
"Entahlah. Semuanya berada di tangan Dewa. Keputusan berada di tangan mereka," jawab Chloe.
"Aku nggak habis pikir sama mereka semuanya. Nenek tua itu ternyata masih memiliki taring untuk merebut perusahaan. Padahal jelas-jelas surat yang sudah dilegalkan itu hanya untuk Aulia. Nantinya perusahaan itu akan turun di tangan anak-anaknya," ucap Tara.
"Memang tragedi ini sangat lucu sekali. Sangking lucunya namanya tidak tertera di situ malahan direbut. Ini nggak bisa dibiarkan begitu saja. Jujur aku sendiri sangat geram. Sedari dulu orang-orang seperti itu tidak akan pernah sadar dari kenyataan," ujar Chloe.
"Yang namanya penipu tetaplah penipu. Kasusnya masih banyak loh yang belum terungkap si nenek tua itu. Nggak hanya aku saja yang kena. Dia licin seperti belut. Dia sangat pandai sekali mengganti identitas dalam waktu beberapa detik. Kami sebagai mafia tidak akan pernah melakukannya jika tidak terdesak. Itu kata suamiku sendiri," sahut Tara.
Beberapa saat kemudian, ada mobil mewah masuk ke dalam pekarangan rumah. Mobil itu parkir dapat berada di sebelah mobilnya Devan. Tak lama sepasang suami istri keluar dari mobil itu. Mereka langsung mendekati kedua wanita paruh baya itu. Lalu mereka memeluk Chloe dan Tara dengan serempak.
"Apa kabar sayang?" tanya Chloe.
"Kabarku baik-baik saja. Aku hari ini sangat bahagia sekali ma," jawab Sascha.
"Ya kamu akan menjadi seorang mama. Selamat ya," ucap Chloe yang melepaskan Sascha.
"Bukan itu ma," ucap Sascha yang duduk di hadapan mereka.
"Apakah kasus cabang Surabaya sudah selesai?" tanya Tara.
"Beres ma. Tinggal Pak Desta saja mengembalikan seluruh aset perusahaan ini. Semuanya kuserahkan pada Bryan. Yang lainnya tadi pagi sudah tertangkap. Mereka sengaja melakukan penggelembungan dana secara bersamaan. Semua data-datanya sudah ada. Tinggal dipulihkan saja cabang Surabaya," jawab Dewa yang duduk di samping Sascha.
"Syukurlah kalau begitu. Kamu mau ke mana dulu? Tokyo apa New York?" tanya Chloe yang menatap ke arah Sascha.
__ADS_1
"Dua-duanya memiliki banyak masalah. Semuanya harus diselesaikan dengan cepat. Agar masalah itu tidak berkembang menjadi besar," jelas Dewa. "Kemungkinan besar kami pasti ke New York. Kami sudah mendapatkan laporan dari mata-mata papa. Masalah ini harus diselesaikan agar tidak mengganggu perusahaan pusat."
"Kapan kalian ke sana?" tanya Tara.
"Minggu depan sepertinya. Habis gitu pulang ke Tokyo membereskan masalah lagi. Masalah di Tokyo sebenarnya mudah untuk ditangani satu persatu. Tapi masalahnya kedua keluarga itu aku harus membelikan dua rumah yang agak jauh dari Nagoya. Agar mereka tidak mengganggu kenyamanan hidup kakek dan kami," jelas Dewa.
"Lebih baik begitu. Rumah itu adalah hak Kalian berdua. Dita akan Mama belikan rumah. Tapi semuanya keinginan Dita yang di mana akan hidup dan menjalani profesinya sebagai seorang bisnis wanita yang sangat sukses sekali," jawab Tara.
"Untuk sementara adikku itu tidak perlu ke New York City. Aku tidak ingin Dia terkena masalah dengan keluarganya Tommy. Paling gak aku lemparkan ke Inggris, Prancis atau Belanda. Di negara itu sangat aman sekali dari jangkauan keluarganya Tommy," ucap Dewa yang membenarkan posisi duduknya agar nyaman.
"Sebenarnya ada apa sih? Semuanya tentang keluarga Tommy," tanya Chloe.
"Oh aku lupa. Ketika perjalanan ke sini aku tidak sengaja membuka riwayat keluarga Kak Tommy. Jujur kalian akan sangat tercengang jika mendengarnya. Kak Dewa juga nggak tahu kalau aku sedang menyelidikinya lebih dalam lagi," celetuk Sascha.
