Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Berakhirnya Risa.


__ADS_3

"Iya itu benar. Kejadian itu sengaja aku sembunyikan dari kalian. Biar kalian tidak sedih," jelas Kakek Aoyama yang membuat Sascha menjadi sedih.


Setelah Kakek Aoyama berkata dengan jujur, kami sangat syok sekali. Selama ini Kakak sengaja menyembunyikannya agar kami tidak sedih. Akan tetapi hari ini kesedihan kami tumpah meruah. Betapa sakitnya ketika nenek meninggal dengan cara tragis.


"Ternyata selama ini kamu telah membuat kakekku sendirian di dunia ini. Aku tidak akan mau menyelamatkan kalian lagi. Maka dari itu kalian harus mati sekarang juga! Kamu tahu apa artinya kematian itu? Kamu seenaknya bisa merenggut nyawa dengan mudah! Ditambah lagi kematian beberapa dari temanku yang mewakili kematian kalian!" bentak Sascha yang tidak memiliki ampun lagi kepada mereka.


Satu kata sesak di dalam dada Sascha. Andai saja dirinya tidak berteman dengan Risa, kemungkinan besar hatinya tidak akan kecewa seperti ini. Ingin menangis juga percuma. Mau menangisi Risa, spertinya itu tidak perlu. Mau menangisi nenek juga tidak perlu. Kemungkinan besar nenek tidak akan tenang hidup di dalam sana. Lebih baik Sascha memilih untuk diam dan meminta pistol pada kakek Aoyama.


Sascha meminta pistol itu dari kakek Aoyama lalu mengarahkannya ke arah Risa. Ia memutuskan untuk menghabisi Risa terlebih dahulu. Sudah sangat jengkel sekali hati Sascha.


Meskipun Sascha adalah seorang pemaaf. Namun dirinya sangat kecewa sekali. Apalagi korban selanjutnya adalah papanya sendiri. Kalau dibiarkan hidup kemungkinan besar sang papa ikut terjebak dalam permainan mereka. Sungguh sangat miris sekali hdup Sascha kali ini.


Dor...


Dor....


Dor....

__ADS_1


Dor...


Sascha langsung menghabisi Risa tanpa permintaan maaf empat peluru masuk ke dalam tubuh Risa. Ia sudah tidak peduli lagi dengan keadaan teman baiknya itu. Andai saja jika Risa tidak jahat, kemungkinan besar dirinya masih bisa menolong.


"Kerja yang bagus sayangku," puji Dewa.


"Seharusnya kamu memiliki seorang istri yang berani seperti ini," kesal Bima.


"Kedua orang itu biar kami yang menanganinya. Kamu Pergilah ke kamar dan beristirahatlah. Kami akan membebaskanmu dari rasa kesakitanmu," suruh Kakek Aoyama.


Setelah mengeksekusi Risa, Sascha kembali lagi ke kamar. Iya ingin melanjutkan istirahatnya dan tidur terlelap. Sementara itu Melly menangis meraung-raung memanggil nama Risa. Ia baru saja kehilangan Sang Putri karena ulahnya sendiri. Dewa dan lainnya tidak memiliki empati lagi. Mau tidak mau Kakek Aoyama akhirnya mengeksekusi Melly terlebih dahulu. Dengan satu peluru yang menembus jantung, Melly langsung meninggal dunia.


Setelah kematian mereka, Dewa menyuruh pengawalnya untuk menguburkan mayat mereka di pemakaman umum.


"Sudah selesai kasus kakek ternyata. Aku tidak pernah terbayangkan jika nenek mati sangat mengenaskan seperti itu. Apalagi Paman Kobe. Aku tidak pernah membayangkan jika pamanku kehilangan nenek ketika baru dilahirkan ke dunia ini. Sungguh hatiku sangat mirip sekali melihat penderitaan kalian," jelas Dewa sambil nada lembut kepada kakek Aoyama


"Itulah kenapa aku selalu memberikan mata-mata buat Sascha. Sedari dulu Sascha sudah diincar oleh Risa dan keluarganya. Penyebabnya adalah Risa kalah terpopuler dari Sascha. Tapi untung saja mata-mataku sering menyelamatkan Sascha dari Risa," jelas kakek Aoyama.

