Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
AMARAH SASCHA.


__ADS_3

Di kediaman rumah Cathy, Cathy yang sedang di ruangan kerjanya terkejut. Di depan sudah ada rame-rame orang. Cathy segera keluar sambil melihat banyaknya orang memakai baju serba hitam. Lalu Cathy terdiam dan menghela nafasnya. Hatinya sedang bergemuruh dengan kencang. Ia baru saja melakukan kesalahan fatal. Kenapa dirinya menantang Sascha?


Sang kepala pengawal itu menyuruh mereka untuk berbuat brutal. Mereka langsung menyiramkan bensin ke rumah itu. Mereka langsung menyebar ke dalam maupun keluar. Setelah selesai mereka langsung membakarnya.


Melihat rumahnya terbakar Cathy bergegas menuju ke mansion Atmaja. Cathy akan meminta Gerre untuk memarahi Sascha. Namun sebelum pergi ke sana, Sascha sudah datang bersama Dewa. Sascha berdiri tepat berada di depannya.


"Kamu!" bentak Cathy.


"Please deh.... Nggak usah membentak aku seperti itu. Kamu itu udah sering menyakiti mentalku ketika masih kecil. Kamu juga yang telah memisahkan aku dengan kedua orang tuaku. Kamu juga yang telah membunuh nenek dan kakekku. Terus kamu mau mengadu ke papaku. Begitukah! Hanya demi perusahaan Khans company kamu melakukan banyak cara. Agar kamu bisa menguasainya. Padahal kamu sendiri itu hanyalah anak angkat. Seharusnya kamu sudah mendapatkan bagian. Tapi kenapa kamu telah menghancurkan keluargaku satu persatu. Jika tidak ada malaikat yang menolongku. Aku sudah tidak ada di sini lagi. Dan kamu tertawa terbahak-bahak melihat keluargaku hancur. Ditambah lagi kamu tidak akan membuat orang tuaku tenang!" bentak Sascha.


"Oh jadi kamu tahu semuanya. Bagus itu! Memang aku ingin menguasai semuanya! Aku nggak peduli dengan statusku yang anak angkat atau bukan! Yang penting aku ingin mendapatkan apa ku inginkan!" geram Cathy.


"Kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan sekarang! Dan kamu tidak akan pernah tahu rasanya terpisah jauh dari mama dan papa. Mulai saat ini aku tidak akan memberikan bagian spesial pun kepada kamu. Sudah cukup kamu menghancurkan seluruh keluargaku. Jika kamu naik banding silakan. Aku tidak akan pernah takut menghadapi benalu sepertimu. Asal kamu tahu saja... Kamu itu adalah seorang perusak. Dan suami kamu itu adalah seorang pembunuh. Cepat atau lambat suami kamu itu masuk ke dalam penjara. Kamu sudah tidak memiliki pelindung yang ingin bekerja sama untuk merebut Khans company," ucap Sascha dengan nada datarnya.


"Rumah yang kamu tempati adalah milik adikku yaitu Dita. Kamu tidak memiliki izin tinggal di sana. Tapi kamu sudah mengatasnamakan rumah itu dengan namamu sendiri. Kamu sangat licik sekali ternyata. Oh ya... Seluruh dewan direksi yang sudah kamu pimpin akan aku rombak. Kamu tidak akan pernah bisa menyentuh perusahaan itu. Soal bagianmu kamu sudah mengambilnya sedari dulu," tambah Sascha.


Cathy terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Kenapa Sascha mengetahui itu semuanya? Padahal ia sudah menutupnya dengan rapat dan membuang seluruh bukti-bukti yang ada. Ia tidak bisa mengelak dan playing victim. Seandainya dirinya mampu, ia akan terus saja membuat dewan direksi maupun pemegang saham menyingkirkan Sascha.

__ADS_1


Namun sekarang tidak bisa sama sekali. Seluruh kejahatannya sudah terbongkar. Jika Cathy tetap melakukan hal itu. Sascha lah orang pertama yang akan mengejarnya ke ujung dunia.


Lalu bagaimana dengan Damar? Pria itu sudah diburu oleh kepolisian. Leo sudah memberikan seluruh kejahatannya kepada mereka. Hingga saat ini pihak kepolisian sudah memburunya.


"Jika sudah selesai... Kita pulang yuk. Kita nggak perlu lagi di sini," ajak Dewa.


