Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Rahasia Kakek Aoyama.


__ADS_3

Jujur Sascha sangat kesal sekali terhadap Risa. Sampai detik ini Risa masih saja bisa sombong. Dirinya sangat muak terhadap temannya itu. Bukannya meminta maaf malah menyombongkan dirinya. Sedari dulu memang Risa seperti itu. Mau tidak mau Sascha akhirnya mengalah dan masuk ke dalam kamar.


Bagaimana dengan Dewa? Dewa tetap di sini sambil menunggu kedatangan kakek Aoyama. Ia sangat bosan sekali menatap wajah Risa. Begitu juga dengan Kobe, Kobe juga tidak mau menatap wajah wanita itu. Entah kenapa dirinya sendiri sangat jengkel terhadap Risa. Apakah dirinya masih mengingat kalau Sascha saat itu pernah dipermalukan di tempat umum? Entahlah hanya Kobe yang tahu jawabannya.


Beberapa saat kemudian datang Bima dan Tommy sambil melihat Risa. Lalu Bima memandang wajah Dewa sambil berkata, "Kenapa orang tua Risa tidak dicampur di sini?"


"Kalau begitu gabungkanlah saja. Mereka adalah tikus-tikus liar yang ingin menguasai aset milik orang lain untuk dirinya sendiri," jawab Dewa sambil memberi kode agar para pengawal masuk ke dalam.


Para pengawal itu pun masuk ke dalam sambil memberi hormat kepada dewa. Setelah itu Dewa memberikan perintah agar menggabungkan Anggoro dan Melly masuk ke dalam. Para pengawal itu pun menyanggupi dan pergi ke ruangan sel lainnya untuk mengambil Anggoro dan Melly.


"Jujur Aku ingin muntah melihat mereka. Karena mereka adalah tikus-tikus yang ingin menguasai seluruh aset milik orang-orang ternama. Mereka memiliki sifat yang licik agar bisa masuk ke dalam keluarga tersebut. Untung saja saat itu keluargaku tidak dapat dimasuki oleh mereka," jelas Tommy kepada Dewa.


Beberapa saat kemudian para pengawal itu membawa Anggoro bersama Melly di hadapan Dewa. Lalu Dewa menyuruhnya untuk mengikat kedua tangan dan kakinya di sebelah Risa.


"Inikah yang dinamakan keluarga pengusaha terkenal itu? Aku tidak percaya sama sekali. Setiap usaha kalian tidak pernah terdaftar dalam bidang apapun," ejek Dewa sambil tersenyum miring dan menatap Risa dan keluarganya itu.


"Sudah berapa banyak pengusaha yang kamu tipu itu? Apakah kalian merasa bahagia melihat mereka menderita? Kalau kalian merasa bahagia, jiwa kalian ternyata sakit. Untung saja saat itu keluarga Wijaya langsung menghubungiku. Jika tidak perusahaan milik Wijaya sudah lenyap. Kamu tahu siapa aku?" tanya Tommy yang menatap wajah Anggoro tanpa penuh dosa.

__ADS_1


"Cih... Keluarga Wijaya tidak ada apa-apanya. Hanya sekali tepuk saja sudah habis," ucap Anggoro dengan sombong.


"Keluarga wijaya adalah keluarga yang sangat besar sekali. Di sinilah keluarga Wijaya membangun perusahaannya dan bekerja dengan ulet sekali hingga besar. Mereka adalah keluarga yang dermawan. Makanya mereka tidak pernah berkoar-koar untuk memamerkan seluruh harta kekayaannya. Itulah kenapa keluarga Wijaya sengaja tidak mengenalkan dirinya kepada publik. Dan aku adalah ahli waris Wijaya Group," jelas Tommy yang tidak mau keluarganya diinjak-injak oleh Anggoro.


Mata Risa membelalak sempurna. Jujur Risa baru tahu kalau Tommy adalah putra dari keluarga Wijaya. Sementara dirinya tidak tahu bahwa kami adalah pegawai kantoran Entah kenapa dirinya nyalinya langsung ciut. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Memang, Aku sengaja bekerja di tempat Dewa hanya untuk mengolah jiwaku. Cepat atau lambat Wijaya group akan aku pegang. Aku harap kamu tidak akan pernah lagi menginjak-injak orang meskipun orang itu tidak memiliki apa-apa.karena setiap orang memiliki harga diri yang tinggi di mata Tuhan," tambah Tommy.


