Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Curhatan Dita.


__ADS_3

"Sepertinya sih iya," jawab Dita yang kembali tertawa lagi.


"Kamu ini ada-ada saja. Mana mungkin Kak Dewa memasak lalu menolak perempuan yang ada di hadapannya itu. Lama-lama Aku gemes sama kamu," ledek Sascha.


"Selama jadi pacarnya Kak Dewa," ucap Dita yang menggantung.


"Kita nggak pernah pacaran sama sekali. Kamu tahu kan aku sama Kak Dewa itu adalah sahabat dekat. Saking dekatnya aku mengenal bagaimana sifat Kak Dewa sebenarnya. Padahal banyak yang mengira kami itu pacaran. Lalu berhembus kabar kalau aku itu selingkuh dari Billi," ujar Sascha dengan jujur.


"Yang jadi pertanyaannya adalah Bagaimana Kak Sascha selingkuh? Sementara yang selingkuh adalah Billi. Aku sering lihat Billi jalan dengan perempuan lainnya. Malahan Billi sering bergonta-ganti pasangan seperti pakaian. Jujur aku ingin menegurnya. Tapi aku mengurungkan niatku," sahut kita yang mengetahui tentang Billi.


"Nyesek sih kalau tahu seperti itu. Bayangkan saja aku sama Kak Dewa adalah partner kerja. Kami saling bertukar informasi dan pemahaman tentang perusahaan. Namun mereka mengira kalau aku selingkuh. Akhirnya Kak Dewa sendirilah yang mengakui di sosial medianya. Ditambah lagi Kak Dewa memang menghembuskan berita itu hingga dahsyat. Aku tidak pernah menyangka kalau Kak Dewa melakukannya. Tanpa dipikir panjang aku sering berantem dengan Billi dan keluarganya," kata Sascha sambil berdiri.


"Aku yakin berita itu sangat ramai sekali. Bahkan banyak orang yang berbondong-bondong untuk mencari informasi tersebut. Dengan kejahilannya Kak Leo, berita itu dibuat mainan. Kak Dewa pun tidak mempermasalahkannya," tambah Dita yang semakin tertawa.


"Kamu enak melihat berita itu di media sosialnya," celetuk Sascha yang menyisir rambutnya. "Lah aku... Aku mulai diteror oleh Billi dan keluarganya. Mereka bilang kalau aku j4l4ng. Memangnya aku seperti itu apa?"


"Kemungkinan besar mereka menganggap kakak sering pulang malam. Ditambah lagi Kakak itu orangnya jarang berada di rumah. Para petinggi perusahaan sudah tahu bagaimana dengan Kakak sebenarnya. Kalau dipikir-pikir mereka sudah melakukan fitnah besar," jawab Dita.


"Yang nggak segitunya kali Dit. Aku sendiri juga merasa tidak nyaman ada yang bilang seperti itu. Aku memang sengaja pulang malam. Atau, nggak pulang sama sekali. Aku harus belajar lebih giat lagi demi mencapai cita-citaku. Seharusnya mereka sadar kalau aku adalah orang tidak punya. Aku harus berjuang sendiri tanpa bantuan siapapun. Saat itu aku sudah berjanji sama Bu Nirmala. Perjanjian itu selalu mengingatkanku untuk menjadi orang sukses seperti ini," ucap Sascha yang sedang menaruh sisirnya.


"Tapi aku bangga memiliki seorang kakak ipar seperti kakak. Kakak orangnya tidak terlalu menginginkan aset Kak Dewa," kata Dita.

__ADS_1


"Memang aku nggak menginginkannya. Aku paling bahagia bisa mendapatkan uang dari hasil jerih payahku. Mobil yang aku beli itu juga hasil jerih payahku. Gara-gara itu aku sudah memiliki tabungan yang cukup," jelas Sascha.


"Itu benar Kak. Semenjak SMA Aku menyukai dunia akting. Kata mas Kobe aku cocok menjadi seorang pemain film.baru dapat film pertama aku mendapatkan kesialan," kesal Dita.


"Tidak apa-apa. Kesialan itu bukan berarti membuatmu mundur satu langkah ke belakang. Harusnya kamu maju dan terus berkarya. Kelak suatu hari nanti kamu akan mendapatkan hasil jerih payah itu," hibur Sascha.


"Bukannya begitu kak. Aku memang maju. Tapi orang itu selalu menerorku sepanjang hari. Bayangkan saja ponsel pribadiku penuh dengan pesan peneroran seperti itu. Aku tidak menyangka kalau kejadian itu bisa membuatku terkena mental lebih."