"Bagaimana dengan rumah Dita?" tanya Sascha.


"Biarkan saja. Nanti aku suruh Dita memberikan desain terbaru. Dita ingin memiliki rumah yang minimalis. Dia sudah membuat desainnya tinggal dikirim," jawab Dewa sambil merangkul Sascha.


"Berarti kakak tahu semuanya?" tanya Sascha lagi.


"Gimana mau membaca? Aku masih bingung dengan rumah ini. Ternyata kakak sudah tahu semuanya," jawab Sascha.


"Nanti aku ceritakan semuanya. Bagaimana diriku mengetahui semuanya?" ucap Dewa sambil membantu sang istri masuk ke dalam mobil.


Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu untuk menuju ke pantai. Di dalam perjalanan mereka tidak mengatakan apa-apa. Dewa memang sudah tahu semuanya. Namun dirinya lupa tentang rumah itu. Entah kenapa saat perjalanan menuju rumah Cathy, Dewa teringat tentang keluh kesah Dita.

__ADS_1


Bagaimana dengan Cathy? Hancur sudah semuanya. Perusahaan yang diinginkan dan digenggamnya sudah lepas begitu saja. Sang pemilik memintanya mengembalikannya dengan utuh. Ia kalah telak dari Sascha.


Sebelum membunuh kedua orang tua Chloe, Cathy sudah melakukan sumpah terlebih dahulu. Ia akan menguasai perusahaan itu hingga dunia berakhir. Namun sang pendiri perusahaan itu sudah menuliskan garis takdirnya. Perusahaan itu akan jatuh ke garis keturunan. Yang tidak memiliki sifat serakah maupun mementingkan dirinya sendiri. Jika ada yang mau mengambilnya. Maka dirinya sudah hancur terlebih dahulu sebelum menguasainya.


Cathy menangis berteriak melihat rumah itu terbakar. Namun dirinya tidak sadar, kalau rumah itu adalah milik orang lain. Bagaimana ia mendapatkannya? Cathy memang sengaja mencari rumah kosong yang tidak berpenghuni. Ia langsung mengklaim rumah itu adalah miliknya. Cathy sangat pandai membuat dokumen palsu untuk rumah itu. Ia juga bergabung dalam sindikat pemalsuan dokumen.


"Hancur semuanya impianku. Kenapa aku tidak bertindak lebih cepat lagi? Kenapa Livi tidak menuruti keinginanku? Kenapa Damar berkhianat denganku? Aku ingin semuanya menjadi nyata. Perusahaan itu adalah milikku. Aku akan mencari orang untuk membantuku demi merebut perusahaan tersebut. Perusahaan itu tidak akan pernah jatuh ke Aulia maupun ke siapapun. Aku akan membuatnya menderita. Bagaimanapun caranya aku harus membuatnya cacat maupun menderita?" geram Cathy.


Meskipun sudah hancur Cathy masih sesumbar dahulu. Ia tidak ingin perusahaan itu jatuh ke siapapun. Ia akan melakukan seribu cara agar perusahaan itu berada di tangannya. Apakah Cathy mampu merebut semuanya? Apakah kedudukan Cathy kuat saat ini di perusahaan? Kita lihat saja nanti.


Sesampainya di pantai Sascha melihat deburan ombak dan suara alam yang sangat merdu sekali. Mulutnya tersenyum manis dan hatinya bahagia. Namun Sascha tidak akan larut ke dalamnya. Ia akan tetap waspada. Mengingat Cathy akan membuat sebuah rencana. Yang di mana rencana itu akan menghancurkan Sascha.


Dewa yang tidak sengaja melihat sang istri langsung memeluknya dari belakang. Dewa berbisik sambil berkata, "Hari ini aku tidak bisa menggombal."


"Kenapa?" tanya Sascha.


"Karena aku sedang membuat rencana menghalau mereka semua. Kemungkinan besar Damar akan kabur dari negara ini. Aku akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Agar mereka memberikan ruang untuk Damar. Istilahnya kepolisian akan membebaskan Damar untuk sementara waktu," jawab Dewa yang membuat Sascha bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu memberikannya ruang? Kenapa kamu tidak menangkapnya secara langsung? Kenapa juga kamu membiarkan Damar bersenang-senang?"


__ADS_2