Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
RAHASIA JAYA YANG TERPENDAM.


__ADS_3

Sontak saja Jaya sadar dengan ucapannya itu. Bisa-bisanya Sascha disuruh nikah sama perempuan. Memangnya Sascha belok apa? Jaya menarik kembali omongannya itu. Tapi Jaya tetap tidak akan membiarkan Sascha menikah dengan pria lain.


Jaya segera bangun dari pura-pura pingsannya. Untung saja hari ini tidak ada orang yang melihat dirinya pingsan. Kalaupun terjadi jatuhlah nama besarnya sebagai CEO hancur berantakan seperti jeroannya binatang. Ya... Sudah... Kumenangis seadanya sekuat tenaga... Ya sudahlah... kamu memang setan alas yang nggak punya perasaan. Acur. Itulah yang dirasakan Jaya Gunadi sekarang.


Jaya melihat Sascha yang sedang menikmati bubur ayam. Seketika bibirnya tersenyum manis lalu mendekati Sascha. Akan tetapi Sascha sudah memasang wajah galak dan siap-siap berubah menjadi singa betina.


Di belakang Jaya, ada Dewa Hanung sedang berjalan sambil membawa handuk. Wajah tampannya berkeringat menambah kesan seksi. Tubuhnya berotot dan tinggi membuat para wanita ingin berteriak. Namun Dewa tidak memperdulikannya. Dewa malah terdiam dan melihat Sascha yang sedang makan.


Dewa mendekati Sascha lalu memeluknya dan menciumnya. Adegan ini memang sering terjadi karena terbiasa. Dewa sudah menganggap Sascha sebagai sahabat sekaligus adik kecilnya. Senyumnya yang manis dari Sascha membuat Dewa klepek-klepek. Begitu juga sebaliknya Sascha malah menyukai senyuman Dewa yang manis itu.


Jaya yang melihatnya dari jauh segera mendekatinya. Namun beberapa pengawa yang berjaga menjaga Dewa langsung menghadangnya. Mereka berkata kalau Sascha tidak mau diganggu. Alhasil Jaya mundur lagi tanpa harus membuat keributan.


Semenjak itulah Jaya menjadikan Sascha sebagai ratunya. Jaya akan membuat Sascha jatuh cinta dan mau menikah dengannya. Memang rencana yang sudah dirancang sama Kaya today seindah kenyataan. Jaya pernah melamarnya ketika Sascha masih kuliah. Namun Dewa melarangnya kuntum tidak menikah terlebih dahulu. Mengingat Sascha yang memiliki cita-cita menjadi wanita sukses. Oleh karena itu Sascha menolaknya. Memang perih hati Jaya... Tapi mau bagaimana lagi. Jaya tidak akan menyerah begitu saja.


Flashback Off.


Sedari tadi Jaya terdiam sambil memandang wajah Sascha di ponselnya. Hatinya teriris ketika dirinya mengingat penolakan itu. Ditambah lagi mengetahui sebuah fakta kalau Sascha bekerja di D'Stars Inc. dan AA Groups. Ya... Sedari dulu Jaya menganggap sang pemilik perusahaan tersebut adalah rival utamanya.


Beberapa saat kemudian Risa datang dengan wajah pucat. Risa mendekati Jaya sambil meringis kesakitan. Lalu ia menabrakkan dirinya ke arah Jaya sambil memeluknya.


"Sebentar lagi putrimu akan lahir,'' bisik Risa.


Jaya tidak perduli dengan keadaan Risa. Ia membiarkan Risa berada di pelukannya sambil menatap foto itu terus-terusan. Sedangkan Risa tidak sengaja melihat Jaya memandang foto itu sambil merebut ponselnya Jaya.


Jaya yang tidak terima dengan perlakuan Risa kasar itu langsung mendorongnya hingga jatuh ke lantai. Jaya berdiri sambil teersenyum sinis sambil berkata, "Jika bayi yang ada di dalam perutmu adalah anakku maka buktikanlah!"


Risa semakin kesakitan sambil memegang perutnya. Namun Risa masih sadar dengan apa yang dikatakan oleh Jaya. Matanya membola sempurna sambil bertanya dengan nada terbata-bata, 'A... a... a... apa maksudnya?"

__ADS_1


"Kamu tahu selama ini aku memang menggauli kamu,'' ejek Jaya yang jongkok di hadapan Risa. "Tapi kamu sangat bodoh sekali.''


"Coba jelaskan apa maksud kamu?' tanya Risa.


