
"Sebentar... Paman Matias adalah seorang dokter spesialis saraf?" tanya Sascha.
"Ya... itu benar. Meskipun Matias dokter. Paman kamu memiliki otak yang sangat jenius sekali," jawab Gerre.
"Enak kali ya? Jadi orang serba bisa. Aku ingin sekali seperti mereka," ucap Sascha.
"Kamu serba bisa kok. Kamu menjadi seorang hacker dan penghitung data dengan cepat. Otak kamu bisa menampung beberapa data yang harus dianalisis dan juga memperbaiki," jelas Dewa yang sudah mengerti kebiasaan Sascha.
"Apaakah kamu tidak ingin mencalonkan Timothy?" tanya Devan sambil menatap wajah Dewa.
"Hmmp... ide yang sangat bagus sekali," jelas Sascha. "Bukankah kita harus membuat seseorang semakin berkembang sesuai kemampuannya? Atau Kak Tommy?"
"Tommy memiliki potensi yang sangat luar biasa. Dia bisa dijodohkan kepada Bima mengelola Khans Company," jawab Devan.
"Nanti dech... kita pikirkan. Kita enggak bisa mengambil keputusan sekarang," jelas Dewa.
Beberapa saat kemudian datang Leo yang sangat panik sekali. Leo duduk di samping Gerre sambil mengatur nafasnya karena ketakutan.
"Ada apa dengan Kak Leo?" tanya Sascha yang mengerutkan keningnya.
"Kalian tidak akan percaya akan hal ini. Sebab masalah menyangkut antar Paman Pablo dan Tommy," jawab Leo.
"Mereka tidak ada hubungan darah," jelas Dewa.
"Mereka ada hubungan darah. Tommy itu keponakannya Paman Pablo ayahnya Eric," uap Leo.
"Lalu siapa kedua orang tuanya Tommy?" tanya Dewa.
"Adiknya Paman Pablo," jawab Leo.
Mereka sangat terkejut dengan pernyataan Leo. Bagaimana bisa Leo berkata seperti itu? Mereka segera mengambil nafas dalam-dalam sambil melihat Sascha.
__ADS_1
"Kenapa kalian melihat aku seperti itu? Lagian aku juga tidak ikut-ikutan bersama Kak Leo untuk mencari informasi tersebut," celetuk Sascha.
"Kamu jadi orang sangat menggemaskan sekali. Sehingga banyak orang yang sangat ingin mencubit pipi kamu yang gembul itu," ledek Dewa.
Terang saja mereka tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Dewa. Memnag benar apa yang dikatakan oleh Dewa, Sascha sangatlah keras lucu. Apalagi saat ini pipinya menjadi gembul.
"Pipi kamu sangat gembul sekali," puji Leo.
"Memang sangat pantas sekali jika dicubit banyak orang," jelas Dewa yang membenarkan perkataan Leo.
'Bagaimana bisa terjadi kalau Tommy memiliki darah dengan Eric?' tanya Gerre.
"Papa masih ingat enggak kasus hilangnya adiknya Paman Pablo pada waktu silam," jelas Leo.
"Ya... kami ingat. Namanya Gea Cisneros adik kandung dari Pablo Cisneros," ucap Devan.
"Lalu kemana Gea Cisneros? Apakah Gea masih hidup? Soalnya dia memang sedang dicari sama Pablo saat ini," tanya Devan.
"Harus aku katakan dengan sejujurnya. Gea Cisneros sudah meninggal bersama suaminya. Mereka dibantai oleh Anette, Marvin dan Meilin dengan cara sadis. Mayatnya saat ini masih belum ketemu," jelas Leo.
"Ya... itu benar. Mereka sangat rapi melakukannya. Pihak kepolisian juga tidak bisa melacak keberadaan mereka," sambung Leo.
"Oh... berarti Pablo tidak bisa mencari keberadaan sang adik?' tanya Gerre.
"Ya... setiap kasus pembunuhan pasti ada kabar beritanya. Sementara ini tidak sama sekali," jawab Leo.
"Ya... aku paham. Saatnya aku akan menemui nenek sihir itu," pinta Sascha.
"Ide yang sangat bagus sekali," puji Leo dan Gerre secara bersamaan.
"Apakah tidak bahaya?" tanya Dewa.
__ADS_1
"Tidak. Dia bisa membawa para pengawal untuk membuat Anette ketakutan," jawab gerre.
"Bagaimana kalau dia playing victim?' tanya Dewa lagi.
"Tenang saja. Kalau dia playing victim, dia akan mendapatkan masalah dari aku. Aku bisa menutup seluruh akses yang dia miliki," jawab Sascha yang memandang wajah Leo.
"Kenapa kamu melihat aku seperti itu?" tanya Leo.
"Karena aku ingin meminta bantuan kakak," jawab Sascha sambil menatap wajah Leo secara melekat.
"Oke... tunggu komando dari kamu saja," sahut Leo.
Mereka tertawa menatap wajah Leo. Sungguh sore ini, Sascha bisa mencairkan hati dan suasana. Bahkan segala masalah satu sudah selesai.
"Lalu bagaimana dengan Hanson?" tanya Dewa.
"Hanson bukan anak Meilin dan Marvin. Hanson itu juga kehidupannya sangat tragis sekali. Perusahaan kedua orang tuanya diambil paksa sama Anette," jawab Leo.
"Bisa-bisanya si nenek sihir itu membuat ulah dengan cara mengambil yang bukan menjadi miliknya," jelas Dewa.
"Lalu kita ngapain?' tanya Sascha.
"Nanti malam kita berkumpul di markas. Kita akan mendapatkan bala bantuan dari D-Trex. Pablo akan membantu kita sekaligus ingin mencari keberadaan adiknya itu," jawab Devan.
"Apakah kita harus memberitahukan sebuah fakta tentang kematian Gea?" tanya sascha.
'
"Ya... harus. Pablo harus tahu," jawab Devan.
"Lalu bagaimana dengan Paman Pablo jika mengamuk?' tanya Sascha.
__ADS_1
"Paman Pablo tidak akan menyerang begitu saja. Kita harus mencari cara untuk menjebak Anette," jawab Dewa.
"Lalu bagaimana caranya? Apakah kalian akan melibatkan aku?" tanya Sascha lagi.