"Firasat apa Kak? Jujur saja aku sangat penasaran sekali dengan silsilah keluarga Kak Tommy. Sebenarnya Kak Tommy sendiri bukanlah orang yang terlalu berharap pada keadaan," jawab Sascha. "Kedua orang tuanya saja yang terlalu ambisi menjadikan anak-anaknya sesuai dengan keinginannya."
"Ya kamu benar. Mama juga sering mendengar kalau keluarganya Tommy di Amerika sana sangat berambisi sekali. Kabar terakhir yang mama dengar, mamanya itu ingin sekali menjodohkan putra yang paling akhir menikah dengan seorang bangsawan. Jodohnya sudah ada sih di rumahnya itu. Mama sendiri nggak habis pikir. Soalnya mama juga jarang sekali mengikuti beritanya," ucap Chloe.
"Mamanya Kak Tommy Masih berhubungan dengan si nenek tua itu. Mamanya Kak Tommy anak pertama dari si nenek tua itu. Terus Cathy adalah adiknya," ujar Sascha yang membuat mereka terkejut apalagi dengan Dewa.
"Kamu serius? Kamu jangan ngada-ngada. Kasihan Tommy yang memiliki cinta tak terbalaskan sama Dita," tanya Dewa yang tidak percaya pada pembicaraan Sascha.
"Aku serius kak. Aku nggak pernah bohong kalau berbicara. Aku memang memiliki sebuah fakta. Aku telah membongkarnya melalui usaha milik si mamanya Kak Tommy. Jujur selama ini aku sangat penasaran sekali dengan silsilah keluarganya itu. Aku menyelidikinya perlahan tanpa bantuan dari Kak Leo. Ternyata namanya Kak Tommy adalah anak pertama dari si nenek tua itu. Yang ingin merusak perusahaan milikku," jawab Sascha yang sengaja memberikan tab-nya ke Dewa.
__ADS_1
Dewa sangat penasaran sekali apa yang dikatakan oleh istri kecilnya itu. Akhirnya pria bertubuh kekar itu mengambil tab-nya Sascha. Ia membaca seluruh informasi itu dan matanya membelalak sempurna. Lalu Dewa mengepalkan tangannya dan ingin marah ke Tommy. Akan tetapi Sascha mencegahnya agar Dewa tidak menjadi marah.
"Kakak nggak boleh marah seperti itu. Siapa tahu Kak Tommy tidak memiliki hubungan sama mereka. Atau juga Kak Tommy tidak tahu silsilah tentang keluarganya itu. Yang aku tahu Kak Tommy orangnya sangat cuek sekali tentang keluarga besarnya," jelas Sascha.
"Bukannya begitu. Aku merasa curiga kalau Tommy bersekongkol dengan mereka. Siapa tahu Tommy menikamku dari belakang," ucap Dewa.
"Kalau menikam sudah dari dulu kak. Tapi sepertinya dia tidak melakukannya. Dia memang tidak pernah berbuat jahat kepada kakak. Kak Tommy orangnya bukan seperti itu. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja," jelas Sascha.
"Lebih baik kamu tanyakan saja pada Tommy. Ketimbang kamu memendam semuanya di hatimu," ujar Tara yang memberikan solusi kepada mereka.
"Mama benar begitu juga dengan istriku. Aku ingin Tommy datang ke sini dan menjelaskan semuanya kepadaku," pinta Dewa yang menatap wajah Sascha.
"Ya udah... Nanti akan aku hubungi Kak Tommy untuk segera ke sini. Aku juga ingin tahu semuanya. Agar masalah ini cepat selesai dan tidak berlama-lama," sahur Sascha.
"Baiklah kalau begitu. Lebih baik kamu hubungi saja. Mau tidak mau Tommy harus menemuiku malam ini juga," perintah Dewa.
"Kalau firasat Mama sih, Tommy sepertinya tidak tahu untuk masalah ini. Sebab yang Mama tahu, Tommy tidak memperdulikan tentang silsilah keluarganya itu," ucap Chloe yang membuat mereka menganggukkan kepalanya bersama.
"Tapi aku harus menanyakan ini kepada Tommy. Biar tidak ada dendam diantara kita. Siapa tahu Tommy menyembunyikan sesuatu kepada kita," sahut Dewa. "Yang hubungi Tommy sekarang. Suruh pulang ke Nganjuk malam ini juga."
"Baik kak," balas Sascha.
"Apakah kalian sudah makan?" tanya Tara.
__ADS_1