Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TIPS CARA MENGEJAR TOMMY.


__ADS_3

"Iya... aku akan membatalkannya. Mau tidak mau Sascha harus menikahi Billi. Jika tidak mau juga, aku bisa melaporkannya dalam bentuk penipuan," jelas Fatin.


"Penipuan apa? Lama-lama aku gila mengikuti alur kamu itu!" kesal Cathy yang tidak paham dengan Fatin.


"Janganlah kamu gila seperti itu. Aku berhak membatalkan pernikahan mereka. Ketika mereka mengucapkan akad nikah, aku langsung membatalkannya," ujar Fatin yang kesal dengan perlakuan Sascha.


"Memangnya siapa kamu? Kamu enggak tahu kalau Aulia adalah putra dari Gerre. Jika membatalkannya kamu yang akan dibunuhnya," ucap Cathy yang memperingatkan Fatin.


"Memangnya siapa dia?" tanya Fatin yang melupakan siapa Gerre.


"Dia adalah seorang pengusaha yang dingin. Memiliki banyak kekayaan, perusahaan dan juga aset melimpah ruah. Dia juga bekas bos kamu sendiri. Kamu dipecat olehnya langsung. Karena dia tahu, kamu adalah seorang staff keuangan yang melakukan korupsi di perusahaan Khans Company," jelas Cathy yang tidak melupakan jejak kejahatan Fatin dan Firly.


"Ah... dia bosku? Ya... aku mengingatnya. Aku memang parah jika mengingat seseorang. Apalagi orang itu menyakitiku," kesal Fatin yang dimana sangat membenci Gerre.


"Kamu sengaja tidak mengingatnya. Tapi kamu sangat membencinya karena dia memecatmu dengan secara tidak hormat. Aku tahu pikiranmu itu bagaimana? Kamu itu sering sekali berkamuflase," ucap Cathy yang memutar bola matanya dengan malas.


"Kamu ngapain ke sini? Bukankah kamu tinggal di New York sekarang? Masih ingat sama aku?" tanya Fatin.


"Aku sedang membuntuti Aulia. Aku ingin membunuhnya sekarang juga. Jika Aulia masih hidup, aku tidak bisa mengajukan Livi sebagai ahli waris Khans Company," jawab Cathy


"Memangnya kamu bisa membunuhnya? Janganlah kamu bermimpi ketinggian. Karena di belakang Sascha ada Dewa. Kamu harus mengingat Dewa itu siapa? Dia adalah pria yang sangat kejam sekali. Bisa menghancurkan lawannya dalam waktu sekejap," jelas Fatin.


"Aku tidak takut. Aku akan membunuhnya saat ini juga," kesal Cathy yang tidak mengakui kekejaman Dewa.

__ADS_1


"Kalau begitu... Nikmatilah! Cepat atau lambat Dewa akan memburumu hingga dapat. Jika Dewa Sudah mendapatkanmu. Maka kamu adalah korban selanjutnya," ejek Fatin.


"Ejekanmu itu tidak berguna buatku. Percuma kamu memperingatkanku. Sementara Kamu itu orang paling bodoh," decih Cathy.


"Jangan mengejekku. Kamu belum tahu saja kalau Dewa itu orangnya sangat jahat," kesal Fatin. "Kamu ingin tinggal di hotel atau di sini?"


"Apakah ada Firly di sini?" tanya Cathy.


"Aku sudah mengusir Firly dan kedua putraku yang kurang ajar itu. Ketiga pria itu tidak bisa menghasilkan apapun buatku. Sekarang aku ingin mencari uang untuk membeli barang-barang branded. Aku nggak mau kalah dengan ibu-ibu yang berada di sini. Kamu tahu kan kalau aku tidak mau dikalahkan oleh siapapun," jawab Fatin dengan penuh percaya diri.


"Ya aku tahu. Kamu adalah perempuan yang sangat materialistis. Seluruh barang branded yang aku punya pasti tergiur untuk kamu miliki. Oh ya... Ketimbang aku membuang uang banyak untuk menyewa hotel. Lebih baik aku di sini. Sejam atau dua jam lagi pengawalku akan datang ke sini," sahut Cathy yang mengambil rokok di dalam jasnya lalu menaruhnya di atas meja.


"Tidak apa-apa. Ketimbang rumah ini sepi dan tidak ada orang. Jujur aku suka sekali seperti ini," Fatin sangat bersemangat sekali mengajak Cathy menginap di rumah ini.


