
"Pa... izinkanlah aku menikahi Sascha," pinta Dewa.
"Tidak bisa. Kamu harus tahu itu Sascha adalah putriku yang sah. Papa tidak akan mengizinkan Sascha menikah dalam waktu dekat ini!" tegas Gerre.
"Tapi pa, aku sangat mencintainya," ucap Dewa.
"Begitu jugan papa, papa juga mencintai Sascha. Papa akan membawa Sascha ke Hamburg!" tegas Gerre lagi.
"Aku ikut!" seru Dewa.
"Ngapain juga kamu ikut? Seharusnya kamu urus semua pekerjaan di Indonesia. Dan satu lagi titip perusahaan papa. Kerjakan sebaik mungkin. Papa akan kembali bersama Sascha lima tahun lagi bersama keluarga kecilnya serta membawa cucu-cucu yang sangat lucu," ucap Gerre dengan datar.
Mata Dewa semakin membulat mendengar apa kata Gerre. Bisa-bisanya Gerre menyuruh Dewa menjaga perusahaannya. Selain itu juga Gerre membuat berita ketika pulang Sascha sudah menikah dengan pria lain. Waduh... lemes dech si Babang Dewa. Malahan si babang menangis dalam hati. Kenapa ini bisa terjadi dalam hidupnya?
Setelah itu Gerre makan dengan semangat. Sedangkan Dewa tertunduk lesu dan tidak nafsu makan. Gerre tertawa dalam hati melihat Dewa yang menderita. Gerre segera menghabiskan sarapannya lalu berdiri, "Aku sudah selesai."
Gerre segera melangkahkan kakinya pergi ke ruangan Sascha. Pagi ini Gerre sangat puas sekali mengerjai Dewa. Mungkinkah Gerre akan mengerjai Dewa dalam jangka waktu lama? Kemungkinan Gerre akan menjahili Dewa hingga menangis darah. Membayangkan hal itu Gerre bahagia ketika Dewa menderita.
"Oh... Tuhan... bagaimana ini? Yang aku minta Sascha menjadi milikku. Aku tidak mau kehilangan selamanya," ucap Dewa dalam hati.
Dewa tidak jadi sarapan melainkan hanya minum saja. Dewa memutuskan untuk kembali ke ruangan Sascha sambil jalan tergesa-gesa. Dewa ingin meminta Sascha untuk meyakinkan hatinya ke Gerre.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Dewa masuk ke dalam dan melihat Sascha yang sedang bercengkerama bersama Gerre dan Chloe. Tanpa kata permisi Dewa langsung memeluknya sambil berkata, "Jangan tinggalkan aku."
Sascha mengerutkan keningnya sambil menghembuskan nafasnya. Sascha tidak sengaja mencium aroma tubuh Dewa. Hatinya merasa nyaman dan tidak ingin melepaskannya. Sebenarnya Sascha diam-diam mencintai sang big bosnya ini. Tapi Sascha memilih bungkam. Sascha akan malu jika harus jujur terlebih dahulu.
Kedua orang tua Sascha hanya bengong melihat Dewa. Mereka bingung apa yang harus dilakukannya. Ingin memisahkan Sascha dan Dewa namun tidak mungkin terjadi. Chloe memandang wajah Gerre sambil berkacak pinggang.
"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Chloe.
"Tidak ada apa-apa. Kamu tahukan kalau Dewa itu pria baper," jawab Gerre yang berusaha menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
Chloe hanya mendelik melihat Gerre. Chloe paham dengan kejahilan Gerre. Dengan kesal Chloe menendang Gerre. Namun dengan cepat Gerre menghindar. Melihat sang istri menyerangnya dengan cepat, Gerre menarik tangan Chloe. Lalu Gerre mengajaknya keluar dari ruangan itu. Setelah keluar dari ruangan itu Gerre menjelaskan semuanya.
"Jadi aku hanya memanas-manasi. Aku bilang kalau Sascha pergi bersamaku ke Hamburg untuk menjalankan pengobatan. Setelah itu Sascha akan kembali lagi lima tahun kemudian. Aku bilang lagi Sascha akan kembali bersama suaminya dan anak-anaknya," jawab Gerre secara serius.
Chloe terkejut mendengar jawaban dari Gerre. Chloe tidak tahu apa lagi yang harus dikatakannya itu. Chloe menatap tajam ke arah Gerre, "Kamu ngapain ngomong seperti itu? Bukannya kamu terima kasih kepada Dewa. Kamu tahu selama ini Dewa telah melindunginya."
"Aku tahu itu. Aku tidak akan mungkin melupakan jasa-jasanya agar terhindar dari pacarnya sialannya itu."
"Terus ngapain juga kamu mengerjainya seperti itu?" tanya Chloe.
