Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
SURAT PEMECATAN.


__ADS_3

Chloe tersenyum hangat lalu mendekati Sascha. Chloe segera merangkul Sascha sambil berkata lembut, "Ayolah duduk bersama kami. Ini milikmu semuanya."


"Ba... baik ma," sahut Sascha yang tiba-tiba saja mendadak canggung.


"Tidak perlu canggung seperti itu. Apa yang dimiliki kami adalah milikmu semua. Kamu bisa mengklaim semuanya," ucap Gerre yang benar-benar menyerahkan seluruh miliknya ke Sascha.


Sascha mengangguk pelan tanda setuju. Kemudian Chloe mengajaknya duduk di sofa yang berhadapan dengan Gerre dan Dewa.


Beberapa saat kemudian jet pribadi milik Gerre lepas landas. Mereka duduk dengan tenang sambil menatap ke depan. Setelah itu Gerre tersenyum melihat sang putri sangat mirip dengannya.


"Kenapa papa Gerre tersenyum?" tanya Sascha.


"Papa tersenyum tidak menyangka bisa menemukan kamu. Berawal dari permintaan seseorang yang ingin membunuh kamu,'' jawab Gerre yang terharu.


"Siapakah yang akan membunuhku pa?" tanya Sascha.


"Mereka bernama Risa dan Santi,'' jawab Gerre dengan jujur.


Seketika air mata Sascha luruh. Sascha tidak pernah membayangkan memiliki teman yang kejam. Bahkan sangat jahat seperti iblis. Sascha sering sekali membantu kehidupan Risa ketika waktu kuliah dulu.


"Sakit hatiku kak," ucap Sascha dengan lirih. "Kenapa mereka sangat tega ingin membunuhmu?"


Sascha segera mengambil tisu berada di depannya itu. Lalu Sascha mengusap air matanya sambil sesenggukan. Sascha tidak mengerti apa yang diinginkan oleh mereka.


"Apa yang mereka inginkan dariku?" tanya Sascha.


"Mereka menginginkan kamu mati. Setelah mereka memberitahukan target yang diinginkannya mati. Mereka akan puas," jawab Gerre yang membaca pola kedua wanita itu. "Yang lebih menyebalkan lagi wanita yang bernama Santi mengganggu papa."

__ADS_1


"Apa?" pekik Sascha yang tidak terima kalau Santi ingin menggoda papanya itu.


"Kamu harus tahu dengan apa yang dilakukan oleh Santi. Satu fakta kalau Santi adalah gadis penggoda. Seluruh pria yang berada didekatnya akan digodanya. Bahkan Santi lebih pandai ketimbang kamu," sambung Dewa.


"Aku bukan wanita penggoda. Jujur saja aku kalah saing dengan Santi. Merayu seorang pria aku tidak bisa,'' jawab Sascha dengan jujur.


"Lalu bagaimana dengan klien pria yang mau kamu ajak kerjasama?" tanya Gerre.


"Kalau itu lain pa. Aku memang harus merayu mereka untuk meyakinkan kerjasama dengan D'Stars Inc. Aku enggak mau mengecewakan pak bos. Karena aku berharap gajiku bisa cepat naik hanya untuk membiayai kedua orang tua angkatku,'' jawab Sascha dengan jujur.


"Seperti itukah? Kenapa kamu tidak mengajakku menikah biar aku yang membiayai mereka?" tanya Dewa.


"Tidak perlu. Aku harus bekerja keras karena ingin membuktikan kalau aku bisa. Kakak tahukan kalau aku sering Rickie dan dibully Kinanti? Kalau aku adalah wanita benalu yang ingin makan enak saja,'' ujar Sascha.


"Siapa itu Kinanti?" tanya Gerre.


"Kinanti adalah putri kandung dari ibu Nirmala dan Pak Andika. Ketika SMP aku sering dibully habis-habisan. Aku memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan semua impianku. Ketika masuk SMA aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Aku meminta izin melanjutkan pendidikan sekalian mencari pekerjaan paruh waktu. Tapi teman baikku yang bernama Intan menawariku untuk memasukkan ke EO milik orang tuanya. Disana aku serring diminta untuk mendesain acara sesuai permintaan. Seluruh klien sangat puas dengan apa yang aku desain. Di sinilah aku mulai mengumpulkan uang untuk membeli sebuah rumah kecil di area perkampungan. Dari uang itulah aku membiayai mereka dan juga Kinanti hingga lulus sekolah," jelas Sascha yang diceritakan kisah hidupnya.


