
“Kamu
tenang saja. Lagian juga kita masih diberikan banyak makanan. Jarang ada orang
disekap di ruangan diberikan banyak makanan seperti ini,” jawab Gerre yang
mulai merelakan kepergian Sascha.
“Kamu
ini sangat aneh sekali. Kamu bisa berkata seperti ini karena sudah terbiasa
kehilangna Aulia,” kesal Devan yang memang sangat menyayangi Sascha.
“Ya...
memang. Tapi sekarang saat ini orangnya berada di dekat Dewa,” sahut Chloe
dengan enteng.
Mereka
sadar kalau pernah kehilangan Sascha selama berpuluh-puluh tahun. Namun
untungnya sekarang Sascha menghilang bersama Dewa.
“Kalian
enggak tahu? Kalau hilangnya Ssacha bersama Dewa. Kalau dulu memang hilang
diculik,” jelas Gerre. “Aku sekarang sudah tenang. Karena aku sendiri
mengetahui kalau Dewa sangat mencintai Sascha.”
Tokyo
Jepang.
Kakek
Aoyama bersama Taro sengaja mendemgar
ucapan mereka. Mereka berdua tertawa karena putra-putrinya sedang kehilangan
Sascha dan Dewa.
“Aku
sangat puas mengerjai putraku Devan,” ucapp Kakek Aoyama.
“Apakah
Tuan Devan tidak tahu kalau Tuan Aoyama memiliki beberapa tim yang sangat
canggih seklai ketimbang Black Tiger?” tanya Taro yang mulai curiga terhadap
__ADS_1
Kakek Aoyama.
“Aku
nggak pernh menceritakan masalah ini kepada mereka. Aku memang sengaja menutup
mulutku agar mereka tidak terlalu ikut campur dalam Klan Nakata. Yang tahu
hanyalah putraku yang bernama Kobe,” jawab Kakek Aoyama.
Memang
sulit untuk mengatakannya. Kakek Aoyama ingin Devan mengurusi perusahaannya.
Bahkan Kakek Aoyama sendiri sudah mengambil keputusan terhadap Devan.
Keputusannya itu memang tidk bisa diganggu gugat oleh siapapun.
“Bagaimana
dengan keadaan mereka?” tanya Kakek Aoyama.
“Mereka
tadi meminta informasi tentang markas milik Jackie Lari. Master Wa sudah
memberikan informasi tersebut. Yang membuat aku tercengang adalah penjagaan di
depan markas itu sangat membingungkan,” jawab Taro.
bisa membingungkan?” tanya Kakek Aoyama yang mengerutkan dahinya.
“Iya...
Jackie memang memperketat penjagaan di depan markas. Tapi mereka sangat bodoh
dan tidak memiliki skill apapun,” jawab Taro.
“Lalu
buat apa kalau mereka tidak memiliki skill apapun jika hanya bisa menjaga
markas itu?” tanya Kakek Aoyama.
“Entahlah,”
jawab Taro dengan lemah. “Tapi Master Wa menyuruh mereka berhati-hati.”
“Ya...
itu benar. Kita enggak akan kejadian selanjutnya bagaimana?” tanya Kakek
Aoyama.
“Semoga
__ADS_1
saja mereka bisa menangkap Nenek Sihir dengan keadaan utuh dan tidak ada
kekurangan apapun,” jawab Taro.
“Masalah
ini harus diselesaikan!” geram Kakek Aoyama.
“Apakah
nenek sihir menyerang perusahaan DT Groups?” tanya Taro lagi.
“Ya...
beberapa hari terakhir ini. Karena Dewa sendiri sedang membantu Aulia untuk
memperebut perusahaannya sendiri,” jawab Kakek Aoyama.
“Apakah kakek
masih menyimpan dendan sama Anette?” tanya Taro yang masih penasaran dengan
dendam masa lalunya Kakek Aoyama.
“Ya...
aku masih dendam. Setelah aku menduda, dia sangat asyik sekali mengklaim kalau
aku adalah miliknya,” jawab Kakek Aoyama. “Sampai detik ini Anette sering
sekali mengirim pesan agar aku menikahinya.”
Sontak
saja Taro terkejut dengan pernyataan Kakek Aoyama. Bagaimana bisa Kakek Aoyama
disuruh menikah lagi dengan Anette? Padahal mereka tidak pernah bertemu sama
sekali. Ini sangat aneh sekali. Jika ada orang yang mendengarnya, maka mereka
hanya menggelengkan kepalanya. Mereka bisa saja mengatakan kalau Anette
memiliki percaya diri tingkat tinggi.
“Ternyata
Anette masih saja mengklaim kakek untuk menjadi suaminya. Ini sangat aneh
sekali,” decak Taro sambil mengepalkan tangannya.
“Jika
terus-terusan terjadi, maka aku bisa stress!” geram Kakek Aoyama.
“Kenapa
__ADS_1
kakek tidak memberikan ultimatum saja kepada Anette?” tanya Taro.