Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PERASAAN ANEH DITA KETIKA DEKAT DENGAN TOMMY.


__ADS_3

"Wa... Adik lu berada di rumah sakit sekarang," jawab Tommy yang menelpon Dewa.


Bagai petir di malam yang dingin. Dewa terkejut dengan apa yang didengarnya. Entah kenapa perasaan Dewa berkecamuk seperti air panas mendidih. Sungguh Dewa tidak terima dengan berita yang didengarnya itu.


"Kenapa bisa masuk rumah sakit?" tanya Dewa.


"Sepertinya Leo sudah mengirimkan video itu ke kamu," jawab Tommy.


Sambungan terputus.


Dewa segera mengecek pesan dari Leo. Benar saja Leo mengirimkan video tersebut. Dewa membukanya dan matanya membelalak sempurna. Dewa tidak habis pikir kenapa Dita diserang oleh Santi. Namun dirinya mendengar namanya disebut-sebut karena dia yang mengeluarkan dari perusahaan.


Kepala Dewa berdenyut dan tangannya mulai memijit. Dewa hanya bisa menghela nafasnya secara kasar sambil memandang wajah sang mama. Mau tidak mau Dewa menceritakan semua kejadian yang menimpa Dita. Tak lupa juga Dewa memberikan video itu ke Tara.


Jujur saja Dewa tidak bisa menangani kasus Dita. Andaikan dirinya tidak ada pekerjaan di sini kemungkinan besar Dewa yang akan terbang ke sana. Saat dirinya turun tangan maka Dewa tidak akan pernah bercerita kepada Tara maupun Devan. Kalau begini ya... Terpaksa Dewa menyerahkan ke Tara.


"Maaf ma... Sepertinya mama yang harus mengunjungi Dita. Aku tidak bisa kesana karena pekerjaanku masih banyak," ucap Dewa lirih.


"Okelah mama yang akan menyelesaikan semuanya," jawab Tara.


"Makasih ya ma," balas Dewa dengan wajah sendu.


"Mama yang makasih sama kamu. Setiap Dita terkena musibah kamu yang selalu turun tangan. Kamu adalah kakak terbaik yang dimiliki Dita. Kalau begitu aku akan pergi pagi ini. Semoga saja Dita tidak terjadi apa-apa," sahut Tara yang paham akan kekecewaan sang putra.


Dewa menganggukan kepalanya sambil melangkahkan kakinya menuju ke Sascha. Dewa sangat kecewa terhadap Santi yang telah melukai Dita. Bisa-bisanya Santi mengatakan kalau dirinya yang memecatnya. Memang sih... sedari dulu Dewa ingin menyingkirkan Santi dari perusahaan D'Stars Inc. Namun Sascha melarangnya karena kasihan. Lalu kenapa Santi ingin menghancurkan Dita? Entahlah.


Sesampainya di sana Dewa melihat Sascha yang menangis di pelukan Chloe. Dewa mengerutkan keningnya sambil mendekati Sascha, "Ma.... Kenapa dengan Sascha?"


"Baru saja Sascha mendapatkan pesan dari Leo. Katanya Leo, Dita masuk ke rumah sakit," jawab Chloe.


"Itu benar ma. Santi adiknya Billi menyerang Dita. Aku enggak habis pikir dengan kelakuan Santi. Aku sengaja memecatnya karena kelakukan Dita seperti ratu dan menindas pegawaiku yang lainnya," jawab Dewa.


Sascha melepaskan pelukan Chloe lalu memandang wajah Dewa. Sascha ingin sekali ke Jakarta untuk menemui Dita. Namun Dewa melarangnya karena urusan disini belum selesai. Akhirnya Sascha mengalah karena Dewa mengatakan akan diurus Tara.


"Ayo pulang!" ajak Dewa.

__ADS_1


"Bolehkah aku pulang bersama mama?" tanya Sascha.


"Bukannya mansion mama dan apartemenku searah. Lebih baik aku yang menjadi supir kalian," ucap Dewa.


"Gratis ya?" tanya Chloe yang membuat Dewa tertawa.


"Enggak bisa gratis ma. Sebagai gantinya aku meminta Sascha," jawab Dewa.


"Ambil sana," suruh Chloe.


"Huaha... Mama baik sekali," puji Dewa.


"Ya udah deh... Mama akan pergi sekarang," pamit Tara.


"Enggak sama papa?" tanya Sascha.


"Aku akan menyusul setelah pekerjaan di sini selesai," jawab Devan yang baru saja datang.