"Bolehkah mama bertanya kepada kamu?" tanya Chloe.


"Tanyakan saja ma,'' jawab Sascha.


"Apakah kamu sering dijadikan pembantu sama Kinanti?" tanya Chloe.


"Sering sekali ma. Ketika aku belum menjabat sebagai CEO. Kinanti sering memperlakukan Sascha semena-mena. Yang lebih parahnya lagi Sascha sering dihina anak pungut. Aku ingin membalasnya namun Sascha mencegahku," jawab Dewa yang sebenarnya tahu keadaan Sasha yang sebenarnya.


Satu kata kecewa yang mulai tumbuh di dalam Chloe. Chloe jarang memperlakukan seseorang dengan jahat. Chloe selalu memperlakukan orang itu dengan sangat baik. Bahkan sangking baiknya orang-orang yang berada di sekitarnya sangat nyaman.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu harus melupakan semuanya. Kamu harus berdiri dan tunjukkan jati dirimu! Kelak suatu hari nanti mereka akan mengetahui siapa dirimu sebenarnya," ucap Gerre yang membakar semangat Sascha.


"Baik pa,'' balas Sascha.


Mulai malam ini Dewa dan Gerre akan membakar Sascha. Kedua pria itu bersepakat untuk membakar semangat Sascha. Mereka tidak mau lagi melihat Sascha yang tertindas.


Jakarta Indonesia.


Pagi ini Tommy sudah sampai ke kantor untuk membuat surat pemecatan. Tommy tidak akan memberikan uang pesangon sepeserpun kepada Santi. Karena Santi sering melakukan kesalahan dalam bekerja. Selain itu juga Santi sudah menganggap dirinya adalah bos besar. yang dimana dirinya minta dilayani oleh lainnya. Jika mereka tidak mau Santi akan teriak-teriak dengan penuh amarah. Mereka sering mengadu ke Tommy atas kelakuan Santi. Namun Tommy masih memantaunya.


"Ah... selesai juga akhirnya. Sebentar lagi tamatlah riwayatmu di tanganku!" kesal Tommy.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Seorang pria muda yang bernama Ardiansyach alias Ian masuk ke dalam. Ian mendekati Tommy sambil melipat kedua tangannya. Ian tidak sengaja melihat surat yang berada di PC milik Tommy. Ian mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Tom... kamu lagi buat surat pemecatan?"


"Ya... Aku disuruh memecat seseorang,'' jawab Tommy.


"Siapa yang kamu pecat?" tanya Ian yang tidak paham.


"Aku memecat anak buahmu itu yang mentang-mentang selalu menjadi ratu," jawab Tommy.


"Memangnya siapa dia?" tanya Ian yang tidak paham.


"Dia adalah Santi Marlina Sudarmaji,'' jawab Tommy yang kesal kepada Ian yang tidak paham juga. "Memangnya kamu enggak ngerti siapa dia?"

__ADS_1


"Kamu tahu diriku tidak pernah di tempat? Bahkan aku sering berkeliling dari Sabang sampai Merauke hanya untuk mengecek barang-barang yang akan di import ke Jepang. Jika ada kelebihan kita bisa menjualnya ke distribusi onderdil mobil. Selain itu juga aku juga memegang satu perusahaan milik Dewa. Yang dimana perusahaan itu bergerak dibidang property. Jadi bisa dibilang aku jarang stay disini. Disinilah hanya ada Intan sebagai wakil Manager Pemasaran."


Tommy baru sadar kalau Ian adalah orang super sibuk. Bahkan sangking sibuknya Tommy jarang sekali bertemu di perusahaan. Mereka bertemu ketik berada di dunia hitam. Ian memang diwajibkan dan tidak bisa diwakilkan untuk berkumpul sama mereka. Tapi apakah Ian tahu sifat Santi yang arogan itu? Ian tidak paham dengan sifat Santi bagai ratu. Sebelum Tommy memberikannya, Ian akan menyelidikinya terlebih dahulu. Jika Ian mengetahui kalau Santi kurang ajar. Bisa dipastikan karir Ian akan membuat karir Santi tamat.


__ADS_2