Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Membatalkan Rencana Liburan.


__ADS_3

"Selesai kamu masak. Setelah itu aku akan membantumu beres-beres. Sisa makanan yang kita makan lebih baik dibungkus untuk perjalanan menuju ke New York," jawab Gerre yang membuat Chloe mengangguk. 


Tokyo Jepang.


Selesai makan Dewa dan Sascha saling menatap Kobe. Ketika mendapat tatapan seperti itu, Kobe langsung melihat pasangan suami istri tersebut. Kemudian Kobe bertanya, "Ada apa? Sepertinya kalian bingung?" 


"Aku minta tolong sama kamu. Hari ini kita nggak jadi pergi ke Okinawa. Karena perusahaan milik Sascha sedang gonjang-ganjing. Aku mendapatkan informasi dari Papa mertuaku. Kalau Khans Company ditutup oleh pihak kepolisian," jawab Dewa yang membuat Kobe terkejut. 


"Bagaimana bisa Khans company ditutup? Bukankah perusahaan itu tidak pernah memiliki kesalahan sama sekali?" tanya Kobe. 


"Aku nggak tahu. Papa masih berada di Jakarta. Hari ini juga papa akan pergi ke New York," jawab Dewa yang semakin bingung dengan perusahaan mertuanya itu. 


"Sepertinya kita harus menyelidikinya lebih dalam lagi. Yang aku tahu perusahaan tersebut tidak pernah memiliki kesalahan apapun. Inilah yang membuat aku bingung ketika kamu memberitahukannya," sahut Kobe. 


"Aku harap kamu ikut dalam misi ini. Aku sudah meminta kakek untuk mengajakmu ke New York," pinta Dewa.


"Okelah… kapan kita berangkat ke sana?" tanya Kobe. 


"Hari ini juga. Tapi aku mendapatkan pesan dari Bima untuk berkumpul di kamarnya," jawab Dewa. "Berapa semuanya?"


"Aku sudah membayarnya. Kamu nggak perlu membayar lagi," jawab Kobe beranjak berdiri sambil mendekati sang istri.


Sementara itu Sascha mendekati Dewa sambil menyisir rambutnya. Wanita berparas cantik itu menatap sang suami sedang gundah gulana. Lalu Sascha bertanya, "Ada apa kak?" 


"Ada yang harus aku sampaikan. Bang Kobe sudah diberikan tugas sama kakek Aoyama untuk ikut kita ke New York city. Tapi sebelum kita berangkat, Bima memintaku untuk berkumpul. Aku harap kamu mau ikut dengan kami terlebih dahulu," jawab Dewa.


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku ingin bayar terlebih dahulu," sahut Sascha. 

__ADS_1


"Nggak perlu kamu membayarnya. Aku sudah membayar makanan kalian tadi!" seru Kobe. 


"Baiklah. Terima kasih atas traktirannya," balas Sascha. 


Sebelum pergi Sascha mencari keberadaan Bibi Kaori untuk berpamitan terlebih dahulu. Kemudian Sascha meminta maaf kepada Ayako. Karena dirinya mendadak membatalkan liburan. 


Namun Ayako tidak keberatan membatalkan liburan dadakan itu. Karena dirinya memang terbentur oleh jadwal syuting yang padat. Akan tetapi kedua wanita itu membuat janji, kapan mereka bisa liburan bersama-sama tanpa para suami. 


Selesai berpamitan, mereka memutuskan untuk pergi ke hotel. Sebelum ke hotel entah kenapa Sascha merasakan ada seseorang yang mengikutinya. Kemudian Sascha melihat di sekelilingnya. Tapi dirinya tidak bisa menemukan orang itu. 


Melihat sang istrinya sedang curiga kepada seseorang, Dewa langsung memeluknya. Kemudian pria bertubuh kekar itu membisiki Sascha agar tidak panik. Dewa tahu kalau orang itu diutus oleh seseorang untuk mengejarnya. Untung saja Dewa dengan sikap menenangkannya. 


Bukannya tenang Sascha sangat penasaran sekali sama orang itu. Ia ingin bertemu dan menghajarnya habis-habisan. Namun orang itu sangat lihai sekali menghilang. 


"Kamu tenang saja. Orang itu adalah utusan dari kelompok tertentu. Orang itu sengaja mengikutimu hingga ke ujung dunia," bisik Dewa dengan tenang. 


