Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
FAKTA BERDIRINYA BLACK TIGER.


__ADS_3

“Kamu bisa mengajak mereka untuk bergabung bersama. Terserah kamu ingin berperang dan menghancurkan semuanya. Kamu berhak untuk mendapatkan semuanya. Karena kamu adalah ahli waris dari perusahaan Khans Company. Kamu enggak boleh takut akan hal itu,” jawab Devan.


“Beberapa tahun terakhir ini, Black Swan dan Black Tiger jarang sekali berperang. Mereka selalu menghindari masalah. Itulah kabar terakhir yang aku dengar,” jelas Sascha.


“Memang kami tidak ingin berperang dan menghindari masalah,” jelas Tara.


“Kenapa tidak ada pertarungan?” tanya Sascha.


“Tanyakan saja pada Dewa. Kenapa dia sangat santuy sekali ketika ada masalah di bawah tanah. Selama tidak menyenggol Black Tiger, maka dia tidak akan mendatangi markas mafia itu. Bahkan Dewa dengan beraninya mendeklarasikan dirinya akan berteman dengan siapa saja. Jadi bisa dikatakan Dewa menjalankan bisnis jual beli senjata dengan damai,” jelas Devan yang paham dengan apa maksudnya.


“Apakah itu benar?” tanya Sascha yang merasakan ada kejanggalan. “Mana ada mafia baik seperti Kak Dewa?”


“Kamu tahu, Dewa tidak bukan mafia sembarangan. Dia sangat dihormati oleh banyak mafia bawah tanah. Ada beberapa kartel obat-obatan terlarang yang menghormati Dewa. Jika dia kesana pasti disambut dengan meriah,” jelas Gerre.


“Kok bisa menjadi begitu? Bukannya kalau bertemu dengan mafia selalu terjadi peperangan?” tanya Sascha yang sangat penasaran sekali.


“Dewa tidak pernah mengusik pekerjaan mereka. Dia memang sangat damai mengerjakan sesuatu. Dia juga orangnya tidak terlalu ikut campur pekerjaan mereka semuanya,” jelas Gerre.


“Hmmp... ya sudahlah. Aku tidak akan membuat kekacauan. Jika mereka tidak menyenggolku,” pinta Sascha yang membuat mereka menganggukkan kepalanya.


“Satu lagi fakta yang harus kamu tahu adalah Dewa sangat pandai sekali menyembunyikan seluruh idenditasnya,” tambah Tara.


“Bagaimana dengan para mama?” tanya Sascha.


“Black Tiger ditugaskan untuk menjaga perusahaan Nakata’s Group. Bukan melakukan transaksi jual beli obat-obatan terlarang. Memang nama kami Black Tiger, kami sengaja fokus menjaga keamanan perusahaan,” imbuh Tara. “Baru sekarang saja Black Tiger sering melakukan jual beli senjata. Hal dikarenakan Dewa sangat pandai mendesain senjata. Maka Black Tiger belum bisa beralih fungsi jual beli senjata.”


Sascha akhirnya paham dengan apa dijelaskan oleh mereka. Memang benar apa yang dikatakan oleh mereka. Mereka sengaja melindungi perusahaan pusat dan cabang. Itulah kenapa Black Tiger tidak ada pergerakan sama sekali. Jika ada pergerakan maka perusahaan terancam.


“Aku paham ma. Terima kasih semuanya atas penjelasannya. Sekarang aku akan membawa benderaa Black Swan untuk menyerang nenek tua itu,” sahut Sascha sambil tersenyum manis.


Mereka mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis. Sascha sangat cerdas dan langsung mengambil kesimpulan dengan tepat. Mereka percaya kalau Sascha bisa mengambil perusahaan Khans Company dengan baik.

__ADS_1


“Ma,” panggil Sascha.


“Ada apa?” tanya Chloe.


“Apakah Kak Dewa takut sama kucing?” tanya Sascha yang membuat Chloe terkejut.  


“Apa maksudmu?” tanya Chloe.


“Maksud aku apakah Kak Dewa takut sama kucing?” tanya Sascha.


Tara seketika menahan tawanya. Ia teringat pada kejadian di masa lalu Dewa. Mau tidak mau Tara menceritakan hal memalukan ini kepada mereka.


Flashback On.


Siang itu Dewa bersama Dita sedang berada di rumah. Mereka sedang bersantai di halaman depan sambil menikmati makanan ringan. Berhubung suasana rumah di New York jauh dari keramaian, mereka bisa menikmati ketenangan bersama para pengawalnya.