Mereka melanjutkan obrolan demi obrolan tentang kejahatannya masing-masing. Mereka seakan tidak ada beban jika bercerita soal itu. Mereka memang dijuluki oleh Gerre wanita iblis. Sampai sekarang Gerre masih memburunya dan ingin menghabisinya.


"Ke mana Dita?" tanya Sascha.


"Dita sedang mengambil tab-nya. Dia ingin berdiskusi tentang kehidupannya bersama kita," jawab Dewa.


"Kalau begitu aku ke dalam lagi aja. Aku akan membuatkan teh hijau hangat untuk berkumpul di sini. Jujur aku sangat merindukan kebersamaan seperti ini," pamit Sascha lalu meninggalkan Dewa.


Melihat kepergian Sascha, Dewa tersenyum manis. Dirinya sangat bahagia melihat wajah ayu sang istri. Tiba-tiba saja Dita menepuk bahu Dewa sambil bertanya, "Kakak lagi ngapain? Kok senyum-senyum seperti itu? Apakah kakak memiliki wanita lain?"

__ADS_1


"Aku tidak memiliki wanita lain. Aku hanya mencintai kakak perempuanmu itu. Jika aku memiliki wanita lain, aku sudah sangat bersalah sekali terhadap Tuhan," jawab Dewa yang membuat Dita tersenyum.


"Semoga saja kalian hidup bersama selamanya. Oh iya kak... Aku mau tanya sesuatu tentang Kak Tommy," pinta Dita yang menaruh tabnya.


"Apa yang ingin kamu tanyakan tentang Tommy?" tanya Dewa penasaran.


"Aku ingin tahu, Bagaimana kehidupan Kak Tommy? Apakah Kak Tommy adalah orang yang temperamen atau lembut?" tanya Dita balik yang didengarkan oleh Sascha.


Sascha menaruh dua cangkir teh hijau itu di meja. Lalu ia mengeluarkan suaranya dan memberitahukan siapa Tommy sebenarnya.


"Menurut sudut pandangku, Kak Tommy itu adalah pria baik. Orangnya sangat humble dan tidak terlalu kaku. Kalau belum mengenal secara langsung. Banyak yang bilang kalau Kak Tommy itu adalah pria sombong. Ya sama kayak kakakmu itu. Tapi sayangnya dia korban patah hati," ucap Sascha yang menghempaskan bokongnya di samping Dewa.


"Kalau Kak Dewa bagaimana?" tanya Dita.


"Sama sih kayak kakakmu itu. Dia lebih memilih untuk diam memecahkan semua masalah di kantor. Dia juga adalah pria bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya itu. Di mataku Tommy adalah seorang pria yang cukup baik untuk dijadikan seorang suami. Jika kamu suka Kenapa tidak. Kenapa kamu tidak mengejarnya? Jangan jadi seorang perempuan yang diam di tempat saja. Jika kamu diam di tempat, cepat atau lambat Tommy bisa diambil oleh orang lain," jelas Dewa.


"Lalu aku harus bagaimana? Apakah aku harus mengejarnya hingga mendapatkannya?" tanya Dita yang tidak paham dengan kisah cinta.


"Saranku jangan terlalu mengejarnya. Kamu mengejarnya dengan tipis-tipis saja. Jika kamu terlalu menggebu. Kamu bisa dimanfaatkan oleh pria. Pelan-pelan tapi pasti. Kak Tommy juga suka kalau kamu mengejarnya. Bahkan dirinya berharap kamu mendapatkannya dengan tulus," tambah Sascha yang menatap sang adik sedang bahagia.


"Aku pun sama seperti itu. Intinya kamu jangan terlalu aktif namun pasif. Ibaratnya kamu itu sedang bermain layangan. Kamu tarik hingga layangan di hadapanmu. Lalu kamu ulur hingga ke atas awan. Begitu juga dengan pria. Kamu bisa membuatnya tarik ulur seperti itu. Lalu dengan cepat Tommy akan menikahimu karena sudah tidak sabar yang kamu lakukan adalah tarik ulur," imbuh Dewa.


"Apakah hubungan itu tidak membosankan kakak?" tanya Dita.

__ADS_1


"Tidak. Itu tidak membosankan sama sekali. Bahkan pria mana yang senang melihat calon istrinya bermain tarik ulur seperti itu. Setelah pria itu kesal. Pria itu akan memintamu untuk menikahinya," jawab Dewa.


"Bagaimana dengan caranya Kak Bima?" tanya Dita.


__ADS_2