Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TERNYATA SELAMA INI....


__ADS_3

"Ada seseorang yang menunggu kehadiran kamu," bisik Doro.


"Siapa itu nek?" tanya Sascha.


"Dewa yang sudah menunggumu semenjak kamu hilang. Dewa juga berjanji pada kami akan membawa kamu pulang ke sini," jawab Doro yang menatap wajah Sascha yang mirip dengan Dewa.


"Apakah itu benar?" tanya Sascha.


"Ya itu benar. Dewa sudah berjanji sama kami akan membawamu pulang,'' jawab Doro.


Sascha beranjak berdiri sambil menoleh ke arah Dewa. Sascha tidak menyangka kalau Dewa sudah berjanji sedari kecil untuk membawa dirinya pulang. Entah dengan cara apa Sascha bersyukur kepada Tuhan? Yang jelas hidupnya memiliki banyak kebahagiaan.


Meskipun bercucuran airmata Sascha harus bangkit dari keterpurukan. Sascha sangat berterima kasih kepada penculik. Karena penculik itu mengajarkan hidup yang sangat berharga.


Disis lain Sascha juga tidak menutup kemungkinan kalau dirinya akan menjebloskan penculik ke penjara. Sascha akan mencari waktu yang tepat.


Disinilah Sascha merasakan kebahagiaan tiada tara. Senyuman merekah dari mulut Sascha dan celotehan-celotehan membuat mansion sang kakek sangat ramai sekali. Dewa merekam kebahagiaan itu melalui ponselnya dan memasukkan ke dalam sosmed,


Dewa memang sengaja memasukkan kebahagiaan Sascha ke sosmed agar memancing Billi dan keluarganya. Dewa ingin tahu reaksi mereka setelah tahu Sascha itu anak siapa? Jika mereka mulai menyerang Dewa akan menyerahkan barang bukti ke interpol untuk membuka kasus penculikan di Okinawa. Kemungkinan besar mereka tidak akan mengelak lagi.


Lalu bagaimana dengan Gerre? Gerre tidak mempermasalahkan itu. Gerre sedang memikirkan bagaimana langkah selanjutnya. Bahkan Gerre akan bekerjasama dengan Dewa untuk membuka kasus penculikan itu. Ditambah lagi dengan Devan dan Tara juga ikutan mendorong Sascha agar berani melawan mereka.


Jakarta Indonesia.


Santi yang lelah mencari pekerjaan sangat kesal. Sejumlah perusahaan terkemuka yang didatangi oleh Santi menolaknya secara mentah-mentah. Mereka sudah diberitahu oleh Tommy kalau Santi adalah karyawan yang kurang baik. Maka jadinya mereka menolak serempak.


Santi tidak sengaja membuka sosmednya. Mata Santi terbelalak tidak percaya melihat Sascha dengan keluarga konglomerat di dunia. Santi sangat marah lalu berteriak histeris.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin!" teriak Santi.


Untung saja saat itu rumahnya sangat sepi. Tidak ada orang yang lewat satupun mendengar teriakkannya. Santi sangat syok karena Sascha bisa dekat dengan keluarga konglomerat terkenal di dunia ini.


"Gue enggak pernah menyangka kalau Sascha harganya murah,'' ucap Santi dengan mengetik di kolom komentar milik Dewa.


Santi mulai menyerang akun sosmed milik Dewa. Namun Dewa sangat santai menanggapi hal itu dan mengambil screenshot itu lalu menyimpannya. Dengan cara inilah Desa bisa menjebloskan Santi ke dalam penjara.


Santi malah mengejek kalau foto itu hanya editan dan dibuat-buat. Santi sangat senang bisa mempermalukan Sascha di dunia maya.


Di Bandung Billi resmi menjadi istri Risa. Semua ponsel milik Billi disia oleh Risa. Seluruh pesan-pesan dari perempuan langsung dihapus. Billi ingin memberontak namun diurungkannya. Karena nyawa keluarganya berada di tangan Billi.


Baru satu hari di rumah Billi, Risa sangat santai sekali. Bangun siang dan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah. Hingga membuat sang empunya rumah naik pitam. Tapi Risa masa bodoh dengan omelan Fatin.