Saat mereka sedang santai, kucing oyen gembul milik tetangga datang. Kucing oyen itu sengaja mendekatinya. Dewa yang menyukai hewan berbulu itu langsung menangkapnya. Dewa akhirnya menaruh kucing oyen itu di pahaanya lalu mengelus-elusnya manja.


“Mana bisa? Kan kita sering bepergian dan jarang sekali di mansion ini. Kita tidak akan bisa merawatnya dengan baik. Jadinya kakak putuskan untuk tidak merawat kucing apalagi anjing. Kasihan mereka yang terlantar,” jelas Dewa yang melepaskan kucing itu.


“Ya udah dech.. aku akan menunggu besar dan tidak akan bepergian dari sini. Karena aku bisa merawat mereka,” jelas Dita.


Tiba-tiba saja kucing oyen itu mengajak Dewa bermain. Lalu kucing oyen itu menyerang Dewa secara brutal. Lalu kucing oyen tersebut mendekati Dewa dan menggigit tangan Dewa dengan sangat kuat sekali. Dewa akhirnya berteriak kesakitan. Untungnya dengan cepat Dita menarik kucing itu dan membiarkan kucing oyen itu pergi.


Dita sangat bersyukur sekali para pengawal tidak mengetahuinya. Jika sampai tahu, maka nasib kucing oyen itu akan dibunuh. Dengan sigap Dita mengajak Dewa masuk ke dalam dan mengobati luka itu dengan penuh kasih sayang.


Flashback Off.


“Begitulah ceritanya. Makanya sampai sekarang Dewa tidak ingin memiliki kucing. Bahkan memegangnya sekalipun,” jelas Tara.


“Untung saja saat Dewa datang aku tidak pernah mengeluarkan Indah,” celetuk Gerre.

__ADS_1


“Siapakah itu Indah?” tanya Sascha.


“Indah itu adalah singa betina milik kami,” jelas Chloe.


“Apakah itu benar?” tanya Sascha yang matanya berbinar. “Sepertinya aku harus menyapanya.”


“Ya... jika kamu sudah sampai ke New York,” sahut Chloe.


“Apakah kalian akan pergi ke New York?” tanya Devan.


“Kami akan pergi kesana. Aku akan mendampingi Sascha untuk merebut kembali Khans Company. Sekalian aku akan menghubungi Goerge untuk membantuku memecahkan masalah ini,” jelas Gerre.


“Okelah... aku akan pergi ke Jakarta. Sudah habis masa liburanku. Aku juga harus mengoreksi seluruh pekerjaan para divisi,” jelas Devan.


“Di tempat ini bisa dijadikan sebuah destinasi liburan yang sangat asyik sekali. Sawah menghijau dan alam yang sangat indah sekali,” jelas Tara.


“Hidup disini sangat damai sekali. Aku sebenarnya tidak ingin pergi dari sini. Berhubung banyak sekali pekerjaan jadi kami harus kembali ke New York,” jelas Chloe.


“Kapan-kapan kita bisa kesini. Kita akan mengunjungi alam pedesaan ini. Begitu juga dengan perusahaan disini,” ucap Sascha.


Mereka akhirnya sepakat untuk menentukan tempat ini sebagai tempat liburan asyik. Mereka juga akan menyuruh para pengawal pilihan terbaiknya untuk menempati tempat ini. Mereka juga membuat peraturan kalau para pengawalnya boleh menikah.


“Semua maslah disini sudah beres. Aku akan tinggal beberapa hari dan menikmati hidup bersama Kak Dewa. Sekalian untuk menyusun rencana agar nenek sihir itu tunduk dan mentaati peraturan yang ada,” jelas Sascha.


“Baiklah,” ucap Gerre yang menyetujui permintaan Sascha.


“Aku pamit dulu an masuk ke dalam kamar,” pamit Sascha yang berdiri meninggalkan mereka.


Sascha akhirnya pergi meninggalkan mereka yang masih mengobrol. Sascha merasa tenang dengan penjelasan mereka. Ia akhirnya berpikir untuk mencari cara agar si nenek sihir itu akan tunduk dengan segala hal. Namun apakah nenek sihir itu mau? Kita lihat saja nanti aksi dari nenek sihir itu.


Sascha memegang knop pintu itu dan mencobanya untuk membuka pintu itu. Lalu Sascha merasakan pintu itu tidak bisa terkunci. Ia akhirnya mengetuk pintu hingga membuat Dewa merasa kesal. Mau tidak mau Dewa bangun dan membuka pintu itu.

__ADS_1


“Kucingnya sudah pergi?” tanya Dewa yang ngambek sama Sascha.


__ADS_2