Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ADA APA DENGAN SASCHA?


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu. Sascha telah menyadari di sampingnya tidak ada Dewa. Ia mencari keberadaan Dewa yang ternyata tidak ada sama sekali di ruangan santai. Ia sangat panik sekali dan beranjak dari duduknya. Akhirnya Ia memutuskan untuk mencari Dewa di kamar pribadinya.


Saat masuk ke dalam Sascha meminta ke pramugari untuk membuatkan roti coklat dan susu vanilla. Kemudian Sascha masuk ke dalam kamar dan melihat Dewa sedang tertidur. Ia segera menghempaskan tubuhnya di samping Dewa.


Tak sengaja mata indahnya menatap wajah Dewa yang penuh dengan air mata. Jujur Sascha baru melihat kalau Dewa menangis.


“Sebegitukah kamu menncintaiku? Sebegitukah kamu sayang kepadaku? Sebegitukah kamu menginginkanku untuk menjadi pendamping hidupmu?“ tanya saja dalam hati.


Tiba-tiba saja selesai mengingat sesuatu hal. Ia pernah mendapat nasihat dari ibu Nirmala. Pria yang terhormat adalah pria yang di mana sangat menyayangimu mencintaimu dan menginginkanmu. Jika pria itu salah maka hidupnya akan hancur berantakan. Ia akan berkorban penuh agar pasangannya tidak akan pernah pergi dari sisinya.


Sascha memutuskan untuk memeluk pria bertubuh kekar itu. Ia segera menyembunyikan kepalanya di dada Dewa dan mencium aroma maskulin. Dalam kasus ini Sascha menyatakan selesai. Mereka juga dinyatakan bersalah. Sascha tidak memahami apa perkataan Dewa. Sedangkan Dewa salah bicara kepada Sascha.


Tak lama Sascha memutuskan untuk tidur di dalam pelukan hangat Dewa. Saya ingin meminta maaf kepada dewa agar masalah ini cepat clear. Jujur apa yang dikatakan orang, untuk menjalin hubungan itu harus saling memahami. Jika mereka tidak paham maka hubungannya cepat kandas. Memang setiap hubungan entah itu sahabat, saudara, suami istri, pertemanan dan lainnya pasti ada bertengkarnya. Itu yang dinamakan bumbu kehidupan. Tapi jangan salah meskipun bertewngkar masalah itu akan membuat kita menjadi solid.


Dua jam berlalu, Dewa terbangun dari tidurnya dan melihat Sascha sudah berada di pelukannya. Senyum manis pun terbit dari bibir Dewa. Sungguh tidak menyangka, beberapa jam yang lalu adalah mimpi buruk Dewa. Dewa tidak akan mau lagi mengulanginya. Hingga membuat Sascha membencinya.


Dewa menyerang Sascha dengan menciumnya bertubi-tubi. Dewa berusaha keras agar Sascha bangun. Namun saat Dewa menyerangnya, Sascha tidak bangun karena dirinya sangat mengantuk sekali.


“Sascha,“ panggil Dewa dengan lembut.


Sasha akhirnya membuka mata sambil menahan kantuk. Kemudian ia melihat Dewa sedang tersenyum. Ada perasaan hangat di dalam hatinya. Sascha memutuskan untuk bangun dan menepuk jidatnya, “Astaga! Aku melupakan sesuatu.“


“Maksudnya apa?“ tanya Dewa.


“Kakak tahu aku tadi memesan roti coklat dua sama susu vanila dua. Tak sengaja aku ketiduran,“ jawab Sascha.


“Kalau begitu udahan tidurnya. Jangan tidur lagi makan dulu dan aku ingin bicara padamu,“ ucap Dewa.


“Mau bicara apa?“ tanya Sascha lagi.


“Apakah kamu mau sekarang?“ tanya Dewa balik.

__ADS_1


“Ya... Sebaiknya kita harus membicarakan masalah ini agar jelas,“ jawab Sascha.


“Okelah... Tapi aku mohon kamu jangan mendiamkan aku seperti itu lagi,” ujar Dewa.


“Tergantung apa yang kamu bahas,” jawab Sascha.


“Kamu tahu, aku paling benci kalau ada orang mendiamiku. Dan itu rasanya nggak enak. Memang aku salah sama kamu tidak seharusnya mencurigai seperti itu. Kamu tahu aku juga belum merasakan bergulat di ranjang sama seorang perempuan manapun. Aku sering dikasih video aneh-aneh dari Leo. Aku memperhatikan setiap adegan demi adegan pemeran perempuan dan pemeran laki-laki melakukan pertempuran ranjangnya. Lalu aku bisa menyimpulkan mana perempuan ahli dan tidak ahli,“ jelas Dewa.


