Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
LANGKAH AWAL.


__ADS_3

"Upz... Kak Dewa mencariku," pekik Sascha.


"Hati-hati loh, nanti Kak Dewa kamu marah," ledek Bima.


Sascha segera menghadap ke Tara dan memeluknya dengan erat. Ia pun menyembunyikan kepalanya sambil ngambek.


"Ma... Kak Dewa nakal. Nanti aku mau tidur sama mama saja ya," pinta Sascha.


Tara hanya tersenyum melihat kelakuan sang menantunya itu. Entah bagaimana Sascha berubah menjadi anak kecil seperti ini? Mungkin ini yang dinamakan ibu hamil yang berubah moodnya secara mendadak.


Dewa memasuki ruangan tersebut sambil melihat Bima dan Tara. Ia juga tidak sengaja melihat Sascha sambil memeluk Sascha.


"Hmmp... Sayang," panggil Dewa.


"Ada apa sebenarnya? Kok tiba-tiba saja Aulia ngambek," tanya Tara.


"Aku ngambek karena Kak Dewa tidak memperbolehkan keluar. Jadinya aku memilih musuh," jelas Sascha.


"Sekarang sudah clear. Penyusup yang memasuki kawasan zona Black Tiger sudah mati semuanya. Mayatnya segera dikirim ke Ontario tepat di wajah Jackie Lari," ucap Bima yang telah menyelesaikan pekerjaannya.


Mereka akhirnya bisa bernafas lega. Mereka sekarang sudah tidak khawatir dengan kejadian tadi. Dewa bisa bernafas lega dan bisa membuat Sascha menjadi aman.


"Apakah kalian setiap berantem seperti ini?" tanya Bima yang mengerutkan keningnya.


sascha segera melepaskan pelukannya dan menatap wajah Bima. Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kak Dewa sangat nakal sekali," kesal Sascha. "Maaf aku harus mencari Papa Devan. Aku ingin mengadu karena Kak Dewa nakal."

__ADS_1


Dewa hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa Sascha berubah menjadi anak kecil secara tiba-tiba. Ia hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Sascha memutuskan untuk pergi dari ruangan itu. Sementara Tara, Dewa dan Bima masih berada di ruangan tersebut. Kedua pria itu masih bingung dengan kelakuan Sascha.


"Kenapa istriku berubah menjadi seperti ini?" tanya Dewa.


"Itulah hormon kehamilan yang bisa mengubah mood kehamilan," jawab Tara. "Jadi maklum saja ya."


"Apakah setiap wanita merasakan hal yang sama?" tanya Bima.


"Ya... mereka merasakan hal yang sama. Bahkan mereka melakukan hal yang absurd yang diluar nalar. Jika kamu istri kamu sedang mengandung, kamu harus bisa bersabar saat menghadapinya," jawab Tara.


"Siapa saja yang membantu?" tanya Dewa.


"Ada banyak. Almond, Marty, Papa Devan, Papa Gerre dan lainnya. Leo mengatakan kalau penyusup datangnya kurang lebih seratus orang," jawab Bima.


"Benar juga apa yang kamu katakan. Aku juga berpikiran seperti itu. Jujur saja ini sangat aneh sekali," ucap Tara yang membetulkan perkataan Dewa.


"Kalau begitu aku menyusul Aulia terlebih dahulu ya," pamit Dewa.


Mereka menganggukan kepalanya dan mengizinkan Dewa pergi. Mereka tidak marah kepada Dewa. Karena mereka memang menyuruh Dewa untuk menjaga Sascha.


"Syukurlah... semuanya sudah berakhir," ucap Bima.


"Mama enggak habis pikir melihat mereka. Mau menyerang kok malah memasukkan penyusup sebanyak ini?" tanya Tara.


"Ya ma. Benar apa yang dikatakan oleh Dewa. Yang namanya penyusup hanya satu dua orang saja," jawab Bima. "Apakah mereka enggak rugi?"

__ADS_1


"Menurut kita rugi berat. Kalau menurut mereka untung besar," jawab Tara.


"Untung dari mana?" tanya Bima. "Malahan mereka kehilangan banyak pasukan."


"Hmmp... bagi mereka untung besar. Bagi kita rugi besar," jawab Tara.


"Makasih ma telah membantu kami," ucap Bima.


"Memang sudah seharusnya kita saling membantu. Kalau begitu mama akan membuat laporan kejadian luar biasa untuk Black Tiger," pamit Tara segera meninggalkan Bima.


Bima segera masuk ke dalam ruangan rahasia itu. Bima melihat banyaknya senjata yang harus diperiksa. Sedangkan Sascha sudah duduk di hadapan Devan bersama Gerre. Ia menghela nafasnya dengan kasar.


"Beberapa hari lagi papa akan mengesahkan Dewa dan kamu untuk menempati tempat duduk di kursi terbesar Khans Company. Sekaligus pengesahan ahli waris di Khans Company," jelas Gerre.


"Apakah itu harus?' tanya Dewa.


"Kamu enggak mau menjadi CEO di perusahaan Khas Company?' tanya Gerre sambil melihat Dewa.


"Bukannya enggak mau? Aku mau saja. Tapi aku enggak mau memegang perusahaan sekaligus dua. Apalagi perusahaannya yang aku pegang adalah perusahaan raksasa," jawab Dewa.


Gerre terkejut dengan pernyataan Dewa. Memang benar apa yang dikatakan oleh Dewa. Gerre tidak akan bisa menyuruh Dewa untuk memegang perusahaan tersebut.


"Lalu bagaimana dengan Sascha?" tanya Dewa.


"Sascha harus berkonsentrasi pada kehamilannya terlebih dahulu," jelas Gerre. Karena hamil di trisemester pertama sangat rawan sekali. Lebih baik papa akan meminta bantuan kepada Matias dan juga Goerge," jawab Gerre.


"Paman Matias?" tanya Sascha yang semakin bingung.

__ADS_1


"Masa kamu enggak kena deengan Paman Matias sih?" tanya Gerre balik.


__ADS_2