"Menyusul kemana pa?" tanya Dewa yang bingung.


"Aku kira papa enggak tahu soal Dita," ejek Dewa.


"Kamu salah besar. Meskipun kami jauh, kami selalu berkomunikasi. Adikmu sudah sadar. Untungnya adikmu tidak kenapa-kenapa," ucap Devan.


"Syukurlah. Aku sangat shock melihat Santi menghajar Dita," ucap Sascha yang benar-benar terkejut.


"Mama akan mencari pengacara untuk mengurus kejadian ini," ujar Tara.


"Salam buat Dita ya ma. Aku enggak bisa kesana karena banyak pekerjaan," kata Sascha.


"Baiklah," balas Tara.


"Semoga Dita lekas sembuh," ucap Chloe dengan tulus.


"Terima kasih Chloe," balas Tara. "Nanti aku sampaikan ke Dita."

__ADS_1


"Sama-sama," balas Chloe.


Jakarta Indonesia.


Dita yang baru saja sadar dari pingsannya tidak sengaja melihat Tommy. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang dan darahnya berdesir. Begitu juga dengan Tommy yang merasakan perasaan yang sama. Tommy segera bangun dari duduknya dan melihat Dita.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Tommy.


"Ya... Aku memang baik-baik saja. Aku tidak apa-apa kak. Terima kasih," ucap Dita.


"Jangan berterima kasih kepada aku. Terima kasihlah kepada Ian. Kalau tidak ada Ian aku sudah tidak tahu lagi," ujar Tommy dengan lemah. "Aku juga meminta maaf karena tidak bisa menjagamu."


"Bukan salah kakak. Ini juga bukan salahku. Kakak tahukan kalau aku tidak pernah membuat masalah dengan Santi. Aku juga tidak pernah mengenalnya. Aku tahu namanya saja dari Mbak Sascha dan kak Dewa. Kenapa dia menyerangku secara membabi buta? Jika dia dipecat dari perusahaan berarti ada masalah?" tanya Dita.


"Ya... Kamu benar. Kapan-kapan aku akan menceritakannya kepada kamu," jawab Tommy.


"Enggak perlu kak. Masalah ini adalah masalah internal perusahaan. Aku enggak mau terlalu ikut campur dengan semua ini," ucap Dita.


"Seharusnya kamu juga berhak tahu soal perusahaan. Cepat atau lambat kamu akan memegang perusahaan," celetuk Tommy.


Dita menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Kalau aku boleh memilih, aku ingin meneruskan perjalanan Mbak Sascha. Yaitu memperbesar rumah mode. Tapi kami terkendala biaya. Aku dan Mbak Sascha masih terus berjuang mencari dana itu.''


"Kalau begitu aku bantu kamu," sahut Tommy.


"Enggak usah. Kami adalah wanita mandiri dan tidak mau mengandalkan kaum pria. Kalau kami bisa kenapa enggak? Terus ada timbal baliknya juga. Aku tidak perlu membeli pakaian dengan harga mahal ketika pesta. Aku bisa memakai pakaian dari desainer yang tidak memiliki nama tapi berbakat. Selain itu juga aku bisa mempromosikan produk mereka ke kalangan atas," jelas Dita yang berhasil membuat Tommy terpanah.


Jujur saja Tommy baru merasakan kalau Dita adalah seorang gadis mandiri sama seperti Sascha. Meski Dita lahir dari kalangan menengah ke atas, Dita tidak memamerkan kekayaan kedua orangtuanya.


"Jujur saja. Baru kali ini aku menemukan seorang gadis kaya yang memiliki saham dimana-mana. Lalu uangnya banyak tapi enggak pernah manja pada keadaan," puji Tommy.


"Aku belajar dari Mbak Sascha. Aku tersentil karena perbuatannya. Meskipun mbak Sascha memiliki uang banyak, jabatan dan kedudukan di perusahaan D'Stars Inc, mbak Sascha tidak pernah manja. Di rumahnya juga tidak ada ART. Pekerjaan sekecil apapun akan dikerjakan. Apalagi pas waktu hari Sabtu dan Minggu. Mbak Sascha bersih-bersih rumah sendiri. Ditambah hobi menata ruangan," terang Dita.


"Beruntung sekali kakak kamu mendapatkan Mbak Sascha," celetuk Tommy.


"Ya.. sangat beruntung sekali. Aku kira Kak Tommy suka sama Mbak Sascha?" tanya Dita.

__ADS_1


__ADS_2