
“Apakah kamu tahu siapa Cathy sebenarnya?“ tanya Dewa.
“Sepertinya aku harus mencari tahu siapa Cathy?” ucap Sascha dengan wajah serius.
“Aku ada sedikit informasi tentang Cathy. Aku akan mengirimkan ke emailmu," ucap Dewa.
“Bolehlah aku melihatnya? Sepertinya aku teringat pada nama wanita itu. Papa pernah mengatakan kalau Cathy adalah pembunuh nenek kakekku dari pihak mama,” ujar Sascha.
“Tiba-tiba saja aku memiliki firasat. Firasat tentang menghilangnya kamu saat berada di Okinawa. Sepertinya ini sangat berkaitan dengan Fatin dan Cathy,“ ujar Dewa.
“Aku tidak memikirkan soal itu. Kasus ini sangat berat sekali. Andaikan Fatin menculikku, Kenapa harus di Okinawa? Inilah yang jadi pertanyaan di dalam otakku,” ucap Sascha.
“Kasus ini masih misteri tentang tentang menghilangnya kamu. Aku masih mengoreknya lebih dalam lagi. Setelah memiliki bukti yang kuat, aku akan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Biar mereka mempertanggung jawabkan semuanya,“ ucap Dewa.
“Pelan-pelan saja. Jangan terlalu berburu-buru. Cepat atau lambat pasti kita menemukan jawabannya. Kalau Papa mau mengumumkan siapa ahli waris sebenarnya silakan. Mau siapa yang jadi terserah,“ kata Sascha.
“Kamulah ahli waris sesungguhnya. Cepat atau lambat kamu akan menerima tongkat dari papamu. Jadi... mau tidak mau kamu harus meenerimanya. Jika tidak Khans akan hancur dalam waktu dekat ini,” kata Dewa yang memperingatkan Sascha.
“Masalah semakin runyam dan rumit. Andaikan saja aku dilahirkan di keluarga biasa. Kemungkinan besar bisa menikmati hidup tanpa harus rebutan gono gini. Aku ingin menjadi orang biasa seperti dulu. Tapi takdir berkata lain, aku harus menjadi ahli waris," kata Sascha.
“Jangan terlalu dipikir. Biarkanlah seperti air mengalir. Kamu tahu pemegang tongkat ahli waris itu hidupnya selalu bahagia? Enggak. Mereka harus bekerja giat dan memakmurkan seluruh karyawannya begitu juga dengan aku. Aku adalah seorang pangeran dari Nakata’s Groups. Suatu saat nanti aku bisa menggantikan kepala CEO pusat. Mau tidak mau aku harus melakukannya. Karena sebelum dilahirkan aku sudah ditulis dalam surat wasiat para leluhurku," jelas Dewa.
“Bisa nggak aku mundur dari kerajaan Khans Company?“ tanya Sascha.
“Apa yang sudah ditakdirkan itu adalah ketentuan hidupmu. Kamu harus melangkah lebih jauh agar menjabat sebagai CEO. Karena perusahaan itu sangat membutuhkanmu. Jika kamu menjadi CEO maka aku yang mengundurkan diri sebagai pangeran Nakata’s Groups. Aku akan mendaftarkan diriku menjadi asistenmu,“ jawab Dewa.
__ADS_1
“Aku tidak akan menjadikanmu sebagai asisten. Nanti deh aku pikirin gimana enaknya,” ujar Sascha.
Mereka terdiam memikirkan masa depannya masing-masing. Setelah Dewa mengatakan kalau Khans Company harus mengumumkan ahli warisnya. Mau tidak mau Sascha harus menjadi ahli waris. Lalu bagaimana dengan Dewa? Dewa sudah memikirkan masalah ini jauh-jauh hari. Ia masih bimbang untuk Nakata’s atau Khans? Ia akhirnya memilih untuk diam tidak menjadi gegabah untuk mengambil keputusan.
Nganjuk Indonesia.
Ibu Nirmala sedang membuat kopi untuk Pak Andika hanya bisa menghela nafasnya. Iya sangat bahagia karena mendengar suara Sascha.
Setelah membuat kopi, Bu Nirmala menghempaskan bokongnya di hadapan sang suami. Ia tersenyum kegirangan sambil berkata, “Bapak tahu nggak kalau saya kemarin telepon?“
Bapak nggak tahu. Soalnya bapak berada di kantor polisi kemarin. Emangnya Sascha tanya apa Bu?“ tanya Pak Andika.
“Sascha mengatakan kalau dirinya sudah tidak bisa lagi pulang ke rumah. Tapi Ibu merasa sedih juga jika harus kehilangan Sascha,“ ujar Ibu Nirmala.