Berani sekali nyalinya. Sascha memang tidak ada matinya. Entah kenapa dirinya tidak memiliki nyali yang ciut sekali. Bahkan ia ingin menantang orang itu. Terkadang sang suami menjadi ketakutan. Ketika jiwa liar sang istri muncul secara tiba-tiba. Namun apa daya, Dewa tidak bisa menghalaunya. Mau tidak mau Dewa akan melepaskan begitu saja. 


Di sisi lain Sascha memang ditakdirkan untuk menjadi wanita kuat. Ia tidak akan pernah mundur sekalipun. Walau sang musuh ternyata memiliki kepiawaian dalam bertarung. Sedangkan Sascha sendiri tidak memiliki bakat bertarung. Tapi ia sangat beruntung sekali. Karena dirinya sudah digembleng dengan habis-habisan oleh Dewa. 


Sesampainya di hotel, mereka langsung menuju ke kamar Bima. Di sana Bima sudah menunggunya dari tadi. Sedangkan yang lainnya menghentikan bermain gamenya. Karena permainan kali ini, saling sikut dan menyerang. Bahkan ada yang bekerja sama untuk menghabisi sang lawan dengan kejam. Dengan terpaksa mobil sport keluaran baru akan terparkir indah di garasi sang pemilik. 


Ceklek.


Pintu terbuka.


Mereka masuk sambil memandang para pria sedang mengecek bursa saham gabungan. Mereka tidak memperhatikan kalau ada Sascha, Dewa dan juga Kobe. Setelah itu Dewa mengajak Sascha untuk duduk di bawah bersama-sama dengan diikuti oleh Kobe. 

__ADS_1


"Sascha," panggil Ian yang menaruh ponselnya di atas meja. 


"Ada apa kak?" tanya Sascha.


"Semenjak kalian keluar dari hotel. Ada beberapa orang yang mengikuti kalian. Mereka bukan dari pengawal kita. Sepertinya mereka sedang diutus oleh seseorang," jawab Ian yang membuat pasangan suami istri itu pun terkejut. 


"Apa motifnya sampai-sampai kita diikuti seperti itu?" tanya Sascha. 


"Sewaktu kami sarapan di minimarket yang berada di bawa hotel ini. Aku nggak sengaja melihat seorang wanita paruh baya dan beberapa orang yang memakai baju serba hitam. Tapi aku beruntung bisa mendekati mereka. Lalu aku melihat ada meja kosong di sebelah mereka. Untung saja saat itu aku langsung menyamar menjadi orang biasa," jawab Ian. 


"Ternyata nyali Kakak berani juga?" tanya Sascha sambil memuji kehebatan Ian. 


"Kamu jangan memujinya seperti itu sayang. Memang tugasnya Ian adalah menjadi mata-mata dadakan. Ian sudah sering mendapatkan misi dadakan yang sangat aneh sekali dari Bima," jelas Dewa yang kesal karena sang istri memuji pria lain. 


"Oh jadi begitu. Berarti setiap orang yang berada di sini sudah memiliki keahlian masing-masing ya?" Tanya Sascha. 


"Bukannya kamu pernah mengobrak-abrik website ilegal Black Tiger cabang Asia?" tanya Dewa balik.


"Memang aku pernah mengobrak-abrik mereka. Tapi mereka memiliki nama yang aneh dan tidak bisa aku ingat. Semacam nama samaran," jawab Sascha dengan jujur.  


"Iya juga. Kami memang sepakat untuk merubah identitas. Hingga kami tidak bisa dilacak oleh siapapun. Sepertinya aku harus memberikan kamu identitas baru untuk dipasang di web illegal Black Tiger. Tapi kamu jangan pernah marah dengan nama samaran tersebut. Soalnya aku memang sengaja membuat nama samaran itu yang tidak mudah diingat oleh orang," ucap Dewa yang terlalu kreatif mencari nama samaran yang tidak bisa diingat oleh orang lain.


"Bagaimana kamu memberikan aku nama samaran yang tidak diketahui oleh orang lain?" tanya Sascha.


"Nanti. Nggak sekarang. Aku harus bertapa dulu di antabrata untuk mendapatkan nama yang unik buat kamu," jawab Dewa yang mencari Bima tidak ada orangnya.


"Lalu aku harus bagaimana jika diikuti oleh orang-orang seperti itu?" tanya Sascha dengan polos dan jujur.

__ADS_1


__ADS_2