Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEDATANGAN KELUARGA BILLI KE D'STARS INC.


__ADS_3

"Ya aku tahu itu," jawab Tommy.


"Saranku sih lebih baik kamu hubungi pihak kepolisian," saran Ian yang masih serius dengan ponselnya.


"Kenapa harus menghubungi pihak kepolisian?" tanya Tommy.


"Itu sih saranku. Mereka telah membuat kegaduhan di tempat umum. Jika dia terus-menerus masuk ke sini dengan cara kasar, kita bisa membuat mereka menginap di penjara untuk beberapa hari. Biar kapok sekalian," tambah Ian yang memandang wajah Tommy.


"Ya.... Aku setuju," balas Tommy.


Tommy segera menghilang dari pandangan mereka. Dengan langkah tergesanya Tommy menghubungi pihak kepolisian untuk ke sini menangkap keluarga Billi. Tommy merasa kasihan sama Sascha pada waktu dulu. Tommy juga adalah saksi hidup Sascha yang menderita karena ulah Billi.


Sesampainya di bawah Tommy melihat para pengawal yang bersiap menghadang keluarga Billi. Tommy memberikan kode agar mereka mundur. Akhirnya mereka mundur satu-persatu dan memberikan Tommy jalan.


Saat melangkah Tommy melihat Billi yang menatapnya tajam. Tommy hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Dalam hati Tommy, bagaimana bisa orang seperti ini menjadi suami Sascha yang penuh tempramental. Meskipun Dewa kejam dan sadis tapi dirinya memperlakukan Sascha dengan manis.


Memang berbanding terbalik sifat mereka. Tapi mereka memiliki persamaan yaitu pada wajahnya. Ya... Wajah yang sama-sama tampan. Namun Dewa lebih berkharisma dan bijaksana. Tommy berhenti ketika melihat Fatin sedang mengeluarkan suara meninggi dan memaki Bella sang resepsionis. Tommy langsung meminta Bella diam tanpa suara. Sedangkan Tommy sedang memperhatikan gerak-gerik Fatin.


"Bos," panggil Marty sambil berbisik.


"Katanya dia bisa masuk ke dalam?" tanya Tommy yang berbisik juga.


"Iya bos... Tapi Tuan Bima yang menangkapnya," jawab Marty.


"Kenapa dia bisa masuk?" tanya Tommy. "Apakah dia mencari keberadaan Sascha?"


"Nah itu dia bos. Kami sudah mengatakan kalau nona Sascha tidak ada di tempat. Nona Sascha sekarang di mutasi ke Amerika," jawab Marty.


"Apakah kamu menjawab sekenanya?" tanya Tommy.

__ADS_1


"Ya bos," jawab Marty.


"Cerdas. Kamu akan mendapatkan bonus dariku malam ini," puji Tommy ke Marty.


"Pergilah ke depan. Jemput bapak-bapak polisi. Aku akan menjebloskan mereka ke dalam penjara!" titah Tommy.


Marty akhirnya meninggalkan Tommy untuk menuju ke depan. Lalu Tommy menatap tajam wajah Fatin yang terlihat murka. Tommy segera mendekat sambil tersenyum devil, "Apa kabar Bu Fatin?"


"Dimana Sascha berada?" tanya Fatin murka.


"Eh... Kok ngegas. Kan saya nanya gimana kabarnya," jawab Tommy. "Bukannya ibu adalah wanita berpendidikan ya? Tapi kok bertamu di perusahaan elit kasar banget ya?"


"Dimana Sascha berada?" tanya Fatin dengan teriak.


"Ada apa ibu mencari Sascha? Bukannya Sascha sudah dibuang oleh ibu?" tanya Tommy. "Dan lebih memilih Risa karena memiliki segalanya ya?"


"Cih... Menyesal... Apa maksudnya? Di mata ibu aku lihat enggak ada kata penyelasan. Tapi ibu menginginkan Sascha balik lagi hanya untuk diperas. Iya kan. Maaf Bu... Sascha sudah tidak bekerja di sini lagi. Sascha telah dimutasi oleh Dewa ke New York. Jadi jangan pernah mencari Sascha lagi," ucap Tommy.


"Kamu tahukan kalau Billi putra saya sangat mencintai Sascha?" bentak Fatin.


"Ah... Jangan katakan kata sakral seperti itu. Cinta yang tulus itu tidak harus menyakiti pasangannya. Lalu anak ibu... memerasnya, memukulnya secara fisik ketika dekat dengan kami. Ditambah lagi dengan kelakuan anak ibu yang selalu memaki Sascha dengan memakinya," ucap Tommy yang membeberkan sebuah fakta yang dimana semua orang tahu mendengar fakta sebenarnya.


