Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MASA KECIL DEWA.


__ADS_3

"Apakah yang akan kita lakukan?" tanya Leo.


"Kita enggak akan jalan tanpa komando dari Dewa maupun Papa Gerre dan Papa Devan. Mereka akan mendominasi semuanya," jelas Bima.


"Kamu tahu tadi Tommy? Setelah diberitahukan tentang keadaan dirinya. tommy merasakan kesedihan yang mendalam. Dia tidak menyangka, kehidupannya sangat mirip sekali dengan Sascha," ucap Leo.


"Ya... kalau aku di posisi Tommy pasti sedih. Diam-diam teman baik kita sudah membantu aku untuk melakukan tes DNA. Jadinya mau enggak mau ku harus menerima kenyataan ini," jelas Bima.


"Untung saja Papa Devan membawa surat hasil tes DNA. Jadinya kita percaya. Tapi meskipun begitu, Tommy disarankan untuk melakukan tes DNA. Agar masalah ini cepat selesai. Jadi jika ada masalah dan mama papanya itu menuntut kalau dirinya adalah anak kandungnya. Tommy bisa menuntut balik," sambung Leo.


"Iya itu. Kalau bisa disaksikan pengacara secara langsung. Jika ingin masalah ini selesai. Aku yakin ini masalah serius. Enggak mungkin Tommy dibuang oleh mama papanya secara langsung. Jika saja dibuang, ujung-ujungnya ke panti asuhan," imbuh Bima.


"Tinggal di panti asuhan lebih baik. Ketimbang tinggal bersama mereka. Aku yakin ini masalah cepat selesai," jelas Devan.


"Ya... mau bagaimana lagi. Tommy juga tidak ingin memilih seperti ini pa. Tapi kenapa Tommy kok sial sekali mendapatkan keluarga hyang benar-benar menghancurkannya. Padahal Tommy bukan orang jahat. Melainkan dia ingin hidup bahagia bersama seperti kita. Saat pulang ke rumahnya, bertemu dengan kedua orang tuanya, lalu disambut kehangatan. Kedua orang tuanya nanyain kapan menikah? Dan tidak lupa memberikan nasehat kehidupan. Agar tidak salah melangkah," tambah Bima.


"Enggak semuanya orang tua seperti itu. Hanya cara mendidiknya berbeda. Didikan papa ke Dewa lalu kamu bandingin sama papa kamu bagaimana?" tanya Devan.

__ADS_1


"Beda jauh pa. Sangat jauh sekali," jelas Bima dan Leo bersamaan.


"Makanya jangan disamakan dengan satu yang lainnya," ucap Devan. "Untung saja kamu bukan anak papa."


"Kalau anak papa kalian tidak akan paham dengan pelajaran sekolah," sahut Timothy yang baru saja muncul dengan perlahan.


"Maksudnya apa?" tanya Bima.


"Kalian akan mendapatkan perlakuan yang tidak biasa," jawab Timothy.


"Maksudnya apa?" tanya Bima.


"Kok berat banget jadi Dewa?" tanya Bima.


"Semuanya tidak berat. Papa melatihnya sangat rutin dan tidak pernah terlewat sedikitpun," jelas Devan.


"Ya udah yuk. Kita bersiap-siap untuk melakukan penerbangan selanjutnya," ajak Timothy.

__ADS_1


"Sebenarnya aku malas banget kesana. Karena orang tuaku tidak bersalah sama sekali. Mereka sengaja menyangkut pautkan masalah ini sama kedua orang tuaku," ucap Leo.


"Yang sabar aja kalau gitu. Nggak kamu saja yang kena masalah ini. Lebih baik kita bersiap-siap dan mendiskusikan hal ini lagi. Aku tahu masalah ini akan cepat selesai. Kalau kita saling berpegangan tangan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serempak. Aku ingin semuanya akan hidup dengan damai. Tanpa ada gangguan apapun," jelas Timothy.


Mereka akhirnya bubar lalu mempersiapkan diri untuk terbang dan New York city sore ini juga. Sedangkan Dewa, diam-diam Dewa mempersiapkan seluruh bajunya dan juga Sascha. Jujur Dewa adalah seorang pria sangat mandiri sekali. Meski Sascha tidur dengan nyenyak, Dewa tidak berani membangunkannya. Padahal dirinya padahal dirinya berharap ada bantuan dari sang istri. Namun dirinya tidak boleh egois. Ia tahu betapa capeknya menjadi seorang istri. Dari pagi hingga menuju ke ranjang pun, Sascha Masih memikirkan untuk hari esok.


Tepat jam 03.00 sore, Sascha akhirnya bangun dari tidur. Wanita berbaris cantik itu memutuskan untuk pergi ke toilet. Setelah itu dirinya memutuskan untuk merendam tubuhnya di bathtub. Sungguh segar sekali rasanya di tubuhnya itu.


Sembari merasakan kesegaran, Dewa memutuskan untuk masuk ke dalam. Dewa langsung melihat tubuh sang istri sedang berendam. Ia langsung mendekatinya sambil berbisik, "Jangan lama-lama. Nggak sampai sejam, pesawat kita akan mendarat."


Mata Sascha membulat sempurna. Ia sangat terkejut dengan pemberitahuan Dewa. Namun akhirnya ia memutuskan untuk tidak berendam lagi. Ia langsung membilas tubuhnya.


"Apakah itu benar?" tanya Sascha.


"Ya.. itu benar. Kalau Timothy memberitahukan kalau pesawat aku tiba dalam waktu dekat ini," jawab Dewa,


Lalu bagaimana dengan lainnya? Mereka sudah bersiap-siap. Mereka sudah menunggu di halaman belakang. Halaman belakang sangat luas dan sengaja di desain untuk pendaratan pesawat maupun helikopter. Karena Dewa sengaja memudahkan untuk memasok bahan makanan maupun senjata.

__ADS_1


Apakah kamu sudah selesai?" tanya Dewa.


__ADS_2