Disisi lain Firly hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bisa-bisanya mendapatkan menantu durhaka seperti ini. Bahkan dirinya disuruh mengerjakan semua pekerjaan.


Setelah capek mengomel dari Shubuh hingga menit ini, Fatin memutuskan untuk duduk di belakang rumah. Belum sempat menempelkan bokongnya Risa sudah memanggilnya dengan cara berteriak. Alhasil Fatin tidak jadi duduk dan mendekatinya dengan mata menyalang.


"Eh... asal tahu aja lu punya hutang ke gue banyak yaitu satu triliun,'' ucap Risa dengan sengit sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Apa coba gue punya hutang ke lu?" tanya Fatin yang tidak kalah sengit.


"Seluruh barang yang lu punya uangnya dari gue. Lu ingat kagak barang-barang branded lu yang serba mahal itu! Lu harusnya ngaca kagak punya duit malah bergaya hidup mewah! Dan lu tahu selama ini gue kasih uang ke lu enggak gratis. Sekarang lu ganti dengan cara melayani gue! Kalau enggak mau gue bisa menjebloskan ke dalam penjara dengan kasus pemerasan! Apakah lu paham!" bentak Risa. "Kalau lu kagak paham juga besok gue panggilin pengacara untuk menjabarkan semuanya!"


Fatin terkaget karena ucapan Risa. Selama ini dirinya dijebak oleh Risa. Fatin terdiam dan tidak mampu berkata apa-apa lagi.


"Di dunia ini kagak ada barang gratis. Gue tahu kebobrokan lu! Setiap ada perempuan yang mendekati Billi lu malah memalaknya. Bahkan ada yang bunuh diri karena ulah lu. Lu kuras terus harganya setelah miskin. Lalu lu lempar ke jalanan. Lu tahu itu siapa?" tanya Risa.

__ADS_1


Fatin masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Risa. Akhirnya Risa menatap nyalang lalu berkata, "Salah satu korban yang menjadi ketamakan lu adalah adik kandung gue yang bernama Lita! Apakah lu paham!"


Meskipun suara Risa datar namun intonasinya adalah penekanan. Jujur saja Risa sangat membenci keluarga Billi karena ingin membalas dendam.


Billi yang sedari tadi lewat terkejut dengan pernyataan Risa. Billi tidak menyangka kalau Risa akan balas dendam kepada keluarganya itu. Sekarang Billi paham dan mendekati Risa lalu menamparnya.


"Lu!" geram Billi.


Risa hanya tersenyum mengejek melihat Billi dan Fatin. Memang sengaja Risa membuka kedok yang sebenarnya. Risa menatap menyalang dan memaki Billi dengan bahasa kasar.


Namun Risa tidak mau kalah dan membiarkan mereka memaki dirinya. Setelah puas memaki Risa tersenyum devil sambil berkata, "Kalau lu menyerang gue seperti ini terus-terusan! Gue akan menendang lu dari rumah ini! Jika lu berbuat baik sama gue, gue pastikan lu semuanya bisa tidur di sini dengan aman! Sekarang lu pilih yang mana!"


Risa terpaksa pergi meninggalkan mereka. Mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya. Karena ketamakannya mereka sekarang menanggung beban di hati.


Hamburg Jerman.


Para petinggi D'Stars Inc. sudah sampai di mansion Dewa. Mereka sangat bahagia bisa ke sini lagi walau hanya sebentar. Ketika beristirahat mereka dikejutkan oleh postingan Dewa. Mereka tersenyum melihat Sascha dan mengucap syukur karena sudah berkumpul dengan keluarga besarnya.


"Lihat enggak postingan Dewa?" tanya Tommy.


"Ya gue lihat. Sepertinya Sascha tertawa lepas tanpa ada beban,'' jawab Leo.


"Gue seneng lihat Sascha ceria lagi da tertawa,'' ucap Tommy.


"Kapan terakhir gue lihat Sascha tertawa seperti itu?" tanya Ian.


"Gue terakhir lihat Sascha tertawa seperti itu di tempat fotokopi pas hari kelulusannya,'' jawab Eric.

__ADS_1


"Tempat fotokopi? Maksud lu pas saat itu kita masih culun?" tanya Bima yang mengingat masa lalu.


Apa ya hubungan mereka sama tempat fotokopi itu ya?


__ADS_2