"Seharusnya kamu tidak takut. Seharusnya kamu melawan mereka. Karena uang yang kamu dapatkan itu adalah hasil jerih payahmu. Bukan dari mereka. Kalau dari mereka maklum saja. Mereka berhak meminta kepada kamu. Ditambah lagi mereka sengaja menjatuhkan mentalmu hingga ke bawah. Dan kamu tahu mereka itu berhasil membuat kamu terkena mental lebih dalam lagi. Mereka menginginkanmu menjadi depresi lalu gila."


"Musuhku sangat parah sekali. Jujur aku pernah meminta Kak Dewa untuk memberikan musuh kepadaku. Namun Kak Dewa nggak pernah memberikannya sama sekali. Aku ingin belajar menghajar mereka. Kak Dewa memberikan beberapa pengawal. Tapi aku sia lagi. Kak Dewa memberikanku pengawal bertubuh kekar. Sekali dua kali aku bisa melawannya. Mereka tidak tumbang sama sekali. Jadinya aku langsung penantang yang tumbang terlebih dahulu."


"Kamu nggak pernah mempraktekkannya dan melupakan sesuatu."


"Jadwal latihanmu kurang. Kamu dipegang sama Kak Leo. Yang di mana Kak Leo itu masih santai dan banyak bercanda. Itu di kelas. Kalau di luar beda lagi. Ketika aku berganti guru kamu harus ikut denganku saat itu. Tapi kamu nggak mau sama sekali dan merasa nyaman bersama Kak Leo. Ya sudahlah Aku mengalah saja."


"Iya tuh Kak. Setelah Kak Leo mundur. Kita mendapatkan bagian dari Kak Bima. Ampun deh itu orang. Pelabuhannya sangat parah sekali. Sangking parahnya aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana para wanita itu mendekati Kak Bima dan mengajaknya berkencan."


"Kenapa kamu mau sama Kak Tommy? Harusnya Kak Bima dong."


"Kakak ini aneh-aneh saja. Aku tidak boleh pacaran sama Kak Dewa saat itu. Makanya aku menuruti keinginan Kak Dewa. Jadi aku putuskan untuk tidak berpacaran sama sekali. Jadi aku putuskan untuk tidak berpacaran sama sekali."

__ADS_1


"Oh jadi begitu."


"Iya Kak itu benar."


"Entah kenapa aku merasa aneh dengan Kak Bima. Aku ingin tahu bagaimana kehidupan Kak Bima sebelumnya. Aku nggak berani tanya dengan Kak Dewa. Nanti katanya aku terlalu mencampuri urusan orang."


"Kak Dewa benar. Kak Dewa juga masih bingung apa yang telah terjadi dengan Kak Bima. Meskipun wajahnya ceria dan suka bercanda. Kak Bima itu sepertinya menyimpan kesedihan yang mendalam. Itulah kenapa aku merasakan hal itu."


"Aku pun juga sama. Aku ingin tahu tentang kehidupan Kak Bima."


"Bukannya kakak seorang ahli IT. Kakak pasti bisa mendapatkan informasi dari Kak Bima."


"Aku malas untuk menyelidiki hal konyol seperti itu. Aku sendiri jarang banget mengobrak-abrik sistem keamanan semua orang di dunia ini. Bukan tidak ahli sama sekali. Itu adalah privasi seseorang. Kalau kita membuka privasi itu dan ketahuan. Aku bisa mendapatkan denda yang cukup besar."


"Kenapa harus kena denda?"


"Karena yang aku ambil adalah data-data mereka semua. Bisa jadi aku menjualnya ke orang asing untuk mendapatkan uang. Makanya itu aku sendiri tidak mau mencari data-data jika tidak terpaksa. Aku sering disuruh Kak Dewa untuk mencari data-data itu. Jujur aku takut sekali melakukan hal itu."


"Jangankan kakak. Aku sendiri jika melakukan hal itu. Aku mengangkat tanganku dan bilang ini adalah kejahatan.yang di mana kejahatan itu bisa menghancurkan karirku."


Sascha mengganggukan kepalanya dan membetulkan perkataan Dita. Namun Sascha harus melakukannya. Karena itu adalah sebuah tugas yang harus dijalankan oleh sang atasan."

__ADS_1


"Siapa sajakah yang ketahuan sama kakak untuk diambil filenya?" tanya Dita.


__ADS_2