"Melly," panggil Bima.


Melly terkejut melihat Bima sedang berdiri. Dirinya tidak menyangka kalau bertemu bima saat ini. Jujur Melly adalah masa lalu Bima. Yang di mana Melly dahulu pernah merusak hubungan kedua orang tuanya. Untung saja kedua orang tuanya itu masih bersama hingga sekarang. Diam-diam Melly ingin menghancurkan hubungan tersebut belakangan ini. Akan tetapi Bima langsung mengetahuinya dan mencegahnya.


Dewa, Tommy dan Kobe sangat terkejut sekali dengan pernyataan Bima. Baru kali ini Bima mengatakan sesuatu dengan jujur. Ditambah lagi dengan kenyataan yang sangat menyakitkan itu. Lalu Dewa bertanya, "Apakah itu benar?"


"Ya itu benar. Hampir saja kedua orang tuaku saat itu bercerai karena bukti yang kumiliki cukup kuat. Jika tidak memiliki bukti bisa dipastikan kedua orang tuaku bercerai. Bagaimana dengan nasib adik-adikku saat itu ketika masih kecil," jawab Bima.


"Astaga... Ternyata keluarga Risa adalah keluarga yang sangat parah sekali. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bisa hidup yang memiliki kejahatan seperti ini. Dengan ambisi yang kuat kejahatan apapun dilakukannya. Hingga bisa membuat keluarga atau pengusaha itupun hancur," keluh Kobe.

__ADS_1


Tak selang beberapa menit kemudian datang kakek Aoyama dengan membawa pistol. Kakak Oh ya sengaja membawa pistol untuk menghabisi mereka. Sedari dulu Kakak sudah mengetahui sepak terjang mereka. Bahkan Kakak oyama kehilangan istri hanya karena keluarga itu.


"Di mana saja? Panggil segera Sascha suruh ke sini," tegas kakek Aoyama sambil memerintahkan Dewa memanggil Sascha untuk ke sini.


Mau tidak mau Dewa memanggil sang istri untuk ikut mengeksekusi mereka. Dewa memutuskan pergi ke kamar. Dengan langkah cepatnya Dewa membuka pintu dan melihat Sascha sedang duduk.


"Kamu harus ikut ke bawah. Ini perintah kakek bukan perintahku. Sepertinya kakak ingin memberitahukanmu sesuatu," ajak Dewa.


Dengan terpaksa Sascha akhirnya ikut ke sana. Ia berjalan terlebih dahulu sambil menggerutu. Kalau dipikir-pikir Sascha sangat malas sekali bertemu dengan keluarga pengusaha palsu itu. Beberapa teman akrab yang dimiliki saja sudah menjadi korban dari Risa. Ditambah lagi keluarga itu menjadi jatuh miskin karena ulahnya.


Sesampainya di ruangan bawah tanah. Sascha melotot sempurna ketika melihat Anggoro dan Melly. Ia tidak menyangka kalau mereka masih saja sombong. Sebelum mengeluarkan suaranya tatapan Sascha beralih ke Kakek Aoyama. Di sana Sascha bertanya, "Ada apa kek? Kok aku disuruh-suruh ikut mengeksekusi orang ini?"


"Kamu harus tahu sesuatu hal. Kamu pernah bertanya di mana keberadaan istri tercintaku itu?" Tanya Kakek Aoyama.


"Iya itu benar kek. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya dimana nenek?" tanya Sascha.


"Nenekmu sudah tidak ada selesai melahirkan Kobe. Dua hari setelah pulang ke rumah kami memang menyambut kedatangan Kobe dan nenek. Tapi di perjalanan menuju rumah mobil nenek ditabrak sama mobil milik Anggoro. Pelakunya adalah Melly. Di situlah nenek kamu meninggal dunia. Hanya Kobe saja yang hidup ketika kecelakaan tersebut," jelas kakek Aoyama dengan suara serak.

__ADS_1


"Kalau begitu mereka jadi penyebab utama kematian nenek?" tanya saja yang semakin membenci keluarga Risa.


__ADS_2