“Kita harus melepaskannya Bu. Tidak mungkin Sascha berada di sini terus menerus. Andaikan Sascha berada di sini lalu keluarganya bagaimana. Bapak juga nggak menuntut banyak dari Sascha. Karena Sascha sudah membantu perekonomian keluarga kita. Bapak berharap Sascha akan hidup bahagia. Terkadang bapak juga merasa sedih karena telah kehilangan Sascha. Tapi yang mau gimana lagi kita harus rela melepaskannya dan mendoakannya menjadi wanita karir yang sukses,” jawab Pak Andika dengan tulus.
“Bapak sudah nggak bisa menolongnya lagi Bu. Ternyata banyak korban yang melapor karena dijadikan sebagai pekerja malam di klub plus plus. Berita ini sudah menyebar ke mana-mana hingga para korban silih berganti datang ke kepolisian. Bapak juga nggak akan menjual sawah hanya demi Kinanti. Jika aku membantunya seluruh korban akan mengamuk dan meneror. Ibu kudu sabar aja menghadapi soal ini,” jawab Pak Andika.
“Semenjak masuk sekolah menengah atas, Kinanti sudah membuat masalah. Ibu sering mendapat surat panggilan dari sekolah. Hingga akhirnya sekolah mengeluarkannya. Ibu sudah bosan kenakalan Kinanti,” ucap Bu Nirmala dengan lemah.
“Tapi bapak juga kasihan dengan Kinanti. Apakah kita harus meminjam uang kepada saya?" tanya Pak Andika.
“Buat apa?“ tanya Bu Nirmala.
“Mau membebaskan Kinanti. Bapak harap Kinanti bisa berubah dan menjadi baik,“ jawab Pak Andika.
__ADS_1
“Ibu udah nggak mau minjem lagi uang ke Sascha. Ibu malu kepada Sascha. Terutama Kinanti tidak pernah baik kepada Sasa. Jika Ibu meminjam uang demi mengeluarkan Kinanti mau ditaruh mana muka ini,“ kata Bu Nirmala.
“Ibu benar. Lalu apa yang harus aku lakukan. Sementara Kinanti adalah anak kita satu-satunya. Bapak juga tidak akan membiarkan Kinanti berada di dalam penjara,” ucap Pak Andika yang tidak mempunyai solusi lagi.
“Sebenarnya Ibu juga tidak mau membiarkan Kinanti masuk dalam penjara. Tapi mau gimana lagi. Kita sebagai orang tua harus bijak. Kita tidak seenaknya membebaskan keinginan sang anak. Jika ini sudah terjadi maka kita harus merelakan untuk dihukum." ucap Ibu Nirmala.
“Jadi ibu merelakan anak kita masuk penjara terlebih dahulu gitu?“ tanya Pak Andika yang bingung.
“Ya mau gimana lagi. Kalau kita nggak menghukumnya, anak kita tidak akan menjadi dewasa,“ jawab ibu Nirmala.
“Terserah Ibu saja. Kalau cara itu bisa membuat Kinanti dewasa bapak setuju. Kalau Kinanti tidak berubah bagaimana?“ tanya Pak Andika lagi.
“Kita pikirkan lagi cara yang lain. Yang pasti Kinanti tidak akan mengganggu Sascha lagi. Jika mengganggu, Ibu akan lepas tangan. Bapak tahu kan siapa keluarga Sascha sebenarnya?" imbuh Bu Nirmala.
“Aku tidak ingin orang tuanya Sascha murka kepada kita. Terutama pada Kinanti. Bapak tahu kan akhirnya bagaimana. Sekarang kita banyak-banyak berdoa saja agar orang tua Sascha tidak murka kepada kita. Dan berharap untuk tidak menghukum Kinanti," tutur Bu Nirmala dengan lembut.
Hamburg Jerman.
Seorang pria paruh baya sedang memijiti kepalanya. Pria paruh baya itu mendapatkan laporan bahwa perusahaannya sedang goyah. Ia tidak habis pikir beberapa minggu terakhir ada yang mengusik ketenangan perusahaan.
Tak selang beberapa lama datang seorang wanita paruh baya sedang membawa secangkir teh hijau hangat. Wanita itu menaruh di hadapan sang suami. Sebelum duduk wanita itu pun paham akan kegundahan pria paruh baya itu.
“Ada apa?" tanya wanita itu dengan lembut.
“Kamu tahu akhir-akhir ini perusahaan sedang goyah," jawab pria paruh baya itu.
__ADS_1
“Ada apa sebenarnya?” tanya Wanita itu.