"Apakah kamu tidak menyadari kalau selama ini aku selalu memakai pengaman ketika melakukannya,'' jawab Jaya yang tertawa sinis. "Dan kamu tahu, siapa orang yang berhak mengandung anak-anakku? Dia adalah Sascha Herdiansyah. Seorang gadis manis yang telah mencuri hatiku.''


"Ke... ke...ke...kenapa aku bisa hamil? Sementara kamu memakai pengaman,'' tanya Risa yang bingung.


"Ternyata kamu bodoh juga ya,'' ejek Jaya sambil tertawa terbahak-bahak. "Kamu itu lucu sekali. Apakah kamu enggak sadar bahwa setiap malam mendapat orderan dari pria hidung belang?"


Sontak saja Risa terkejut mendengar pernyataan Jaya. Memang apa yang dikatakan oleh Jaya benar apa adanya. Hampir tiap malam Risa sering bergumul dengan pelanggan-pelanggannya tiap malam. Dan Jaya juga mengetahui soal itu.


"Akan aku laporkan pada Kak Ricky!" bentak Risa.


"Aku tidak takut sama kakakku itu! Kamu tahu hidupnya Ricky sekarang berada di tanganku. Jangankan Ricky, seluruh keluargamu sekarang berada di genggamanku. Jika kamu memberontak sedikit maka nyawa mereka melayang,'' ucap Jaya dengan datar.


Jujur saja Jaya sangat licik kalau berurusan dengan perempuan seperti Risa. Jaya tidak akan terpengaruh oleh Risa sedikitpun. Sebelum melakukan adegan ranjang, Jaya akan menyelidikinya terlebih dahulu. Supaya dirinya tidak terjebak oleh wanita seperti itu.


New York City, USA.


Sascha sangat bahagia melihat pemandangan di taman bunga. Senyumnya yang merekah sambil memegang mawar putih. Ketika ingin memetiknya, Dewa datang sambil menggendong anak kecil yang mirip dirinya. Lalu tangan satunya lagi menggandeng seorang anak perempuan dengan manis.


"Mama,'' panggil Dewa dengan sumringah.


Sascha menoleh sambil menatap wajah Dewa. Sascha menatap wajah anak kecil itu sambil mengerutkan keningnya. Ia mulai bertanya-tanya dalam hati anak siapa itu.


"Mama... Kenzo lapar sedari tadi. Aku belum sempat memberinya makan. Aku masih banyak pekerjaan,'' jawab Dewa.

__ADS_1


Sascha terkesiap mendengar jawaban Dewa. Baru kali ini Sascha mendapat panggilan mama dari Desa. Apa maksudnya ini?


"Dia anakku?" tanya Sascha.


"Ya... Dia anakmu. Kamu yang hamil dan melahirkannya. Masa kamu lupa?' jawab Dewa dengan jujur.


"Kapan aku hamil dan melahirkan?" tanya Sascha.


"Masa mama lupa kapan hamil?" tanya Dewa balik. "Apakah mama lupa kalau sekarang sedang hamil lima bulan adiknya Kenzo dan Clara?"


Mata Sascha membulat sempurna sambil meraba perutnya. Sascha sangat panik sekali lalu berkata, "Ini tidak mungkin kan.''


"Mungkin... kamu memang hamil lima bulan sekarang,'' jawab Dewa. "Oh... iya aku lupa memberitahukan kalau Liam sebentar lagi naik kelas.''


"Siapa lagi Liam?' tanya Sascha yang bingung.


"Liam adalah anak pertama kita. Dia memang tampan seperti aku dan cerdas. Aku ingin mengajaknya liburan,'' jawab Dewa.


"Umur berapa Liam sekarang?' tanya Sascha.


"Umur sebelas tahun. Terus kita juga memiliki dua anak kembar lagi yang bernama Adam dan Eve. Mereka juga akan naik kelas bersama sang kakak. Setelah Kenzo masih ada lagi. Yaitu Nicky. Nicky sekarang berusia sembilan bulan. Tenanglah Nicky sudah diurus sama pengasuh,'' jelas Dewa yang tersenyum manis.


"Jadi anak kita berapa sekarang?" tanya Sascha yang wajahnya langsung pucat.


"Mereka ada enam dan lucu-lucu. Oh... ya... aku mau bilang kalau kamu sedang hamil anak kembar lagi. Jika mereka lahir bisa dipastikan anakku menjadi delapan. Tapi aku belum puas memiliki anak delapan. Kita harus memiliki anak tiga lagi. Mereka akan membentuk tim sepak bola. dan aku akan menjadi managernya,'' tambah Dewa yang tersenyum manis.


"Apa?" pekik Sascha lagi.

__ADS_1


__ADS_2