Tak lama Bima datang dengan menarik Billi. Lalu Bima melemparkannya hingga jatuh tersungkur.


Bugh!!!!


"Argh!!!"


Tidak hanya Fatin saja yang masuk ke dalam, ternyata Billi yang menerobos masuk. Untungnya Bima saat itu habis bertemu dengan klien. Ketika masuk ke dalam lobi terjadi kekacauan. Ia melihat Fatin dan Billi menyerang Bella dan Marty. Dalam hitungan detik Billi dan Fatin mengamuk karena di Bella mengatakan kalau Sascha tidak ada di tempat. Dengan cepat mereka berpencar sambil menerobos masuk ke dalam.

__ADS_1


Bima menyuruh Marty untuk menyebar para pengawalnya. Ia langsung memerintahkan Marty mengejar Fatin. Sementara dirinya mengejar Billi. Dengan mata elangnya Bima dapat menangkap keberadaan Billi. Ia terus mendekati Billi dan menghajarnya. Setelah itu Bima mengajak Billi keluar.


"Gue bilangin sekali lagi! Jangan pernah mengejar Sascha lagi! Gue memang bukan abangnya! Tapi gue ngerti lu itu siapa! Lu itu adalah benalu buat Sascha! Setelah lu nyakitin dengan cara selingkuh! Lu datang lagi dengan memintanya kembali! Lu mau apa ha! Lu tahu sebrengsek-brengseknya bad boy enggak akan pernah menyakiti hati wanita dengan verbal maupun non verbal. Lu itu kelihatan pria baik-baik tapi kelakuan lu melebihi bad boy. Gue bilangin sekali lagi jangan pernah lu balik lagi ke sini! Jika lu masih sayang nyawa!" ancam Bima dengan nada menekan.


Tidak disangkan Fatin sangat terkejut sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Bima dan Tommy. Mereka tidak menyangka kalau Sascha itu dilindungi sama mereka. Mereka sangat bingung dengan Sascha. Lalu Fatin bertanya-tanya, kenapa Sascha sangat istimewa sekali di mata mereka? Fatin mencoba berpikir kalau Sascha itu... You knowlah. Pikiran liar Fatin langsung menujurus untuk menjatuhkan Sascha.


Fatin tertawa terbahak-bahak melihat Tommy dan Bima. Fatin segera mendekati Bima sambil berkata, "Oh.... Gue tahu kenapa lu enggak ngasih ketemuan sama Sascha! Dibayar berapa ronde sama Sascha di ranjang?" tanya Fatin mengejek.


Ya... Fatin memang tidak akan menyerah jika keinginannya belum tercapai. Fatin akan mencari cara agar keinginannya tercapai walau memakai cara kotor. Seperti inilah otak Fatin langsung bekerja. Fatin memiliki ide brilian yang sangat wah.


Plak!


Tangan kekar milik Bima telah mendarat di pipi Fatin. Bima sangat tersinggung dengan ucapan Fatin yang tidak mengenakkan itu. Jujur saja Bima tidak menyukai apa yang dikatakan Fatin. Tak lama Fatin tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Memang kan kenyataannya begitu! Kenapa dia enggak mau disentuh oleh Billi bahkan menidurinya. Ternyata selama ini kalian bersama Dewa yang telah menidurinya. Wah... Hebat sekali ya Sascha. Hanya bermodalkan tubuh seksi langsung membuat kalian berlutut!"


Bima mengangkat tangannya namun Tommy menegurnya agar tidak menamparnya. Tommy mendekati Bima sambil berkata, "Jaga sikap!"


Mereka akhirnya memutuskan untuk diam hanya beberapa menit. Selang sepuluh menit Marty datang dengan membawa beberapa personil aparat segera mendekati Tommy. Tommy segera memerintahkan mereka untuk menangkap Billi dan Fatin. Sebelum terjadi penangkapan Tommy menceritakan masalah ini secara garis besar. Kemudian aparat kepolisian itu paham apa yang diceritakan oleh Tommy. Mau tidak mau Fatin dan Billi digiring ke kantor kepolisian.


"Kamu menahanku buat ini?" tanya Bima yang kesal kepada Tommy.


"Ya... Aku memang sengaja," jawab Tommy.


"Bisa enggak sih kamu tidak mencegahku lain kali?" tanya Bima lagi.


"Ah... Lebih baik aku harus melakukannya," jawab Tommy dengan gaya mengejek.


"Kamu tahu kalau harga diri Sascha sedang diinjak-injak sama benalu itu?" tanya Bima yang kesal kepada Tommy dengan wajah muram.


"Kamu belum tahu siapa Sascha?" tanya Tommy yang semakin menjadi meledek Bima.

__ADS_1


__ADS_2