa? Tapi kamu beruntung. Aku belum menunjukkan tanda-tanda yang di mana kepringasanku keluar," ledek Sascha.


"Apa yang kamu katakan itu bohong! Aku memang seorang pecundang. Yang di mana pecundang itu harus bangkit. Aku memang sengaja menikahi Cathy. Demi mendapatkan jabatan CEO. dan sampai sekarang aku tidak mendapatkannya sama sekali," kesal Damar.

__ADS_1


"Kamu itu sama Cathy tidak ada bedanya. Kamu serakah dan ingin mendapatkan lebih. Setiap perusahaan keluarga pasti memiliki sebuah pengumuman dari leluhurnya. Khans Company tetap akan dipegang oleh generasi selanjutnya. Meskipun kamu memisahkanku dari mereka. Kamu bodoh dan tidak pernah berpikiran lebih jauh. Gadis kecil yang kamu pisahkan ternyata bisa menjadi rubah kecil yang sangat menakutkan. Kamu tahu apa artinya? Gadis kecil yang menderita di luar sana telah banyak belajar tentang kerasnya hidup. Gadis kecil itu akhirnya bisa menilai mana baik dan mana yang buruk. Selama gadis kecil itu hidup dan banyak belajar dari pihak manapun. Gadis kecil itu bisa menerima apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Jika kamu menampiknya dan berkilah kalau aku bukan anaknya Gerre itu salah. Karena Gerre sudah memiliki tes DNA. Cepat atau lambat seluruh orang yang berada di perusahaanku. Akan aku tendang satu persatu. Mereka akan aku jebloskan ke dalam penjara," Sascha tersenyum sinis melihat Damar.


"Apa?" pekik Damar.


__ADS_2