Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PASRAH


__ADS_3

“Kamu


tenang saja. Lagian juga kita masih diberikan banyak makanan. Jarang ada orang


disekap di ruangan diberikan banyak makanan seperti ini,” jawab Gerre yang


mulai merelakan kepergian Sascha.


“Kamu


ini sangat aneh sekali. Kamu bisa berkata seperti ini karena sudah terbiasa


kehilangna Aulia,” kesal Devan yang memang sangat menyayangi Sascha.


“Ya...


memang. Tapi sekarang saat ini orangnya berada di dekat Dewa,” sahut Chloe


dengan enteng.


Mereka


sadar kalau pernah kehilangan Sascha selama berpuluh-puluh tahun. Namun


untungnya sekarang Sascha menghilang bersama Dewa.


“Kalian


enggak tahu? Kalau hilangnya Ssacha bersama Dewa. Kalau dulu memang hilang


diculik,” jelas Gerre. “Aku sekarang sudah tenang. Karena aku sendiri


mengetahui kalau Dewa sangat mencintai Sascha.”


Tokyo


Jepang.


Kakek


Aoyama bersama  Taro sengaja mendemgar


ucapan mereka. Mereka berdua tertawa karena putra-putrinya sedang kehilangan


Sascha dan Dewa.


“Aku


sangat puas mengerjai putraku Devan,” ucapp Kakek Aoyama.


“Apakah


Tuan Devan tidak tahu kalau Tuan Aoyama memiliki beberapa tim yang sangat


canggih seklai ketimbang Black Tiger?” tanya Taro yang mulai curiga terhadap

__ADS_1


Kakek Aoyama.


“Aku


nggak pernh menceritakan masalah ini kepada mereka. Aku memang sengaja menutup


mulutku agar mereka tidak terlalu ikut campur dalam Klan Nakata. Yang tahu


hanyalah putraku yang bernama Kobe,” jawab Kakek Aoyama.


Memang


sulit untuk mengatakannya. Kakek Aoyama ingin Devan mengurusi perusahaannya.


Bahkan Kakek Aoyama sendiri sudah mengambil keputusan terhadap Devan.


Keputusannya itu memang tidk bisa diganggu gugat oleh siapapun.


“Bagaimana


dengan keadaan mereka?” tanya Kakek Aoyama.


“Mereka


tadi meminta informasi tentang markas milik Jackie Lari. Master Wa sudah


memberikan informasi tersebut. Yang membuat aku tercengang adalah penjagaan di


depan markas itu sangat membingungkan,” jawab Taro.


bisa membingungkan?” tanya Kakek Aoyama yang mengerutkan dahinya.


“Iya...


Jackie memang memperketat penjagaan di depan markas. Tapi mereka sangat bodoh


dan tidak memiliki skill apapun,” jawab Taro.


“Lalu


buat apa kalau mereka tidak memiliki skill apapun jika hanya bisa menjaga


markas itu?” tanya Kakek Aoyama.


“Entahlah,”


jawab Taro dengan lemah. “Tapi Master Wa menyuruh mereka berhati-hati.”


“Ya...


itu benar. Kita enggak akan kejadian selanjutnya bagaimana?” tanya Kakek


Aoyama.


“Semoga

__ADS_1


saja mereka bisa menangkap Nenek Sihir dengan keadaan utuh dan tidak ada


kekurangan apapun,” jawab Taro.


“Masalah


ini harus diselesaikan!” geram Kakek Aoyama.


“Apakah


nenek sihir menyerang perusahaan DT Groups?” tanya Taro lagi.


“Ya...


beberapa hari terakhir ini. Karena Dewa sendiri sedang membantu Aulia untuk


memperebut perusahaannya sendiri,” jawab Kakek Aoyama.


“Apakah kakek


masih menyimpan dendan sama Anette?” tanya Taro yang masih penasaran dengan


dendam masa lalunya Kakek Aoyama.


“Ya...


aku masih dendam. Setelah aku menduda, dia sangat asyik sekali mengklaim kalau


aku adalah miliknya,” jawab Kakek Aoyama. “Sampai detik ini Anette sering


sekali mengirim pesan agar aku menikahinya.”


Sontak


saja Taro terkejut dengan pernyataan Kakek Aoyama. Bagaimana bisa Kakek Aoyama


disuruh menikah lagi dengan Anette? Padahal mereka tidak pernah bertemu sama


sekali. Ini sangat aneh sekali. Jika ada orang yang mendengarnya, maka mereka


hanya menggelengkan kepalanya. Mereka bisa saja mengatakan kalau Anette


memiliki percaya diri tingkat tinggi.


“Ternyata


Anette masih saja mengklaim kakek untuk menjadi suaminya. Ini sangat aneh


sekali,” decak Taro sambil mengepalkan tangannya.


“Jika


terus-terusan terjadi, maka aku bisa stress!” geram Kakek Aoyama.


“Kenapa

__ADS_1


kakek tidak memberikan ultimatum saja kepada Anette?” tanya Taro.


__ADS_2