__ADS_1


Malam pun tiba di kawasan rumah mewah. Sascha duduk bersama Tara dan menikmati teh hijau panas. Dirinya hanya diam dan memainkan ponsel saja. Tara yang berada di dekatnya itu sangat kasihan sekali kepada Sascha. Wanita paruh baya itupun mengerti, apa yang dirasakan oleh Sascha?


"Lebih baik kamu istirahat sana. Ketimbang kamu lelah seperti itu," suruh Tara.


"Apakah aku salah menghabisi temanku sendiri?" tanya Sascha.


"Kamu nggak salah. Biar bagaimanapun juga Risa ingin melihat kamu menderita sampai mati. Mama yang nggak pernah dekatan sama Risa pun tahu. Apa yang diinginkan oleh Risa harus terjadi. Makanya itu kamu adalah korban selanjutnya. Mama harap kamu paham dengan semuanya ini. Oh iya satu lagi... Kamu jangan bersedih terus soal itu. Biarkanlah Mereka pergi ke neraka sekalian. Mama baru tahu kisah cinta kakek Aoyama dengan nenek. Diam-diam Melly menabrak mobil yang dikendarai oleh nenek pas menggendong Kobe. Bayangkan saja jika itu terjadi ketika Kobe masih bayi. Jujur bagi Mama ini sangat menyakitkan sekali," jelas Tara.


"Jika aku tidak membunuhnya. Korban selanjutnya adalah papa. Aku tidak mau Papa merasakan hal itu. Satu lagi aku tidak membuka siapa diriku sebenarnya di depan Risa. Yang berlalu biarlah berlalu. Aku harus menjalani hidup kembali tanpa Risa," ujar Sascha.


"Tidak apa-apa. Kamu nggak perlu lemah seperti itu. Kamu adalah lady mafia yang di mana berbuat kejam kepada siapapun tanpa belas kasihan. Tapi kamu harus mengingatnya terlebih dahulu tentang norma-norma yang kita anut sekarang. Jangan pernah membunuh orang tua, bayi maupun anak kecil. Jika kamu melakukannya kemungkinan besar hatimu sudah menjadi iblis. Itulah Mama memperingatkan kamu dan memberikan kamu nasehat seperti itu. Mama harap kamu mengerti akan peringatan seperti itu," pesan Tara kepada Sascha.


Lima menit telah berlalu. Dewa dan Kobe mendekati mereka. Lalu Dewa duduk di samping Sascha. Begitu juga dengan Kobe. Kobe memilih duduk di kursi single saja. Entah kenapa hatinya masih sangat sedih sekali. Pria bertubuh kurus itu masih terdiam dan tidak bisa memikirkan apa yang telah terjadi saat ini.


"Maafkan aku Mas. Seharusnya aku tidak mengungkit tentang nenek kepada kakek. Aku juga tidak tahu peristiwa itu. Peristiwa yang di mana membuat nenek kehilangan nyawa," ucap Sascha yang menyesal dengan keadaannya.


"Aku tidak apa-apa. Ternyata selama ini ayah menyembunyikannya dariku demi kebahagiaanku sendiri. Andai saja kalau ayah bercerita tentang kecelakaan itu kemungkinan besar aku akan menjadi pria pendendam. Tapi untuk saat ini aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku akan mengunjungi makam ibu. Hal yang paling aku takutkan adalah mendengar kabar seperti ini. Aku tidak mau seseorang atau siapapun yang menghabisi keluargaku sendiri. Aku tidak rela dengan semua itu. Meskipun aku ketua mafia, aku memang tidak pernah membuat ulah apapun," jelas Kobe.

__ADS_1


"Yang penting kamu bersabar aja dari masalah ini. Ada benarnya jika ayah tidak memberitahukan kamu soal kematian ibumu. Pasti ada alasannya juga kan. Yang berlalu biarlah berlalu. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan. Sekarang tugas kita adalah menyingkirkan para musuh dari perusahaan. Apalagi kita memegang dua perusahaan terbesar di dunia. Kanata's Group dan Khans Company. Jika perusahaan itu digabungkan menjadi satu, bagaimana jadinya?aku tidak bisa membayangkan kita akan membuka banyak lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran yang berada di dunia ini," ucap Tara sambil tersenyum manis memandang anak-anaknya itu.


__ADS_2