
'Kamu masih utuh. Bagaimana ceritanya kalau kamu bisa mengatakan habis duluan?" tanya Devan.
"Masak Papa nggak tahu sama sekali. Mamaku memiliki sifat kejam. Sedangkan istriku juga memiliki sifat yang sangat kejam sekali. Ternyata selama ini Istriku adalah jelmaan rubah kecil. Aku baru menyadarinya," ungkap Dewa dengan penuh ketakutan.
"Kamu itu ada-ada saja kak. Aku tidak akan menjadi rubah kecil. Aku akan menjadi manusia yang baik dan benar," ujar Sascha.
"Apakah kamu tidak memiliki makanan spesial untuk pagi ini?" tanya Tara.
"Untuk saat ini belum Ma. Aku ingin makan masakan Mama saja. Kapan-kapan deh aku minta request kepada Mama," ucap Sascha. "Apakah mama perlu bantuan?"
"Tidak perlu. Mama hampir selesai kok masaknya," jelas Tara.
Kemudian mereka berdiam diri dan menatap ponselnya masing-masing. Bukan berarti mereka saling berantem. Mereka mendapatkan pesan dari orang-orang yang disuruhnya itu. Ternyata firasat saja benar adanya.
"Ya udah Pa. Mending aku urus perusahaan Papa terlebih dahulu," jelas Sascha.
__ADS_1
"Sepertinya kamu menemukan sesuatu di dalam ponselmu. Bolehkah kakak tahu apa isinya?" Tanya Dewa sambil tersenyum devil.
"Aku baru tahu kalau Paman Pablo memberikan dua orang mata-mata untukku. Yang satu untuk mengikuti nenek sihir itu. Yang satu menjadi pengawal nenek sihir tersebut. Soalnya Paman Pablo memberikan dua laporan sekaligus," jawab Sascha.
"Tumben-tumbenan paman Pablo sangat baik sekali kepada Aulia," celetuk Dewa.
"Pablo itu sebenarnya orang baik. Sangking baiknya dia tidak berniat untuk menghancurkan seluruh manusia di muka bumi ini. Tapi pamanmu itu memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan," ucap Devan.
"Penyakit apa itu? Apakah penyakitnya sangat parah sekali?" tanya Dewa.
Betapa terkejutnya mereka berdua. Rahasia yang selama ini ditutupi oleh Pablo akhirnya terkuak. Jujur mereka sebenarnya tidak ingin tahu masalah orang lain. Tapi sekarang mereka mengetahuinya semua.
"Apakah wanita itu adalah ibunya Eric?" tanya Dewa.
"Itu benar. Tapi kamu harus mengetahuinya siapa ibunya sebenarnya. Dia adalah wanita Barbar sama seperti Aulia. Dia pemegang senjata yang handal. Dia adalah Sniper. Sampai sekarang dia masih aktif untuk menjadi pembunuh berdarah dingin," jawab Devan yang membuat mereka terkejut dan bergidik ngeri.
__ADS_1
Setelah itu Tara menghidangkan masakannya di atas meja. Sebelum sarapan mereka berdoa terlebih dahulu. Jujur mereka masih belum paham apa yang dikatakan oleh papanya itu.
15 menit kemudian. Mereka memutuskan untuk bersiap-siap pergi ke kantor. Mereka ingin membahas Pablo lebih lanjut lagi. Tetapi mereka diburu oleh waktu untuk segera meninggalkan markas.
Timothy diam-diam mengecek seluruh keuangan di perusahaan tersebut. Dari malam Timothy sudah mendapatkan berita itu dari bawahannya. Jujur ia sangat geram sekali dan ingin memaki orang tersebut.
"Masalah terulang lagi. Aku sudah sangat malas sekali mendapati masalah seperti ini. Jujur aku ingin menghajar mereka yang telah membuat masalah," keluh Kobe sambil membuang nafasnya dengan kasar.
"Katanya Aulia sudah menemukan pelakunya. Tapi sepertinya kita nggak bisa membicarakan hal ini di dalam kantor. Kita harus mencari cara agar semua orang tidak mendengarnya. Kalau ada yang bocor sekali, Maka semuanya akan hancur berkeping-keping," jelas Timothy.
"Tenang. Nggak semudah orang menghancurkan perusahaan ini. Mereka harus melalui tahap demi tahap untuk menghancurkan perusahaan ini dengan mudah. Apalagi ada si rubah kecil yang mulutnya pedes kalau sedang berbicara. Atau juga pria terkejam di perusahaan Nakata's Group. Jika mereka digabungkan maka dunia akan menjadi gempar. Maksudnya dunia perbisnisan. Mereka belum tahu kalau si pria kejam itu ngamuknya seperti apa. Kalau sudah tahu bakalan ngerinya minta ampun," ungkap Kobe sambil bergidik ngeri melihat Dewa sedang marah.
"Sepertinya Paman juga takut ya jika Dewa marah. Padahal Dewa itu ponakan paman sendiri," ledek Timothy yang membuat Kobe tambah bergidik ngeri.
"Kamu nggak bakalan bisa makan dengan enak jika sedang marah. Aku yakin kamu akan tersedak terus-terusan jika berhadapan langsung dengan Dewa. Meskipun keponakanku sendiri dia lebih kejam melebihi aku. Makanya setiap urusan pusat Dewa selalu turun tangan," beber Kobe sebenarnya .
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan si rubah kecil itu?" tanya Timothy.