
"Tenanglah. Jangan terlalu gegabah. Cepat atau lambat aku yang akan membereskan masalah itu. Sekarang kamu bekerjalah dengan giat. Aku di sini memantau keadaan kamu melalui pengawal bayanganmu," jawab Sascha yang membuat Dita tenang.
"Baiklah Kak. Ya sudah aku mau bekerja lagi," pamit Dita yang memutuskan hubungan telepon.
Sambungan terputus.
Terpaksa Sasha memesan tiket dadakan. Untung saja malam ini pesawat menuju ke Indonesia untuk penerbangan pertama tersisa dua. Ketika ingin membayarnya, Dewa langsung meraih ponsel itu dan menyingkirkannya.
"Kita nggak usah naik pesawat komersil. Sepertinya Dita sangat ketakutan sekali. Maka dari itu aku memutuskan malam ini kita akan terbang menuju ke Jakarta saat ini juga. Kita tidak bisa membuang-buang waktu. Kalau kamu mau tidur. Kamu bisa tidur di dalam kamarku," jelas Dewa lalu mengantongi ponsel Sascha.
Sascha bersyukur karena Dewa langsung tanggap. Mengingat kasus Dita rumit, Dewa tidak akan pernah melepaskan begitu saja. Begitu juga dengan Sascha. Sascha juga tidak akan membuat Dita semakin ketakutan.
Sebelum berangkat mereka berpamitan dulu kepada Gerre dan Chloe. Kemudian mereka langsung pergi menuju bandara.
"Terima kasih ya kak... mengerti perasaanku yang sedang gundah gulana karena Dita," ucap Sascha yang benar-benar merasakan hatinya gundah.
"Hatiku dan hatimu sudah menyatu menjadi satu bagian. Aku tahu sehabis pulang dari rumah Dita. Kamu tidak bisa tenang sama sekali memikirkan adikku. Aku juga terima kasih karena kamu sangat peduli sekali dengan Dita," sahut Dewa sambil menarik tubuh Sascha dan memeluknya dengan erat
"Sebelum aku terbang ke Tokyo. Aku sudah mencurigai beberapa orang di lokasi syuting yang ingin memeras Dita. Aku tidak tahu itu siapa. Jujur saja aku masih abu-abu untuk mengetahuinya," jelas Sascha.
"Kalau soal mencurigai, perempuan itu nomor satu. Tapi aku bersyukur kalau kamu tidak lengah sedikitpun. Setelah masalah di Jakarta selesai. Kita akan kembali ke sini," bisik Dewa.
__ADS_1
Di dalam perjalanan Dewa selalu mengelus punggung Sascha. Pria itu tidak akan pernah lepas dari sang istri.
Jakarta Indonesia.
Setelah mengambil gambar, Dita memutuskan untuk pulang. Ketika ingin pulang Dita mau masuk ke dalam mobil langsung dihadang oleh seorang perempuan. Lalu Dita menatap tajam ke arah perempuan itu sambil berkata, "Ada apa? Kenapa dari tadi kamu mengikutiku? Aku nggak ada masalah dengan kamu."
"Ada. Kamu saja enggak mau dan nggak mengerti apa masalahnya. Kamu memiliki hutang banyak kepadaku. Hutangmu sudah mencapai sepuluh miliar. Kamu harus membayarnya saat ini juga!" tegas wanita itu.
"Aku merasa tidak memiliki hutang kepadamu. Justru kamu yang memiliki hutang kepadaku. Kamu sudah meminjam uangku sebanyak sepuluh juta. Tapi saat ini kamu belum membayarnya sama sekali.dan kenapa kamu melemparkan batu dan menyembunyikan tanganmu itu. Ini sangat aneh sekali," ucap Dita.
"Kamu harus membayarnya. Jika tidak aku akan menyebarkan video hot itu ke seluruh penjuru negara ini. Yang namanya Dita alim dan kalem. Ternyata diam-diam sering dibooking sama pria hidung belang," ejek wanita itu langsung pergi meninggalkan Dita.
Satu kata buat Dita yaitu nyesek. Jujur saat ini dirinya bingung. Mau teriak juga percuma. Mau diam juga ya percuma saja. Tetapi Dita beruntung saat itu. Ketika masuk ke dalam mobil, Marty sang pengawal dari Sascha menggelengkan kepalanya. Pria muda itu pun tahu apa yang dirasakan oleh Dita.