“Sepertinya kamu cari mati ya sama aku!” ketus Sascha.


Dewa menggelengkan kepalanya sambil menatap Sascha. Kemudian Dewa memegang tangan Sascha sambil berkata, "Bukannya begitu sayang. Kamu tahu kalau aku adalah tipe pria yang ingin tahu.“


“Memangnya kamu sudah tidur sama siapa saja?“ tanya Sascha.


“Sudah aku bilang, aku tidak tidur sama siapa-siapa. Kamu tahu kalau aku masih perjaka. Aku tidak pernah ke klub malam. Dan kamu tahu sendiri kalau aku ada acara perusahaan selalu mengajakmu. Satu lagi setiap ada kamu pasti ada Timothy dan juga Bryan,” jawab Dewa sambil menunduk.


“Makanya jangan asal menuduh. Kalau aku orang yang sangat lihai bermain di ranjang,” kesal Sascha.


“Tergantung,” kesal Sascha sambil membuang wajahnya ke bawah.


“Kalau kamu marah, bagaimana dengan aku?” tanya Dewa.


“Inilah yang membuat aku luluh seketika. Kalau begini ya gimana bisa marah?” tanya Sascha dengan serius.


“Kamu tahu, aku ingin melihatmu tersenyum?“ tanya Dewa yang berusaha merayu Sascha. “Aku lebih baik dimarahin ketimbang didiamin seperti ini.“


“Kakak ini aneh sekali. Bukannya seorang pria tidak menyukai jika wanitanya marah-marah. Aku nggak tahu apa yang ada di dalam kakak sangat membingungkan buatku," jawab saja.


“Bukan membingungkan tapi pahamilah aku. Karena di dalam diri kita masing-masing ada satu sifat yang sengaja disembunyikan oleh Tuhan agar tulang rusuk kita mengetahuinya," jawab Dewa.


“Tumben... Kamu puitis banget. Biasanya kalau ngomong blak-blakan tanpa ada sensor tanpa ada rem juga. Rasanya aku kakak adalah bukan Dewa yang aku kenal,” ucap Sascha serius.

__ADS_1


Dewa langsung tertawa terbahak-bahak dan memegang perutnya. Ia juga tidak mengerti mengapa dirinya sangat puitis sekali. Padahal dirinya sangat membenci kata-kata puitis.


“Entahlah... Aku sendiri kenapa bisa kena setan romance,“ ucap Dewa hingga membuat mata Sascha membulat.


“Emang ada ya orang terkena setan romance?“ tanya Sascha.


“Entahlah,“ jawab Dewa.


“Aku pikir Kakak belajar dari Kak Bima. Tapi Kakak mengutarakan dengan tulus,” jawab Sascha.


“Ya enggaklah. Kamu tahu kalau Bima itu playboy cap kakap. Suka ngobral janji yang nggak pasti,“ ucap Dewa.


Sascha langsung berhambur ke dalam pelukan Dewa. Ia sangat bahagia mendengar kata-kata yang tulus dari kekasihnya itu. Meskipun Dewa sering menyebalkan, namun Sascha sangat mencintainya.


“Jangan pernah mendiami ku lagi ya. Aku tidak betah kalau kamu diam seperti itu,”  pinta Dewa sambil merengkuh tubuh mungil Sascha.


"Tidak.... Tidak akan pernah lagi mendiami kamu. Paling aku tinggal tidur,“ jawab Sascha hingga membuat Dewa menggelengkan kepalanya.


“Terserah kamu. Asal kamu tidak aneh-aneh. Oh ya... kamu sudah baca belum berita di internet?” tanya Dewa.


“Berita apa itu?“ tanya Sascha.


“Papamu akan mengumumkan ahli waris company secepatnya. Kamu harus bersiap-siap agar bisa memegang perusahaan tersebut," jawab Dewa.


“Kenapa harus terburu-buru seperti ini?“ tanya Sascha.


“Banyak para pemegang saham mendesak untuk mengumumkan siapa ahli waris Khans Company sesungguhnya. Jika papamu tidak mengumumkannya maka satu-satunya cara perusahaan itu akan jatuh ke tangan adik mamamu. Apakah Papa pernah cerita siapa adik mamamu itu?“ tanya Dewa.


“Sepertinya sudah. Kalau tidak salah namanya Cathy. Aku belum pernah mengenal siapa Cathy sebenarnya?“ jawab Sascha dengan jujur.


 

__ADS_1


__ADS_2