"Aku ingin tahu, apa benar Dewa mencintai Sascha dengan tulus? Dan aku ingin tahu reaksi Dewa seperti apa setelah mendengar itu. Ternyata Dewa sangat mencintai Sascha," jawab Gerre.
"Ah... kamu ada-ada saja. Untung saja Dewa memiliki akal panjang. Jika tidak bisa dipastikan Dewa bunuh diri," decih Chloe.
"Apakah kamu setuju putri kita menikah dengan Dewa?" tanya Gerre.
"Bagaimana dengan kamu?" tanya Chloe.
"Ya... aku menyerahkan semuanya ke kamu. Aku ingin kamu yang memutuskannya. Aku hanya menurut saja kamu," jawab Gerre.
"Baiklah," balas Gerre yang menurut para Chloe.
Sementara itu Dewa masih memeluk Sascha. Dewa mengecup kening Sascha sambil berurai air mata. Dewa takut akan kehilangan Sascha. Sascha menatap wajah Dewa sambil bertanya, "Kakak kenapa menangis?"
"Aku paling takut kehilangan kamu," jawab Dewa.
"Perasaan aku masih disini. Kapan aku menghilang?" tanya Sascha yang tidak paham dengan bahasa cintanya Dewa.
"Apakah kamu mau berjanji?" tanya Dewa lagi yang benar-benar serius.
"Hmmp... janji apa?" tanya Sascha balik sambil menghapus air matanya Dewa.
"Pokoknya kamu harus janji sama aku," jawab Dewa yang serius
Iya... janji apa?" tanya Sascha.
__ADS_1
"Kamu enggak boleh ninggalin aku selamanya," jawab Dewa.
"Maksudnya apaan sih?" tanya Sascha yang benar-benar polos dengan perjanjian ikatan dengan Dewa.
Dewa bingung dengan sikap Sascha. Dewa mengerutkan keningnya sambil bertanya. "Dulu kamu pacaran sama Billi. Terus apakah kamu enggak buat perjanjian sehidup semati?"
"Oh... jujur saja Billi tidak pernah berkata seperti itu. Billi hanya mengobral cinta sampai membuatku muak. Kamu tahu kalau aku tidak menyukai pria yang suka mengobral cinta?" tanya Sascha.
Dewa semakin bingung apa yang dikatakan oleh Sascha. Entah kenapa sikapnya yang lemah akan cinta ternyata hilang. Dewa melihat sosok Aulia yang berada dalam diri Sascha. Ya... Dewa memang mengenang sosok Aulia yang suka ceplas-ceplos. Dewa tersenyum lucu dan memegang tangan Sascha.
"Ah... ternyata kamu sudah kembali," puji Dewa.
"Kembali bagaimana?" tanya Sascha yang dibuat bingung Dewa.
"Ternyata sosok Aulia gadis kecil manis telah kembali," jawab Dewa.
"Aku memang Aulia. Aulia yang suka berpetualang. Ah... Aku rindu pada hutan mangrove Okinawa," ucap Sascha. "Apakah kamu akan mengajakku kesana?"
"Aku akan mengajakmu kesana ketika kamu sudah sembuh total." jawab Dewa.
"Kalau begitu aku akan menagih janjimu setelah aku sembuh," ujar Sascha yang tersenyum manis.
"Sekarang aku tanya, apakah kamu tidak akan meninggalkanku?" tanya Dewa.
Sascha mengangkat wajahnya sambil tersenyum. Sascha memandang wajah Dewa sambil malu-malu. Sascha merentangkan kedua tangannya sambil berkata, "Aku akan selalu bersamamu. Kamu tahu setelah aku sadar dan mulai mengingat kejadian demi kejadian. Orang yang pertama aku ingat adalah mamaku. Kamu adalah pria yang nyebelin buatku. Kamu selalu meledekku."
"Ternyata kamu mengenalku?" tanya Dewa.
Sascha melepaskan Dewa sambil berkata, "Aku tidak bisa menjelaskan satu persatu. Aku tidak tahu bagaimana ingatanku kembali pulih secara cepat. Aku bingung kak."
"Tidak perlu kamu pikirkan. Nanti akan ada jawabannya sendiri," ucap Dewa yang mengelus rambut Sascha.
"Bukannya kakak ada meeting lanjutan bersama Nakata Groups?" tanya Sascha yang mengingatkan Dewa.
"Aku tidak ikut meeting. Aku sudah meminta Timothy menghandle seluruh pekerjaanku. Beberapa hari ke depan aku akan menemanimu," jawab Dewa.
__ADS_1
"Kalau kakak sibuk kembalilah. Aku tidak apa-apa disini. Biarkan aku bersama mama papa," jawab Sascha. "Kakak kenapa sih sepertinya takut kehilanganku?"