"Kita mau ke mana memangnya?" tanya Dita dengan penasaran.
"Kita mau pergi ke villa milik Tuan Bima. Di sana kita akan menunggu kedatangan Nyonya Sascha dan Tuan Dewa," jawab Marty yang memberikan kode ke pengawal lainnya untuk membawa mobil Dita ke rumah.
Kemudian Marty membawa Dita ke villa milik Bima. Sepanjang perjalanan Dita sangat bingung sekali dengan wanita itu. Bisa-bisanya wanita itu akan menyebarkan sebuah video panas. Bisa dikatakan video itu adalah video skandal. Semua orang tahu kalau Dita adalah artis yang tidak memiliki skandal. Jujur Dita dikenal sebagai gadis kalem dan baik hati bagi penggemarnya.
"Kalau boleh saran dari saya, lebih baik nona diam saja terlebih dahulu. Saya diberitahu oleh Nyonya Sasha, kalau temen nona adalah seorang sindikat penipuan. Jadi nona nikmati saja. Tuan dan nyonya tidak akan diam sedikitpun. Apalagi mereka sangat berkuasa sekali di negeri ini," saran Marty sambil fokus membawa mobil.
__ADS_1
"Jujur... Aku baru kali ini memiliki teman seperti itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku tidak akan membayar hutang itu. Soalnya seluruh kartu ATM dan kreditku sudah diblokir oleh Kak Dewa. Tapi ini sangat aneh sekali. Kenapa wanita itu adalah sindikat penipuan?" tanya Dita.
"Modus mereka itu banyak sekali. Makanya nona sekarang harus berhati-hati setiap orang yang baru dikenal. Memang wajahnya polos. Tapi bermuka dua. Maafkan saya jika lancang berbicara seperti ini," jawab Marty.
"Tidak jadi masalah buat aku. Santai sajalah. Aku juga tidak mengerti, kenapa aku terjebak dalam peristiwa ini?" tanya Dita yang semakin frustrasi karena wanita tersebut.
"Jika saja Tuan Tommy berada di sini. Kemungkinan besar Tuan Tommy tidak akan melepaskan wanita itu," jelas Marty.
"Sepertinya kamu mengetahui tentang hubunganku bersama Kak Tommy?" tanya Dita yang mulai curiga oleh Marty.
"Nggak salah lagi nona. Tuan Tommy itu sebenarnya sudah menyimpan perasaannya kepada nona sejak lama. Tapi Tuan Tommy takut mengatakannya. Karena tuan Tommy tidak diizinkan oleh Tuan Dewa untuk memacari nona," sahut Marty dengan jujur.
"Jadi selama ini, di kalangan pengawal hubunganku sama Kak Tommy semuanya udah pada tahu?" tanya Dita yang membuat Marty tersenyum.
"Ya iyalah nona. Bahkan para pengawal pun ingin membantu Tuan Tommy langsung mundur satu persatu. Cepat atau lambat Tuan Dewa akan marah kepada kami jika membantu Tuan Tommy menaklukkan nona," jawab Marty dengan jujur.
Lalu Dita menahan tawanya karena kejujuran sang pengawalnya itu. Selama ini yang dikatakan oleh Marty itu benar. Baru sekarang ini Dewa menyetujui hubungan mereka. Memang Dewa tidak mau membuat sang adik menangis karena cowok brengsek.
"Iya aku paham. Memang Kak Dewa orangnya sangat posesif sekali. Ada tiga wanita yang tersimpan di dalam hatinya. Yaitu mama, aku dan kak Sascha. Kalau sudah berhubungan dengan kami, Kak Dewa tidak akan pernah melepaskannya," jelas Dita.
"Anda sangat beruntung sekali memiliki kakak yang sangat baik. Bahkan kakak ipar anda juga baik kepada nona," ujar Marty.
__ADS_1
"Terima kasih. Aku memang adik yang sangat beruntung sekali. Aku juga tidak akan membiarkan kakak iparku bersedih. Aku ingin kakak iparku selalu bahagia," ucap Dita.