
"Siapa yang ngomong kalau aku sombong?" tanya Gerre.
"Banyak yang mengatakan kalau papa sangat arogan,'' jawab Ian.
"Itu hanya di media. Sebenarnya papa Gerre termasuk orang yang sangat ramah sekali. Bahkan Sascha sendiri sering dibuatnya tertawa,'' jawab Dewa.
"Jadi apa yang harus kita lakukan jika menyerang?" tanya Eric.
"Jika Jaya menyerang terlebih dahulu maka yang harus dilakukan adalah biarkanlah dia berkoar-koar terlebih dahulu. Kita buat tim untuk mengumpulkan semua bukti kejahatan. Dan kamu tahu kita serang dari belakang. Kalau Anggoro yang menyerang Dewa, Sascha dan Devan akan mempertahankan kamu untuk jadi CEO. Aku tahu setengah jiwaku berada di dalam Sascha,'' saran Gerre. "Itu rencana utamanya.''
"Rencana sudah dirancang sedemikian rupa. Jika kalian punya masing-masing rencana kita bisa membicarakan lagi,'' ucap Gerre. "Aku yakin kalian memiliki otak jenius. Jika kalian sedang bersantai, otak kalian sedang tidak berjalan. Karena otak kalian sedang menikmati liburan.''
"Nantilah dipikirkan saja,'' ucap Ian.
Gerre mengetahui kalau kelompok Black Tiger adalah anggota memiliki otak di atas rata-rata. Namun jika mereka sedang santai begini, mereka memutuskan untuk mengistirahatkan. Mereka sangat santai sekali melepaskan beban hidup yang ada.
"Kalian datanglah ke pernikahan Sascha dua Minggu ke depan!" titah Gerre.
"Pernikahan Sascha?" tanya Timothy. "Memangnya Sascha menikah dengan siapa?"
"Iya ya. Selama ini Sascha tidak punya kekasih setelah putus dari Billi,'' jawab Ian.
"Sebenarnya sih papa berat melepaskan Sascha menikah. Sascha sudah berjanji akan menikah setelah lulus kuliah. Tapi kalian tahukan ada seorang pria yang sungguh membuatku geram. Diam-diam pria itu sering mendekati Sascha dan memeluknya. Aku takut pria itu akan lepas kendali. Di sinilah harga diriku sebagai orangtua dipertaruhkan,'' kesal Gerre.
"Akhirnya Sascha sudah memiliki seorang kekasih. Beruntung sekali yang menjadi kekasihnya Sascha itu,'' puji Bryan. "Kalau begitu bolehkah aku tahu siapa kekasihnya itu?"
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan Dewa,'' ujar Gerre yang menyandarkan punggungnya di sofa.
Semua makhluk yang berada di sana terdiam dan matanya tertuju ke Desa. Mereka tidak menyangka kalau Dewa akan menikah secepat ini. Yang lebih terkejutnya lagi Timothy sang asisten. Bagaimana bisa Dewa langsung menikah tanpa pacaran?
"Wa, lu bercanda pengen nikahi Sascha?" tanya Timothy.
"Ya... gue pengen nikahi Sascha sekaligus melindunginya. Bukannya lu sudah tahu soal ini? Kan gue sering curhat tentang Sascha ke lu. Masa lu enggak sadar juga sih,'' kesal Dewa melihat Timothy yang tidak paham.
Bukannya tidak paham jika Dewa menikahi Sascha. Timothy sungguh sangat bahagia mendengar berita ini. Begitu juga dengan lainnya, mereka juga bahagia ketika tahu Dewa menikah. Meskipun tanpa pacaran mereka juga sering melihat bahasa tubuh Dewa yang menandakan adanya benih-benih cinta. Mereka selalu berdoa agar Tuhan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan.
"Ah... gue kalah start. Harusnya gue nikah duluan,'' ucap Bryan yang berbicara dengan nada kesal dibuat-buat.
"Salah sendiri dari dulu lu jomblo,'' ejek Dewa.
"Gue jomblo berkompeten tau!" ujar Bryan dengan penuh percaya diri.
"Aish... lu Tom... bukannya lu belain gue... malah belain Dewa,'' kesal Bryan.
"Kalau enggak mbelain Dewa, enggak bakalan dapat Dita,'' sahut Bima.
"Makanya kalian semua selama satu sekolah hingga detik ini belum punya pasangan. Giliran gue mau nikah bilang curi start. Padahal wajah kalian enggak jelek-jelek amat dan cocok menjadi model majalah Flora dan Fauna,'' ledek Dewa.
"Sebenarnya sih gue enggak keberatan lu nikah. Kami seluruh anggota Black Tiger sudah paham dengan gelagat lu. Lu masih ingat enggak ketika Sascha datang ke tempat fotokopi. Entah kenapa wajah culunnya sumringah ketika Sascha fotokopi,'' celetuk Eric.
Mereka tertawa mengingat masa lalu Dewa yang sangat culun. Bahkan Dewa dulu tidak setampan sekarang. Rambutnya dipotong ala tentara tubuhnya yang kurus kaya tiang listrik menambah kesan culun.
__ADS_1
Sedangkan Dewa tersipu malu melihat teman-temannya yang mengingatkan masa lalunya. Jujur saja mereka sengaja membuka keadaan Dewa masa lalu di depan Gerre. Namun bagi Gerre itu tidak jadi masalah. Gerre menilai kalau Dewa memang sangat mencintai Sascha dari kecil. Cinta Dewa ke Sascha ternyata sangat murni.
"Rasanya Dewa sudah menepati janjinya ke Sascha,'' ucap Gerre.
"Maksud papa?" tanya Tommy.
"Kalian tahu kalau Dewa dan Sascha itu adalah teman masa kecil. Dewa dulu adalah tetanggaku. Mereka sering bermain bersama,'' ucap Gerre dengan yang mengingat masa kecil Sascha dan Dewa.
Sontak saja mereka terkejut dengan ucapan Gerre. Mereka tidak menyangka kalau Dewa adalah teman Sascha.
"Oh... jadi ini kamu enggak mau terima si a b c sampai z hanya karena Sascha?" tanya Tommy.
"Gue sudah terikat janji dengan Sascha seminggu sebelum kejadian itu. Gue enggak mau berkhianat,'' kata Dewa yang menerawang.
"Inilah yang dinamakan ikatan cinta. Kisah lu unik jika dijadikan film romance. Mungkin lu bisa buat skenario dan mencari para pemainnya,'' saran Bryan.
"Gue enggak akan membuat kisah ini menjadi film. Gue akan menyimpannya dalam memori otak. Kelak gue punya anak cucu, gue akan ceritakan semuanya. Ternyata Tuhan membuat kisah gue sangat indah. Terpisah jarak dan waktu yang lama. Tahu-tahunya Tuhan menemukan kami,'' ujar Dewa.
"Gue salut sama lu. Lu bisa menjaga janji buat Sascha. Kalau gue diposisi lu enggak bakalan setia. Lu tahu sendiri kalau gue bukan tipe cowok yang setia. Sudah ratusan cewek yang gue rusak,'' sahut Bima dengan penuh penyesalan.
"Lu bisa berubah kok. Lu tahu istilah orang baik belum tentu baik. Orang jahat belum tentu jahat. Lu di antara keduanya. Sebelum kenal Nadia lu jadi pria baik. Lu sopan ke semua wanita. Setelah kenal Nadia lu rusak. Gue enggak bisa nyalahin lu. Karena yang salah adalah Nadia. Lu pacaran semenjak SMP sampai lulus S1. Dia janji akan menjaga cinta suci yang udah dibangun. Tapi apa Nadia hamil sama rival lu sendiri yaitu Santoso. Gue ngerti perasaan lu,'' ucap Ian.
"Lu bisa merubah hidup dengan lebih baik lagi. Ketimbang lu main sama cewek mending salurin hobi. Lu kan seneng mendekor kue biasa bisa menjadi mewah. Coba dech lu buka sampingan toko roti. Lu bisa nanamin modal ke sana. Atau lu memperdalam karate lu atau ngasah kemampuan pedang. Gue jamin lu bakalan bisa. Gue dan lainnya pengen lihat hidup lu sehat,'' saran dari Dewa.
Bima tertegun sejenak karena mendengar nasihat dari teman-temannya. Ternyata selama ini mereka sangat peduli sekali kepada dirinya. Meski mereka adalah teman yang brengsek namun memiliki sikap peduli. Bagi mereka persahabatan adalah di atas segalanya.
__ADS_1
"Aku juga berpesan kepada kamu,'' sahut Gerre yang menatap wajahnya Bima.
"Pesan apa?" tanya Bima.